Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Ekspor Barang di Pelabuhan Aceh Lesu

Admin1 by Admin1
11/08/2022
in Ekonomi
0
Ekspor Barang di Pelabuhan Aceh Lesu

Banda Aceh – Aktivitas ekspor-impor di pelabuhan yang ada di Aceh masih belum seramai di daerah lain. Kanwil Bea Cukai Aceh menyebut ada sejumlah hal yang membuat pengiriman barang ke luar negeri dari pelabuhan Tanah Rencong masih lesu.

Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, Safuadi, mengatakan, Provinsi Aceh memiliki banyak bahan baku yang dapat diekspor ke berbagai negara. Namun permasalahan pertama yakni tidak adanya konsolidator yang bertugas mengumpulkan barang-barang tersebut.

Selain itu, kata Safuadi, gudang logistik di Aceh juga belum tersedia dengan ukuran yang layak. Seharusnya pemerintah daerah membangun gudang layaknya di Sumatera Utara dan kemudian disewakan ke eksportir.

“Permasalahan lain yakni pelabuhan dan administrasi. Administrasi ini termasuk konsolidator tadi yang bertugas melakukan konsolidasi. Di Lhokseumawe kita perlu bangun konsolidator yang mengkonsolidasi barang dari kecamatan,” dari Safuadi kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu (10/8/2022).

Dia mengatakan, bila sudah ada konsolidator nanti barang dari seluruh kecamatan dikumpulkan kemudian baru dipanggil kapal untuk menjemput. Selama ini, pengusaha Aceh masih mengekspor barang lewat Sumatera Utara.

Permasalahan lainnya, jelas Safuadi, kurangnya bahan baku yang diimpor ke Aceh. Dia menyebutkan, ketika ada pengusaha mengekspor barang lewat jalur laut, kapal yang kembali ke pelabuhan Aceh tidak membawa barang.

“Jadi barang kita bawa (ekspor) ada, (kapal) baliknya kosong. Kenapa? Kegiatan penyangga aktivitas industri lain tidak kita bangun, contoh produksi tong sampah, tisu, plastik tidak ada di Aceh. Kalau ada pabrik, berangkat bawa barang, pulang bawa bahan baku,” jelas Safuadi.

Akibat tidak ada barang yang dibawa pulang mengakibatkan biaya pengiriman barang keluar negeri membengkak. Eksportir disebut harus menanggung biaya kapal pulang-pergi.

“Ini yang harus dibangun. Bagaimana kemudian Pemerintah Aceh punya tanggungjawab untuk mendorong agar industri yang menghasilkan nilai tambah dibangun di sini,” ujarnya.

Menurut Safuadi, pengusaha Aceh selama ini banyak mengekspor Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah, pinang, kopi, halia dan jeruk nipis ke sejumlah negara. Rata-rata pengiriman barang dilakukan lewat Belawan, Sumatera Utara.

CPO yang dikirim ke luar negeri disebut mencapai 1,2 juta ton setiap tahunnya atau sekitar 60 persen dari total ekspor dari Aceh. Namun hanya beberapa persen dari jumlah itu yang dikirim lewat pelabuhan di Aceh.

“Tapi kenapa tidak terdata di kita karena gak ada catatannya, catatannya semuanya ada di Medan,” bebernya.

Sumber: detik.com

Previous Post

Walah, PLN Klaim Aceh Kini Surplus Daya hingga 224 MMW

Next Post

Purna Tugas, Akmal Ibrahim – Muslizar MT Pamit

Next Post
Purna Tugas, Akmal Ibrahim – Muslizar  MT Pamit

Purna Tugas, Akmal Ibrahim - Muslizar MT Pamit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Koplo Comunity Gelar Working Abroad Series: Mengupas Jalan Menuju Karier Global dari MIT hingga Amazon

Koplo Comunity Gelar Working Abroad Series: Mengupas Jalan Menuju Karier Global dari MIT hingga Amazon

20/06/2026
Menko PMK Minta Percepatan Implementasi Rehab Rekon Pascabencana di Aceh

Menko PMK Minta Percepatan Implementasi Rehab Rekon Pascabencana di Aceh

20/06/2026
Pemkab Aceh Besar Siapkan Enam Usulan WBTb untuk Penetapan 2027

Pemkab Aceh Besar Siapkan Enam Usulan WBTb untuk Penetapan 2027

20/06/2026
NasDem Siap Kawal Keberlanjutan Otsus Aceh Melalui UUPA

NasDem Siap Kawal Keberlanjutan Otsus Aceh Melalui UUPA

20/06/2026
Drama Penalti di Tengah Hujan, Satreskrim Polres Pidie Rebut Gelar Juara Trofeo PM ke-80

Drama Penalti di Tengah Hujan, Satreskrim Polres Pidie Rebut Gelar Juara Trofeo PM ke-80

20/06/2026

Terpopuler

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

19/06/2026

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Haji Kamaruddin Terpilih sebagai Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi ABAS

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Rian Firmansyah Dorong Seniman Aceh Jadikan Budaya sebagai Kekuatan Ekonomi Kreatif

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com