Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Airlangga Segera Laporkan Skema Alternatif Harga BBM ke Jokowi

Admin1 by Admin1
24/08/2022
in Ekonomi
0
Airlangga Segera Laporkan Skema Alternatif Harga BBM ke Jokowi

Ketua Komite Penanganan Covid-19, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa Presiden Jokowi izinkan PON Papua bisa dihadiri 25 persen penonton dari kapasitas stadion, Senin malam, 20 September 2021. Tempo/Irsyan

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan akan segera melaporkan skema alternatif harga bahan bakar minyak (BBM) ke Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Harga BBM bersubsidi berpeluang naik untuk mengantisipasi membengkaknya anggaran subsidi energi.

“Skemanya, pemerintah sudah siapkan beberapa alternatif, dan tentu kita akan dalam waktu dekat akan dilaporkan ke Bapak Presiden,” kata Airlangga di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 23 Agustus 2022, seperti dikutip dari Antara.

Pemerintah memperkirakan alokasi volume subsidi BBM jenis Pertalite dan Solar akan habis pada Oktober 2022. Pemerintah sebelumnya menetapkan alokasi BBM bersubsidi sebesar 23 juta kiloliter sampai akhir tahun. Namun karena konsumsinya meningkat, subsidi diperkirakan membengkak sampai 29 juta kiloliter.

Sejumlah opsi pun muncul untuk menangani jebolnya anggaran subsidi. Pertama, pemerintah harus menaikkan subsidi sampai mendekati Rp 700 triliun. Risikonya adalah anggaran itu semakin membebani fiskal.

Kedua, pemerintah kudu mengendalikan volume konsumsi BBM, terutama Pertalite dan Solar. Dalam opsi ini, akan terdapat ketentuan siapa saja yang bisa dan tidak bisa membeli BBM bersubsidi.

Sedangkan opsi ketiga adalah menaikkan harga BBM. Adapun sinyal soal kenaikan harga BBM sudah terus mencuat dalam beberapa waktu terakhir.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, dalam berbagai kesempatan, Presiden Jokowi meminta Kemenkeu menghitung kecukupan anggaran subsidi energi, terutama untuk Pertalite dan Solar. Hasil kalkulasi menunjukkan anggaran subsidi Rp 502 triliun tidak akan cukup dan berpotensi bertambah Rp 198 triliun menjadi hampir Rp 700 triliun.

Selain kenaikan konsumsi, harga minyak dunia yang masih tinggi di batas US$ 104,9 per barrel membuat harga BBM meroket. Nilai tukar rupiah yang bergerak di kisaran Rp 14.750 juga membuat gap harga BBM bersubsidi antara harga keekonomiannya dan harga jual ecerannya semakin lebar.

Saat ini harga keekonomian Pertalite Rp 13.150, tapi ecerannya msih dijul seharga Rp 7.650 per liter. Sementara itu dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2022, asumsi nilai tukar adalah di Rp1 4.450.

Sri Mulyani pun menilai jika tingkat konsumsi dan harga minyak terus berada di atas asumsi, dan nilai tukar masih melemah, kebutuhan subsidi BBM akan kian bertambah. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyatakan asumsi penambahan anggaran subsidi Rp 198 triliun itu hanya memperhitungkan untuk Pertalite dan Solar. Penambahan itu belum termasuk liquid petroleum gas (LPG) 3 kilogram dan listrik.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

Curhat Najib Razak, Merasa Dikhianati dan Sendirian

Next Post

Dirut Bank Aceh Resmikan Kantor Capem Tualang Cut

Next Post
Dirut Bank Aceh Resmikan Kantor Capem Tualang Cut

Dirut Bank Aceh Resmikan Kantor Capem Tualang Cut

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Imigrasi Deportasi Empat WN China Langgar Izin di Aceh

Imigrasi Deportasi Empat WN China Langgar Izin di Aceh

01/07/2026
USK Apresiasi Bantuan Pemerintah Jepang untuk Penguatan Mitigasi Bencana di Aceh

USK Apresiasi Bantuan Pemerintah Jepang untuk Penguatan Mitigasi Bencana di Aceh

01/07/2026
Mahasiswa Tagih Janji Politik: Masyarakat Berhak Bertanya di Mana Letak ‘Arah Baru Abdya Maju’ Jika APBK Hanya untuk Foya-Foya

Mahasiswa Tagih Janji Politik: Masyarakat Berhak Bertanya di Mana Letak ‘Arah Baru Abdya Maju’ Jika APBK Hanya untuk Foya-Foya

01/07/2026
Mualem Pastikan Hilirisasi Migas Blok Andaman

Mualem Pastikan Hilirisasi Migas Blok Andaman

01/07/2026
Siswa SMAN 2 Sinabang Lolos ke Provinsi Seleksi Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ

Siswa SMAN 2 Sinabang Lolos ke Provinsi Seleksi Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ

01/07/2026

Terpopuler

Di Balik Tambang Rp 200 Triliun Beutong Ateuh: Jejaring Buronan Cina, ‘Gubernur Bayangan’, dan Arogansi Penguasa

Di Balik Tambang Rp 200 Triliun Beutong Ateuh: Jejaring Buronan Cina, ‘Gubernur Bayangan’, dan Arogansi Penguasa

30/06/2026

Airlangga Segera Laporkan Skema Alternatif Harga BBM ke Jokowi

Malangnya Nasib Asri, Bus Terbakar Habis Masih Bebani Ganti Rugi

PN Meureudu Berhasil Laksanakan Eksekusi Sukarela Ruko di Pidie Jaya

Sekda Aceh Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I LAN RI

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com