Oleh Muhammad Andri. Penulis adalah alumni Himpunan Mahasiswa Islam dan Wasekjend KAHMI Pidie Periode 2017-2021.
Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) didirikan di Surakarta pada tanggal 17 September 1966. Diketahui bahwa KAHMI tidak akan pernah tercetus dalam goresan sejarah tanpa adanya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Keberadaan HMI pun tidak terlepas dari seorang Lafran Pane dan kawan-kawanya yang telah mendirikan HMI. Maka KAHMI lahir atas dasar musyawarah dari pada alumni HMI bersamaan pelaksanaan Kongres Ke-8 HMI di Surakarta tanggal 10-17 September 1966. Berdasarkan hasil musyawarah alumni HMI tersebut, maka dideklarasikanlah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam yang disingkat dengan KAHMI.
KAHMI merupakan sebagai organisasi kemasyarakatan yang bersifat independen, kecendekiaan dan religius. Dengan tujuan “Terhimpunnya alumni HMI yang memiliki kualitas insan cita dalam mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT”. KAHMI sendiri berfungsi sebagai wadah berhimpun alumni HMI untuk memberikan keteladanan intelektual bagi umat dan bangsa dalam rangka mencapai tujuan KAHMI. Peran KAHMI selain sebagai wadah pemersatu alumni HMI, KAHMI juga berperan sebagai organisasi cendekiawan yang membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan Negara Republik Indonesia.
Dalam realitasnya, keberadaan alumni HMI tentu sangat mewarnai panggung politisi, hiruk pikuk birokrasi, akademisi, pengusaha, cendikiawan, dan profesi lain baik di lembaga formal dan informal lainya. Banyak tokoh-tokoh yang telah lahir ditubuh KAHMI dan kini banyak dari alumni HMI yang sudah membawa peradaban baru dalam mengisi pembangunan nasional di berbagai sektor. Representatifnya keberadaan alumni HMI diberbagai lintas sektor profesi dengan harapan dapat mempercepat pembangunan diberbagai bidang, baik dibidang sosial, pendidikan dan politik.
KAHMI & UICI
Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) adalah Universitas digital yang didedikasikan oleh Keluarga Besar HMI-KAHMI untuk kemajuan umat, bangsa dan negara. Lahirnya UICI yang tidak terlepas dari kesadaran dan tanggung jawab semua anak bangsa yang telah tercerdaskan, khususnya bagi alumni HMI. Dengan kekuatan jejaring HMI-KAHMI lintas profesi, dan inovasi digital yang dikembangkan UICI, menjadi harapan baru untuk memberikan pendidikan terbaik kepada semua. Tiga filosofi mendasar lahirnya UICI yaitu Integrasi Budaya Digital, Keislaman dan Keindonesiaan. Sehingga UICI dapat menjadi role model sebagai Universitas digital di Indonesia dan mampu melahirkan generasi yang unggul.
Milad & Moment Strategis
Dalam tempo yang tidak lama lagi, KAHMI akan memasuki usianya yang ke 56 tahun, tepatnya pada tanggal 17 September 2022, tentu dengan berbagai rangkaian seremonial yang dilaksanakan seluruh alumni HMI baik Nasional, Wilayah, dan Daerah, hal tersebut sebagai momentum dalam merefleksikan dan evaluasi menuju kemajuan.
Sesuai dengan tema yang diusung Milad kali ini, “Menyongsong Momentum Strategis, Bangkitkan Ekonomi, Wujudkan Demokrasi”, tema ini tidak hanya untaian pemanis sahaja, namun kalimat tersebut bisa menjadi “kata kunci” dan komitmen KAHMI dalam membangkitkan ekonomi masyarakat dan mendorong terlaksananya pemilu yang berkualitas seiring sudah berjalannya tahapan pemilu 2024. Melalui SDM KAHMI yang melimpah, KAHMI memiliki peluang besar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dalam rangka mempersiapkan generasi yang akan datang.
Dalam menghadapi pemilu 2024, KAHMI diharapkan mampu membangun sebuah proses demokrasi yang kuat. Maka melalui potensi 5 (lima) Kualitas Insan Cita alumni HMI harus bisa menjadi energi baru untuk memajukan masyarakat serta mempercepat proses politik yang bermartabat. Urgensinya sikap KAHMI yang arif dan bijaksana guna menyikapi isu geopolitik kekinian.
Berkaca pada dinamika Pemilu 2019, menunjukkan bahwa masih tingginya isu-isu tentang money politic, dalam sebutan istilah lain politik uang. Definisi dari money politic yakni mempengaruhi massa pemilu dengan imbalan materi (Yusril Ihza Mahendra).
Menurut Burhanuddin Muhtadi (2019) proporsi pemilih yang terlibat politik uang dalam Pemilu 2019 di kisaran 19,4% hingga 33,1%. Kisaran politik uang ini sangat tinggi menurut standar internasional, dan menempatkan Indonesia sebagai negara dengan peringkat politik uang terbesar nomor tiga sedunia. Sedangkan Data Bawaslu, Hasil Penanganan Pelanggaran Pemilu 2019, terdapat 582 pelanggaran pidana. Untuk jenis pidana pemilu dengan vonis bersalah, maka politik uang berada diangka paling tinggi. Seterusnya, hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengenai Pemilu 2019 dan Demokrasi di Indonesia, 47,4 persen membenarkan adanya politik uang yang terjadi dalam Pemilu Serentak 2019, dan 46,7 persen menganggap politik uang tersebut sebagai hal yang dapat dimaklumi.
Berangkat dari problematika di atas, tentu menjadi pelajaran penting, maka melalui SDM KAHMI yang mumpuni dan Kualitas Insan Cita. KAHMI dapat berperan yang terdepan dalam proses pemberian edukasi politik kepada masyarakat dengan mengutamakan sisi intelaktualitasnya secara terstruktur dan sistematis. Hal tersebut sebagai momentum strategis bagi KAHMI. Apabila semakin menjalarnya virus money politc dalam sebuah perhelatan pesta demokrasi, hal ini akan sangat mempengaruhi pemilu secara kualitas dan lahirnya pemimpin/wakil rakyat yang berkualitas rendah.
Dengan harapan, KAHMI juga harus mampu mendorong pihak-pihak yang berkaitan langsung dalam pelaksanaan pemilu (KPU, Bawaslu, DKPP) untuk mengedukasi masyarakat secara lebih maksimal sebagai bentuk antisipasi tejadinya money politic pada pemilu 2024 mendatang. Terlaksananya pemilu yang demokratis dan berkualitas juga tidak terlepas dari komitmen bersama dengan menaati setiap regulasi yang berlaku.
Milad KAHMI yang ke 56 kita jadikan sebagai moment untuk saling bersinergi dan berkontribusi dalam rangka Menyongsong Momentum Strategis, Bangkitkan Ekonomi, Wujudkan Demokrasi.
Selamat menyambut Milad KAHMI yang ke 56 tahun. Semoga Allah SWT senantiasa selalu memberikan keberkahan setiap ikhtiar dan perjuangan kita untuk Islam, Bangsa dan Negara. Insyaallah, Yakin Usaha Sampai.










