Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Alasan Warga Inggris Banyak yang Sengsara sampai Makan Karet-Jadi PSK

Admin1 by Admin1
28/09/2022
in Internasional
0

Jakarta – Inggris digegerkan dengan semakin banyak warganya yang hidup melarat mulai dari tak makan demi bayar tagihan listrik hingga menjadi pekerja seks komersial (PSK) demi bisa memenuhi biaya hidup yang meroket.

Menurut laporan Money Advice Trust diperkirakan 20 persen orang dewasa Inggris atau 10,9 juta orang menunggak tagihan listrik. Angka ini naik sekitar 45 persen sejak perhitungan terakhir di Maret lalu.

Selain itu, berdasarkan survei opinium, terdapat 5,6 juta warga rela mengurangi jatah makan dalam tiga bulan terakhir sebagai akibat dari krisis. Ini termasuk melewatkan makan, makan sekali sehari, atau tidak makan sama sekali pada beberapa hari.

Beberapa kepala sekolah di Inggris juga melaporkan anak-anak memakan karet atau bersembunyi di taman bermain saat jam istirahat karena mereka tak mampu membeli makan siang.

Sementara itu, semakin banyak perempuan Inggris yang memilih menjadi pekerja seks demi bisa memenuhi biaya hidup mereka.

Juru bicara organisasi English Collective of Prostitutes, Niki Adams, menuturkan bahwa, “Harga biaya hidup kini memaksa perempuan melakukan pekerjaan seks dengan berbagai cara, entah di jalan ataupun secara virtual,” dikutip dari situs resmi lembaga itu.

“Apa yang kami lihat saat ini adalah orang-orang bekerja di sana karena putus asa.”

Adams menilai tak hanya membuat sejumlah perempuan baru memilih bekerja seks, krisis juga menyebabkan masyarakat yang sudah lepas dari pekerjaan itu kembali lagi.

Semua fenomena ini terjadi gegara kenaikan harga energi seperti bahan bakar minyak (BBM) dan gas yang turut membuat biaya hidup melambung tinggi.

Selain itu, Inggris yang memasuki resesi juga menjadi penyebab semakin banyak warga Inggris yang kian hidup sengsara.

Sebagaimana dilansir Evening Standard, resesi ini terjadi akibat lonjakan harga energi, konflik di Ukraina, Brexit, dan efek relaksasi ekonomi setelah penguncian (lockdown) Covid-19.

Pada Agustus, inflasi di Inggris menjadi 9,9 persen dan diprediksi bakal terus meningkat. Harga pound sterling juga semakin turun.

Kondisi ekonomi ini lah yang membuat warga Inggris semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Salah satu warga negara Indonesia yang kini berada di Inggris, Muhammad Fahmi Ardi, bahkan mengatakan ia harus sangat berhemat demi bisa hidup di negara itu.

Salah satu cara penghematan ini adalah memotong anggaran konsumi dan tak menggunakan listrik berlebihan.

“Memotong (biaya) konsumsi. Selalu cek-cek promosi diskon jika belanja di swalayan. Mengurangi makan di restoran atau kedai luar rumah,” tutur Fahmi yang berprofesi sebagai arsitek lansekap di London kepada CNNIndonesia.com.

Ia kemudian bercerita, “[Saya] harus mengurangi penggunaan energi atau konsumsi listrik. Salah satu contohnya ketika cuci piring. Saya tak lagi menggunakan mesin cuci piring otomatis,” ujarnya.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

BNN Pantau Ladang Ganja di Aceh Gunakan Satelit

Next Post

Turki: Indonesia Kepincut Beli Drone Bersenjata Kami

Next Post

Turki: Indonesia Kepincut Beli Drone Bersenjata Kami

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

31.051 Nama, 931,53 Ton Beras: Siapa Menjamin Bantuan Pidie Jaya Tepat Sasaran?

31.051 Nama, 931,53 Ton Beras: Siapa Menjamin Bantuan Pidie Jaya Tepat Sasaran?

19/08/2026
SD Alam Inklusif IOS dan BENTALA Perkuat Pendidikan Lingkungan

SD Alam Inklusif IOS dan BENTALA Perkuat Pendidikan Lingkungan

19/08/2026
Kemenag Aceh Timur Kunjungi Kediaman Dua Siswi Korban Musibah Kebakaran

Kemenag Aceh Timur Kunjungi Kediaman Dua Siswi Korban Musibah Kebakaran

19/08/2026
STIKes Assyifa Aceh Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Bira Lhok

STIKes Assyifa Aceh Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Bira Lhok

19/08/2026
Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Koalisi: Izin Bukan Cek Kosong

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Koalisi: Izin Bukan Cek Kosong

19/08/2026

Terpopuler

Dekan Serahkan SK kepada 44 Ketua Departemen, Sekretaris, dan Ketua Program Studi di Lingkup FKIP USK

Dekan Serahkan SK kepada 44 Ketua Departemen, Sekretaris, dan Ketua Program Studi di Lingkup FKIP USK

17/08/2026

Alasan Warga Inggris Banyak yang Sengsara sampai Makan Karet-Jadi PSK

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

Ombudsman Diminta Turun ke MAA Pidie, Korwil LIN Soroti Proses PAW

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com