Aceh– Temu ramah seniman Aceh taman budaya dan seniman Aceh yang berada di Yogyakarta melahirkan beberapa poin untuk membagun hubungan yang selama ini kurang harmonis, Acara di lakukan di laseeba cofe Jogyakarta.
Acara temu ramah sekaligus berdiskusi tentang arah kedepan dan keberlangsungan para seniman senu rupa. ini turut dihadiri oleh seniman terkemuka seperti Mahdi Abdullah, yasir,pak udin, kamar agam, kak cut dan seniman seniman muda Aceh yang berada di Yogyakarta.
Malam temu ramah tersebut membuat acara semakin seru dan terlihat harmonis penuh keakraban, dari masing-masing seniman dan pihak taman budaya memaparkan ide dan masukan guna membangun kesenian aceh pada umumnya dan seni rupa khususnya.
Saat diskusi perbincangan tentang kesenian tersebut,kamar agam, mengatakan. untuk membangun kesenirupaan aceh di setiap individu seniman harus menanggalkan ke egoan masing-masing dan hilangkan mental saling membangun blok.
Teruslah berkarya menunjukkan keseriusan membangun peradaban seni rupa dengan karyanya, apalagi pihak pemerintah juga akan mewacanakan membangun galeri seni rupa dan akan mengadakan event seni rupa secara kontinyu.
Membuat even dan diadakan nya lomba kreativitas antar komunitas atau sanggar dan pameran, taman budaya juga akan mendatangkan pihak pengusaha untuk mengadakan pelelangan karya karya terbaik aceh agar pekerja seni lebih sejahtera.
Dari kawan kawan seniman aceh yang saat ini mengenyam pendidikan di isi jogjakarta juga berharap acara temu ramah dan silaturahmi ini tidak bertepuk sebelah tangan, mereka berharap pemerintah Aceh juga memberikan peluang untuk mereka bisa bersilaturahmi dengan karya karya terbaik mereka untuk di pamerkan di taman budaya Aceh, kata kamar agam.
Berharap pemerintah pemerintah dapat mempasilitasi anatara dan pihak lain baik seniman yang berada di Aceh agar temu ramah tersebut dapat segera menjadi obat kurang sehat sekaligus obat kuat buat kesenian aceh.









