Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Pemprov Aceh Diminta Tingkatkan Biosecurity Penanganan PMK

Admin1 by Admin1
03/08/2022
in Nanggroe
0

BANDA ACEH – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta agar Pemerintah Aceh meningkatkan penerapan biosecurity dalam penanganan penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

“Pelaksanaan biosecurity harus ditingkatkan karena menjadi kunci dalam penanganan penyebaran wabah PMK sebelum adanya testing dan vaksinasi yang masif,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat Rapat Koordinasi Penanganan PMK di Banda Aceh, Rabu, 3 Agustus 2022.

Ia menyebut Aceh merupakan salah satu daerah dengan tingkat penyebaran PMK cukup tinggi, setelah Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Hingga, 2 Agustus 2022, hewan ternak yang terinfeksi PMK di Tanah Rencong sudah mencapai 45.119 ekor.

Rinciannya, 39.682 ekor telah sembuh, 275 ekor mati, 59 ekor dipotong paksa, dan 5.103 ekor masih dalam perawatan. Menurut dia, ada empat strategi utama yang perlu dilakukan dalam penanganan PMK, yakni biosecurity, pengobatan, vaksinasi dan potong bersyarat.

Benteng pertama dalam penanganan PMK, yakni biosecurity, yang meliputi disinfeksi bagi hewan, kadang, orang, kendaraan setiap keluar masuk kandang, pengaturan pasar hewan, penjagaan ketat perbatasan hingga edukasi biosecurity kepada masyarakat.

“Pastikan hewan yang masuk di pasar hewan itu adalah hewan ternak yang sehat,” ucap dia.

Ia menyebut biosecurity menjadi pertahanan pertama penularan PMK. Vaksinasi dilakukan apabila biosecurity dan pengobatan belum berhasil.

“Virus PMK ini bisa dibawa oleh manusia dan barang-barang yang dibawa oleh manusia,” katanya.

Selain itu, kata Suharyanto, Pemerintah Aceh juga perlu terus melakukan pengobatan bagi ternak yang terinfeksi PMK untuk meningkatkan angka kesembuhan.

“Di samping obat medis, hewan ternak juga bisa diberikan obat-obatan tradisional, sesuai kearifan lokal, ada jamu, kunyit. Saya rasa itu salah satu alternatif supaya ternak sakit bisa segera sembuh,” ucap dia.

Kemudian Aceh juga perlu terus melakukan pemotongan bersyarat bagi hewan ternak yang sakit parah, dan juga terus vaksinasi PMK bagi ternak yang masih sehat di wilayah tertentu.

Sumber: medcom.id

Previous Post

Seorang Pemuda di Banda Aceh Ditangkap Usai Curi Barang Tetangga

Next Post

Ketua Baitul Mal Aceh Utara Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Rumah Duafa

Next Post
Kejaksaan Selidiki Penggunaan Dana Bosda Kabupaten Tangerang Rp 40 Miliar

Ketua Baitul Mal Aceh Utara Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Rumah Duafa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ohku, Ada Tumpahan CPO di Gunung Geurutee Bahayakan Pengemudi

Ohku, Ada Tumpahan CPO di Gunung Geurutee Bahayakan Pengemudi

26/04/2026
1.000 Paket Digelontorkan, PMI Pidie Jaya Sasar Warga Huntara Terdampak Banjir

1.000 Paket Digelontorkan, PMI Pidie Jaya Sasar Warga Huntara Terdampak Banjir

26/04/2026
Kualifikasi Pra PORA Cabor Balap Motor, Abdya dan 11 Kabupaten/Kota Lolos ke PORA XV Aceh Jaya

Kualifikasi Pra PORA Cabor Balap Motor, Abdya dan 11 Kabupaten/Kota Lolos ke PORA XV Aceh Jaya

26/04/2026
Satpol PP dan WH Aceh Besar Amankan Lima Sapi Berkeliaran di Ingin Jaya

Satpol PP dan WH Aceh Besar Amankan Lima Sapi Berkeliaran di Ingin Jaya

26/04/2026
Irwansyah Bantu Warga Aceh Jaya Korban KDRT di Banda Aceh

Irwansyah Bantu Warga Aceh Jaya Korban KDRT di Banda Aceh

26/04/2026

Terpopuler

Pecahkan Sejarah! Abdya Raih 2 Rekor MURI Sekaligus: Bakar Lemang dan Sajian Tapai Terbanyak

Pecahkan Sejarah! Abdya Raih 2 Rekor MURI Sekaligus: Bakar Lemang dan Sajian Tapai Terbanyak

25/04/2026

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

Jawa Tengah dan Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp1,06 Triliun

MUQ Aceh Selatan Kembali Juara Umum SOB ke – XIII 2026 se-Barat Selatan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com