Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

BKSDA Aceh Harap Masyarakat Berbagi Ruang dengan Satwa Liar

Admin1 by Admin1
02/10/2022
in Nanggroe
0
Gajah Liar Obrak-abrik Dapur Warga di Pintu Rime Gayo

Ilustrasi gajah. Foto antara

BANDA ACEH – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh berharap masyarakat di provinsi setempat khususnya di Kabupaten Pidie dapat membagi ruang dengan satwa liar seperti gajah. Hal itu penting dalam upaya meminimalkan konflik masyarakat dengan gajah.

“Konflik satwa gajah liar dengan manusia sering terjadi di Kabupaten Pidie sehingga ini perlu adanya pembagian ruang dengan satwa liar gajah agar dapat hidup bersama secara bagian masing-masing dengan tidak merugikan yang lain,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Kamaruzzaman di Pidie, Sabtu (1/10/2022).

Pernyataan itu disampaikannya menanggapi adanya laporan gajah liar yang mengobrak-abrik lahan perkebunan warga di Gampong/desa Cot Cantek Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie pada Jumat (30/9/2022).

Ia menjelaskan kondisi di lapangan yakni hutan tempat perlintasan satwa dilindungi tersebut sedang tidak baik-baik karena manusia tidak lagi mengurus alam dan ulah tangan jahil manusia seperti illegal loging, perambahan dan perubahan fungsi lahan.

Ia menjelaskan jalur yang dilalui satwa liar untuk digunakan mencari makan semakin sempit karena ekosistem alam tidak dijaga dan rusak. Sehingga, satwa terganggu dan terjadilah konflik dengan manusia.

Ia menambahkan, jalur yang biasanya dilalui dan tempat yang biasa dihuni gajah sudah tidak ada lagi. Habitat yang nyaman untuk keberlangsungan hidup satwa dicemari oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Ia mengatakan untuk mencegah konflik gajah dan manusia di Kabupaten Pidie tersebut pihaknya telah mengiring gajah agar kembali ke habitat asal. Meskipun, hewan tersebut kerap kembali lagi ke area tanaman warga.

“Saat ini tim sedikit terkendala harus membagi personel ke lapangan karena konflik kerap terjadi secara bersamaan,” katanya.

Sebelumnya, kawanan gajah liar merusak tanaman produktif milik warga sebanyak 24 hektare sejak lima hari yang lalu, di Desa Cot Cantek Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie. “Warga tidak berani ke kebun karena gajah masih bersembunyi di tengah kebun yang luas sekitar 24 hektare,” kata Keuchik/kepala desa, Gampong Cot Cantek, Jumat.

Ia menjelaskan ratusan tanaman dirusak dan dipatahkan oleh gajah, bahkan ada yang dimakan seperti pohon pinang, pohon kelapa, pohon nangka, pohon pisang dan rambutan. Menurut dia tanaman yang dirusak gajah tersebut sudah bisa di panen, tetapi kawanan gajah liar itu menghancurkan semua tanaman.

Sumber: republika.co.id

Previous Post

Pelatih Persiraja Persembahkan Kemenangan untuk Rakyat Aceh

Next Post

Asisten 2 Sekda Aceh Ajak Semua Pihak Ikut Turunkan Stunting

Next Post

Asisten 2 Sekda Aceh Ajak Semua Pihak Ikut Turunkan Stunting

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

RSUD Teungku Peukan Abdya Gelar Forum Konsultasi Publik, Evaluasi Standar Pelayanan

RSUD Teungku Peukan Abdya Gelar Forum Konsultasi Publik, Evaluasi Standar Pelayanan

31/08/2026
Uang Rakyat Dipertaruhkan, 27 Pemegang Mandat Pidie Jaya Ditantang Buka Data Oleh Mahasiswa

Uang Rakyat Dipertaruhkan, 27 Pemegang Mandat Pidie Jaya Ditantang Buka Data Oleh Mahasiswa

31/08/2026
Pastikan Tahanan Aman, Kapolres Pidie Sidak Penjagaan hingga SPKT

Pastikan Tahanan Aman, Kapolres Pidie Sidak Penjagaan hingga SPKT

31/08/2026
Bahasa Arab Bukan Sekadar Bahasa Agama, Syeikh Mu’az Ungkap Kekayaan Sastranya di STAI Pante Kulu

Bahasa Arab Bukan Sekadar Bahasa Agama, Syeikh Mu’az Ungkap Kekayaan Sastranya di STAI Pante Kulu

31/08/2026
Rp70,5 Miliar APBG Pidie Jaya Mengendap, Gaji Perangkat Gampong Mandek 4 Bulan

Rp70,5 Miliar APBG Pidie Jaya Mengendap, Gaji Perangkat Gampong Mandek 4 Bulan

31/08/2026

Terpopuler

Rp70,5 Miliar APBG Pidie Jaya Mengendap, Gaji Perangkat Gampong Mandek 4 Bulan

Rp70,5 Miliar APBG Pidie Jaya Mengendap, Gaji Perangkat Gampong Mandek 4 Bulan

31/08/2026

BKSDA Aceh Harap Masyarakat Berbagi Ruang dengan Satwa Liar

Masyarakat Aceh Tagih Janji Realisasi Pengumuman Status Blang Padang yang Diikrarkan Ketua MPU Aceh

Kecelakaan Ganda di Susoh, Pengendara Becak Barang Warga Tapaktuan Meninggal Dunia

Uang Rakyat Dipertaruhkan, 27 Pemegang Mandat Pidie Jaya Ditantang Buka Data Oleh Mahasiswa

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com