“Cinta itu butuh bukti bukan sekedar retorika belaka.”
Hal ini dikatakan Cut Safarina dalam diskusi ilmiah yang dilaksanakan KDI (Komunitas Diskusi Ilmiah), Selasa (01/11) di Gerobak Arabica Lamnyong, Banda Aceh.
Kata dia, fenomena seringnya terjadi banjir, cuaca ekstrim, merupakan implikasi dari lemahnya kesadaran manusia dalam menjaga lingkungan.
“Katanya cinta lingkungan, namun sampah masih di mana-mana, pohon ditebang sesuka hati,” kata Cut Safarina.
Diskusi ilmiah yang dipandu Ade Via Rusmidar itu, diawali pembaca puisi satir oleh Nadia Salsabila berjudul “Ironi Negeri Ini” karya Afriani Afdha.”
Dalam kesempatan itu Cut Safarina menegaskan perlunya kesadaran bersama akan cinta lingkungan. Tentu saja dimulai dengan hal-hal kecil namun berdampak besar bila dilakukan bersama.
“Cinta pada lingkungan dapat dimulai dengan memisahkan sampah organik dan non-organik, sehingga memudahkan dalam proses selanjutnya,” kata Cut yang merupakan PNS DLHK3 Kota Banda Aceh tersebut.
Dalam kesempatan itu Cut Safarina mengajak KDI ikut berpartisipasi dalam penanganan sampah melalui Bank Sampah.
“Adinda dari Komunitas Diskusi Ilmiah (KDI) dapat ikut berpartisipasi memilih dan memilah sampah dan menyerahkannya pada Bank Sampah,” kata Cut.








