Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Kim Jong Un Paksa Warga Korut Ubah Nama Pakai Unsur Militer-Sosialis

Admin1 by Admin1
01/12/2022
in Internasional
0

Jakarta – Pemerintah rezim Kim Jong Un memaksa warga Korea Utara mengganti nama menggunakan unsur seperti militeristik dan sosialis demi menjunjung ideologi negara itu.

Diberitakan Radio Free Asia, seorang warga mengatakan otoritas Korut baru-baru ini meminta warga yang memiliki akhiran vokal lembut untuk diubah menjadi lebih ideologis.

Tak cuma itu, nama anak-anak juga diminta diubah jika dinilai tak cukup “revolusioner”.

“Perintah otoritas kehakiman untuk segera mengganti nama anti-sosialis sudah ditegaskan di setiap rapat warga sejak Oktober,” kata penduduk Hamgyong Utara yang tak ingin disebut namanya kepada Radio Free Asia.

“Mulai bulan lalu, pemberitahuan terus-menerus dikeluarkan pada pertemuan warga unit jaga lingkungan untuk mengubah semua nama tanpa konsonan akhir,” ujar dia melanjutkan.

Dia mengatakan bagi warga yang tidak memiliki konsonan akhir, diberikan waktu hingga akhir tahun untuk menambahkan “makna politis” pada untaian nama mereka guna “memenuhi standar revolusioner”.

Sumber lain juga mengatakan bahwa dalam pertemuan dan pemberitahuan publik, pejabat Korut telah menginstruksikan orang dewasa dan anak-anak untuk mengubah nama mereka jika dianggap terlalu lembut dan sederhana.

Mereka yang tidak memiliki konsonan akhir juga diminta mengubah nama karena dianggap “anti-sosialis”.

Perintah ubah nama ini dikeluarkan setelah Korut mendapati banyak warga yang menggunakan nama-nama lembut seperti yang ada di Korea Selatan selaku musuh bebuyutannya.

Pemerintah menilai nama-nama semacam itu menunjukkan sikap anti-sosialis.

Otoritas bahkan tak segan mendenda siapa pun yang tidak menggunakan nama dengan makna politis.

“Pihak berwenang mengkritik beberapa generasi keluarga karena tak ragu menamai anak-anak mereka dengan campuran nama China, Jepang, dan Korea Selatan ketimbang Korea Utara,” ujar sumber kedua.

Meski begitu, belum diketahui apakah pemerintah benar-benar serius untuk memberikan denda kepada warga yang ogah ganti nama.

Aturan ini sendiri banyak ditentang oleh para orang tua. Mereka dengan sinis mempertanyakan apakah mereka mesti menggunakan nama kuno seperti Yong Chol, Man Bok, atau Sun Hui untuk tinggal di Korut.

Warga menilai perintah tersebut adalah bukti “tirani otoritas yang memaksakan kolektivisme”.

Mereka tak habis pikir lantaran tak diberi kebebasan untuk sekadar menamai dirinya sendiri.

“[Apakah pihak berwenang akan memaksa orang tua menamai anak-anak mereka] demi mencerminkan era kelaparan dan penindasan saat ini?” ujar sumber lain.

“Bagaimana mungkin manusia tidak diizinkan untuk menamai dirinya sendiri? Apakah kita sebenarnya bagian dari perangkat mekanis dan ternak?” ucap sumber kedua.

Di masa lalu, warga Korea Utara memang didesak untuk memberi nama patriotik kepada anak-anak mereka dengan makna ideologis bahkan militeristik, seperti Chung Sim (kesetiaan), Chong Il (senjata), Pok Il (bom), atau Ui Song (satelit).

Namun dalam beberapa tahun terakhir, warga mulai menamakan anak-anak mereka dengan lebih lembut dan lebih mudah diucapkan, seperti A Ri (orang tersayang), So Ra (cangkang keong), dan Su Mi (super cantik).

Nama-nama itu dibuat dengan mengikuti tren nama-nama dengan akhir vokal lembut seperti di Korea Selatan.

Pemerintah Korut pun tak terima lantaran nama-nama seperti di Korsel dinilai menunjukkan sikap anti-sosialis.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Polres Pidie Cek Harga Gas 3 Kilo di Pangkalan

Next Post

Pemerintah Siapkan 2,5 Hektare Lahan untuk Rumah Korban Gempa Cianjur

Next Post

Pemerintah Siapkan 2,5 Hektare Lahan untuk Rumah Korban Gempa Cianjur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Rian Syaf Targetkan Demokrat Kembali Berjaya di Aceh Tengah

Rian Syaf Targetkan Demokrat Kembali Berjaya di Aceh Tengah

19/06/2026
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pidie Jaya Sambangi Purnawirawan: Pengabdian Tak Pernah Pensiun

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pidie Jaya Sambangi Purnawirawan: Pengabdian Tak Pernah Pensiun

19/06/2026
Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

19/06/2026
Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

19/06/2026
Kasus Potong Tangan di Aceh Besar, PMII Tolak Main Hakim Sendiri

Kasus Potong Tangan di Aceh Besar, PMII Tolak Main Hakim Sendiri

19/06/2026

Terpopuler

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

18/06/2026

Kakanwil Kemenag Aceh Lantik 40 Pejabat Fungsional, Tekankan Inovasi dan Kerja Tim dalam Melayani Umat

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Rian Firmansyah Dorong Seniman Aceh Jadikan Budaya sebagai Kekuatan Ekonomi Kreatif

Haji Kamaruddin Terpilih sebagai Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi ABAS

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com