Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Mobilisasi Militer Rusia Ditolak di Dagestan, 100 Orang Ditahan

Admin1 by Admin1
26/09/2022
in Internasional
0

Jakarta – Sedikitnya 100 orang ditahan karena protes menentang mobilisasi parsial di Dagestan, wilayah selatan Rusia yang penduduknya mayoritas Muslim, Minggu, 25 September 2022. Presiden Vladimir Putin memerintahkan mengirim ratusan ribu orang untuk berperang di Ukraina dengan merekrut warga lewat mobilisasi parsial.

Mobilisasi militer pertama Rusia sejak Perang Dunia Kedua ini, diumumkan oleh Putin pada Rabu lalu, telah memicu protes di puluhan kota di seluruh negeri. Kemarahan publik tampaknya sangat kuat di wilayah etnis minoritas yang miskin seperti Dagestan, wilayah mayoritas Muslim yang terletak di tepi Laut Kaspia di pegunungan Kaukasus utara.

Kelompok pemantau protes OVD-Info mengatakan setidaknya 100 orang ditahan di ibu kota regional Makhachkala.

Puluhan video yang diposting di media sosial menunjukkan konfrontasi dengan polisi ketika pengunjuk rasa berteriak “tidak untuk perang!”

Satu video menunjukkan sekelompok wanita mengejar seorang petugas polisi, sementara beberapa klip menunjukkan bentrokan, termasuk polisi yang duduk di atas pengunjuk rasa, ketika petugas berusaha melakukan penahanan.

Belum ada verifikasi atas video beredar, yang dibagikan secara luas di media sosial Rusia dan oleh media independen. Belum ada pernyataan resmi kepolisian Dagestan.

Pemantau hak OVD-Info mengatakan prihatin dengan rekaman “penahanan yang sangat keras” di Makhachkala.

Pada demo Minggu, polisi melepaskan tembakan ke udara setelah puluhan pengunjuk rasa di sebuah desa di Dagestan memblokir jalan utama sebagai protes terhadap pemanggilan lebih dari 100 pria desa dengan populasi 8.000 orang untuk dinas militer.

Dagestan kehilangan banyak warganya selama perang tujuh bulan di Ukraina. Menurut penghitungan BBC Rusia, setidaknya 301 tentara dari Dagestan telah tewas – paling banyak dari wilayah Rusia mana pun dan lebih dari 10 kali jumlah kematian dari tentara asal Moskow, yang memiliki populasi lima kali lebih besar.

Kementerian Pertahanan Rusia Rabu lalu menyatakan, hampir 6.000 tentara Rusia tewas sejak invasi 24 Februari, namun tidak mengeluarkan perincian regional dari angka korban.

2.000 orang ditahan

Demonstrasi tapa izin adalah ilegal menurut undang-undang anti-protes Rusia, dan jarang terjadi di luar kota-kota besar.

Lebih dari 2.000 orang ditahan dalam demonstrasi anti-mobilisasi di Rusia sejak Putin mengumumkan upaya tersebut, yang oleh Kremlin disebut sebagai “mobilisasi parsial” kata kelompok OVD-Info, yang memantau protes dan memberikan bantuan hukum kepada mereka yang ditahan.

Dalam upaya untuk menghilangkan kemarahan publik, Gubernur Dagestan Sergei Melikov mengatakan pada hari Minggu bahwa “kesalahan telah dibuat” dalam peluncuran mobilisasi di wilayah tersebut, dalam sebuah posting di halaman Telegram-nya.

Ada beberapa laporan dari seluruh Rusia tentang kesalahan perekrutan dengan memanggil orang-orang yang belum pernah dinas militer, atau orang tua dari anak-anak kecil. Menteri Pertahanan Sergei Shoigu sebelumnya menyatakan, mereka dikecualikan dari wajib militer ini.

Dua anggota parlemen paling senior Rusia – sekutu utama Putin – juga membahas kekhawatiran publik tentang mobilisasi, mengakui pemanggilan itu “berlebihan” sehingga memicu kemarahan publik.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

Terpilih Ketum DPD IMM Aceh, Hakiki Diharapkan Mampu Membina Cabang-Cabang

Next Post

Rupiah Diprediksi Melemah ke 15.070 per Dolar AS, Apa Saja Pemicunya?

Next Post

Rupiah Diprediksi Melemah ke 15.070 per Dolar AS, Apa Saja Pemicunya?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tokoh Muda Susoh Apresiasi Bupati Dr. Safaruddin Atas Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Gampong Panjang Baru

Tokoh Muda Susoh Apresiasi Bupati Dr. Safaruddin Atas Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Gampong Panjang Baru

12/10/2026
1.387 Jiwa Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tenggara

1.387 Jiwa Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tenggara

12/10/2026
Dek Fadh Hadiri Tasyakuran Tiga Pejabat Asal Aceh di Jakarta

Dek Fadh Hadiri Tasyakuran Tiga Pejabat Asal Aceh di Jakarta

12/10/2026
Ohku, Dua Kecamatan di Aceh Timur Kembali Direndam Banjir

Ohku, Dua Kecamatan di Aceh Timur Kembali Direndam Banjir

12/10/2026
Banjir Kembali Rendam Sembilan Kecamatan di Aceh Tamiang

Banjir Kembali Rendam Sembilan Kecamatan di Aceh Tamiang

12/10/2026

Terpopuler

In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

12/10/2026

Sriwijaya Taklukkan Kebinet dengan Selisih Dua Angka, Ceh Win Kul Bertahan dari Gempuran Syair

Mobilisasi Militer Rusia Ditolak di Dagestan, 100 Orang Ditahan

Tokoh Muda Susoh Apresiasi Bupati Dr. Safaruddin Atas Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Gampong Panjang Baru

Pekerja Tersengat Listrik di Atas Ruko Pidie Jaya, Jatuh 5 Meter hingga Meninggal

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com