MEUREUDU – Ketua Majelis Pengkajian Tauhid Tasawwuf Indonesia (MPTT-I) Pidie Jaya, Safrizal, meminta kepada instansi berwenang supaya berlaku adil terhadap kebijakan ataupun langkah-langkah terkait fitnah kepada MPTT yang terlanjur diprovokasi oleh oknum dalam masyarakat bahwa majelis ini salah.
“Masyarakat tidak sepenuhnya dapat disalahkan, sebab masyarakat hanya sebatas menerima informasi miring yang dilebih-lebihkan. Sehingga mereka menganggap tausiah MPU itu adalah fatwa, padahal tausiah itu hanya bersifat pertimbangan,” kata Safizal, Selasa 5 Juli 2022.
Safrizal berharap supaya poin ke empat yang termaktub dalam Pancasila, yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan poin ke lima, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia benar-benar berlaku bagi seluruh elemen.
“Kami juga warga negara Indonesia yang mempunyai hak yang sama dimata hukum dan lembaga ini bahkan legal secara hukum, bahkan MPTT telah banyak memberikan kontribusi untuk negara ini, sebagian jamaah yang sebelumnya pelaku maksiat, pemabuk, bahkan penjual narkoba kini bertaubat dan menjadi warga negara yang taat,” ujarnya
“Jika MPU mengatakan MPTT meresahkan masyarakat, justru karena MPU lah yang meresahkan masyarakat atas tausiah yang tidak bijak, penuh trik dan intrik mengeluarkan tausiah. Itu sama halnya dengan mengantung keputusan hukum, dimana kemudian oleh oknum-oknum dengan mudah memprovokasi,” kata Ketua MPTT Pijay tersebut.
Safrizal juga meminta semua kalagan untuk tidak lagi menabur benih kebencian sesama ummat Nabi Muhammad.
“Jika kita benar-benar mengakui diri kita ini ummat nabi, dimana ada kesalahfahaman mari kita duduk danbahas bersama agar jangan terus menerus larut dalam fitnah,” pintanya.
Terpisah, mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang juga pernah menjabat sebagai Panglima Sagoe Ulim, Syukri meminta agar kiranya bermubahasah jika ada yang meragukan atau salah faham.
“Jika kami tidak benar kenapa kami terus meminta untuk bermubahasah, bukankah jika salah akan diam saja dan akan menghilang seiring waktu. kenapa jutrus MPTT terus berkembang di belahan dunia, kecuali hanya sedikit di Pantai Timur utara Aceh ini, lantaran terus diprovikasi,” ujar Syukri yang kini juga meupakan jamaah MPTT Pidie Jaya tersebut.
Kemudian, sosok alumni Ponpes Mudi Mesra ini, meminta kepada oknum-oknum yang sudah telanjur mefitnah dalam pengajian untuk menyampaikan yang benar pada ummat, jangan gara-gara terus menerus menyampaikan isu miring sehingga dapat menyebabkan lahir permasalahan dengan sesama.
“Jika pihak yang menentang itu benar, kenapa takut untuk duduk bersama pada satu majelis dan mengupasnya di depan publik. dan saya minta kepada pihak keaman untuk menindak pelaku provokasi yang berujung pada kisruh, jangan bicara massa, sebab masa ada penggeraknya, sehingga keamanan dan kenyaman masyarakat nyata adanya,” kata Syukri.
Terakhir, jamaah MPTT se Asia Tenggara, berdoa agar senantiasa MPU Aceh mendapat petunjuk dan dapat melihat kebeneran serta dibuka pintu hidayah oleh Allah Swt.[ ]









