BLANGPIDIE – Dalam rangka evaluasi Dana Desa untuk Gerakan Imunisasi dan Stunting (GISA), Para Keuchik, Kepala Puskesmas dan Bidan dikumpulkan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh di Aula sidang kantor DPRK Aceh Barat Daya. Jalan Bukit Hijau kompleks perkantoran Blangpidie, Kamis (01/09/2022).
Pada kesempatan tersebut, Sekda Aceh, dr. Taqwallah, M. Kes menyampaikan, dikumpulkannya para Keuchik, Kepala Puskesmas serta Bidan Desa se Abdya itu dilakukan atas dasar gerakan moral, guna untuk mengevaluasi terkait tingginya angka kasus Stunting di Kabupaten Aceh Barat Daya selama ini.
“Gerakan Imunisasi dan Stunting (GISA) ini merupakan gerakan moral. Untuk itu, harus dilakukan secara bersama-sama,” ucap Taqwallah.
Menurutnya, stunting tersebut bukan hanya persoalan pertumbuhan fisik anak, seperti kerdil, pendek dan badan anak nampak kurus. Tapi, yang sangat ditakutkan yaitu tumbuh kembang otak anak jadi berkurang atau daya pikirnya jadi lemah, cepat lupa, dan juga malas.
“Apabila daya pikir anak lemah, itu sangat rugi bagi dirinya dan kita juga sebagai orang tua, karena para generasi kita tidak tumbuh dan berkembang dengan baik,” sebut Taqwallah.
Ia juga menyampaikan bahwa, untuk mencegah serta menurunkan angka Stunting, Pemerintah telah memberikan dukungan anggaran untuk pencegahan stunting, melalui mekanisme belanja kementerian/lembaga, termasuk melalui mekanisme dana desa.
Lanjutnya Taqwallah, sebagai manifestasi dari kesungguhan dan konsistensi komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dari bahaya stunting, pada tahun 2019 telah terbit Peraturan Menteri Keuangan Nomor 61/PMK.07/2019 yang menetapkan pedoman penggunaan dana transfer untuk mendukung pelaksanaan kegiatan intervensi pencegahan Stunting.
“Di dalamnya juga mencakup penggunaan DD untuk pencegahan Stunting. Sejalan dengan Kemenkeu, Kemendesa telah memasukan pencegahan Stunting sebagai salah satu prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2019 hingga sekarang,” ungkap Taqwallah.
Banyak hal yang disampaikan Sekda Aceh tersebut, terkait persoalan Dana Desa maupun ribuan angka Stunting yang terus menekan di Provinsi Aceh. Namu pada awal pembicaraannya itu, Taqwallah meminta kepada sejumlah wartawan untuk tidak merekam semua isi pembicaraannya tersebut.
“Jangan direkam apa yang saya sampaikan, karena saya banyak salah dalam omongan,” kata Taqwallah melalui mikrofon dengan suara yang lantang di hadapan para audien.
Reporter: Rusman








