TAPAKTUAN – Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan, Adi Samridha, meminta Pemerintah Aceh memberi pelayanan jaminan khusus kesehatan untuk ulama-ulama kharismatik di Aceh.
Hal ini disampaikan Sekretaris DPW PA Aceh Selatan itu di sela-sela silaturahmi dengan atjehwatch.com, awal September 2022.
“Ini penting agar kedepan, pelayanan Kesehatan bagi ulama-ulama kharismatik kita benar-benar dapat diberi prioritas utama. Diberi pelayanan VVIP. Baik dari segi layanan hingga pengobatannya,” ujar Adi Samridha yang juga mantan aktivis mahasiswa ini.
Menurutnya, pelayanan VVIP bagi para ulama kharismatik di Aceh merupakan keharusan mengingat jasa mereka yang menjadi lentera kehidupan bagi warga di Aceh dalam menegakan syariat Islam.
“Kalau di Aceh Selatan, ruang lingkupnya kecil. Saya berharap program ini mencapai ruang lingkup Aceh. Makanya gagasan ini harus dijalankan oleh Pemerintah Aceh,” ujar Adi.
Selama ini, kata dia, satu persatu ulama ulama kharismatik Aceh meninggal dunia. Ini merupakan duka yang sangat mendalam.
Beberapa ulama besar lainnya, seperti Tumin Blangbladeh, harus pulang pergi ke Malaysia untuk pengobatan.
“Kita berharap hal-hal seperti bisa diatasi di kemudian hari. Jadi para ulama kita ini harus mendapat jaminan Kesehatan plus di Aceh agar Kesehatan membaik dan tak perlu jauh jauh ke luar negeri. Pelayanannya juga harus VVIP,” ujar dia.
“Ulama, guru guru dayah serta pimpinan majelis ilmu harus mendapat pelayanan Kesehatan plus di Aceh dan gratis. Ini sebagai bentuk perhatian pemerintah Aceh terhadap guru guru kita tersebut,” ujarnya.










