BANDA ACEH – Muda Seudang Aceh melalui Sekretaris Jenderal, Mulia Abdul Wahab menyampaikan bahwa pada Agustus – September Pengurus Muda Seudang Aceh secara bertahap telah melaksanakan konsolidasi wilayah dengan DPW Partai Aceh dan Pengurus Muda Seudang di 23 Kab/Kota Se-Aceh.
Pada beberapa kabupaten/kota pengurus Muda Seudang Aceh juga melakukan silaturahmi dengan KPA Wilayah, Pengurus Wilayah Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) dan tokoh-tokoh perjuangan serta perdamaian Aceh
Mulia menyampaikan, tujuan utama pada agenda ini merupakan koordinasi tahunan Muda Seudang Aceh dengan pengurus DPW Partai Aceh Kab/Kota dan Pengurus Muda Seudang di wilayah, pada kesempatan kali ini berfokus dalam menyukseskan rekrutmen dan pendidikan politik dasar Muda Seudang di Kabupaten/Kota.
“Alhamdulillah, seluruh DPW Kabupaten/Kota menyambut baik dalam menyukseskan rekrutmen terpadu yang telah dilaksanakan dan mendukung penuh pendidikan politik untuk kader Muda Seudang,” ujarnya.
Menurutnya, Pengurus Wilayah Partai Aceh juga mengapresiasi Muda Seudang sebagai wadah kepemudaan yang yang berani menjadi representatif Pemuda Aceh yang terlihat dari menjunjung tinggi keterbukaan dan demokratis.
“Untuk di beberapa wilayah yang masih berstatus formatur pembentukan, kami memberikan wewenang sepenuhnya kepada kader untuk berdemokrasi dengan musyawarah di tingkatan wilayah dalam menjalankan roda organisasi,” katanya.
“Dengan kesiapan pondasi lembaga yang baik, kami berkomitmen penuh Muda Seudang menjadi wadah representatif pemuda Aceh yang terbuka dan demokratis. Dua hal mendasar ini akan menjadi modal penting bagi Muda Seudang dalam menjalankan tiga peranannya,” tambahnya.
Pertama, Pejuang Implementasi Nilai Kemerdekaan, sebagaimana kita ketahui Aceh sebagai daerah modal dan benteng terakhir Indonesia pada 1948, sudah seharusnya Pemuda Aceh kritis dalam mengawal implementasi nilai-nilai kemerdekaan yang termaktub pada Pancasila, karena hanya itu pembeda antara Hindia Belanda dengan Indonesia, implementasi tersebut akan terus berlanjut dari generasi ke generasi.
Kedua, Juru Penerangan Sejarah dan Kepentingan Aceh, pentingnya memahami sejarah adalah bentuk kecintaan terhadap tanah air dan mengenal jati diri Bangsa Aceh serta memahami MoU Helsinki dengan turunannya yang menjadi rujukan kepentingan Aceh.
Serta Ketiga, Duta Perdamaian, dengan mewujudkan, memperjuangkan dan menjaga kepentingan Aceh sesuai dengan rujukan Nota Kesepahaman Helsinki adalah langkah konkrit menjaga perdamaian Aceh yang hakiki.
“Pada Konsolidasi kali ini, Muda Seudang juga mendiskusikan program-program yang akan dilaksanakan kedepannya dalam mendukung nilai perjuangan Partai Aceh tentunya dengan memenangkan Partai Aceh pada Pemilu 2024 dan H. Muzakir Manaf atau Mualem pada Pilkada 2024 mendatang,” ucapya.
Dengan mengambil segmen kelompok pemilih muda yang terdiri dari umur 17-35 tahun yang berjumlah 1,85 juta atau sekitar 51% jumlah keseluruhan pemilih di Aceh.
Bermodal kepercayaan penuh dari Partai Aceh sebagai pintu aspirasi pemuda Aceh, Muda Seudang akan memaksimalkan kinerjanya dalam menampung aspirasi Pemuda untuk diperjuangkan melalui Partai Aceh.
“Seluruh DPW Partai Aceh Kab/Kota juga memberikan mandat penuh kepada Muda Seudang untuk menjadi wadah representatif Pemuda di Partai Aceh,” tutup Mulia









