Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Balita Bocor Jantung di Abdya Butuh Uluran Tangan Dermawan

Atjeh Watch by Atjeh Watch
02/01/2023
in Lintas Barat Selatan
0

BLANGPIDIE – Seorang bocah berusia 1 tahun, Nuri Hidayatun Nissa warga Gampong Muka Blang Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya, mengalami bocor jantung dan kini sangat membutuhkan bantuan dari dermawan.

Anak kandung dari Nasrudin (49) dan Syukri Hidayanti (42) yang merupakan keluarga miskin tersebut hendak dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita, di Jakarta untuk menjalani operasi bocor jantung yang dialaminya sejak dari lahir.

Selaku Orangtua, semua kita tidak menginginkan anak-anak kita mengalami penyakit kronis seperti yang dialami Nuri Hidayatun Nissa. Namun apa hendak dikata, nasib dan cobaan itu harus dihadapi orangtuanya Nuri.

Syukri Hidayanti, Ibu kandung Nuri mengatakan, anak perempuannya mengalami kondisi bocor jantung awalnya diketahui setelah diberitahukan oleh dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUDTP) Abdya.

“Di usia 1 bulan, Nuri sudah kami bawa berobat ke RSU ZA Banda Aceh, dan bahkan sudah tiga belas kali berobat disana, namun hasilnya tidak ada perubahan sama sekali,” ungkap Syukri Hidayanti kepada awak media, Senin (02/01/2023).

Menurut keterangan dokter spesialis yang menangani Nuri di RSU ZA Banda Aceh, bocah malang itu mengalami kondisi bocor jantung di dua titik, yaitu dengan ukuran 2 mm dan 8 mm.

“Kalau makan dan minum Nuri mau, akan tetapi keluhannya anak saya ini tidak tumbuh dan berkembang, karena kondisi penyakit bocor jantung yang dialaminya,” ujar Hidayanti.

Saat ini, Nuri hendak dirujuk ke RS Harapan Kita di Jakarta untuk menjalani operasi bocor jantung yang dialaminya.

Sementara, untuk berobat ke Jakarta, keluarga miskin tersebut terkendala dengan biaya yang terlalu besar. Terutama biaya transportasi, akomodasi dan makan minum di Jakarta.

Apalagi ayah Nuri, Nasrudin sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh serabutan dan dari hasil pendapatan kerjanyanya belum mampu membiayai biaya operasi bocor jantung anaknya ke Jakarta.

“Pengalaman banyak orang yang sudah-sudah berobat ke Jakarta, sampai 4 bulan disana. Jadi kami tidak punya biaya, sementara anak kami ini dalam waktu dekat menunggu jadwal menjalani operasi di RS Harapan Kita di Jakarta,” ungkap Syukri Hidayanti dengan raut wajah sedih.

Karena itu, demi kesembuhan sibuah hati, Syukri Hidayanti sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah khususnya para dermawan yang terketuk pintu hatinya berniat meringankan beban keluarganya tersebut.

“Harapan, kami sangat butuh bantuan untuk biaya operasi Nuri ke Jakarta. Jika ada dermawan yang memberikan bantuan, kami ucapan terimakasih banyak. Semoga Allah SWT membalas kebaikan mereka,” ucapnya.

Syukri Hidayanti juga mengaku sudah melayangkan permohonan bantuan ke Baitul Mal Abdya dengan harapan mendapatkan bantuan untuk meringankan biaya berobat anaknya tersebut.

“Sudah ke Baitul Mal, Alhamdulillah dilayani sangat baik oleh petugasnya. Dan saya sudah ajukan berkas untuk dimasukkan ke dalam calon penerima bantuan biaya pendampingan pasien yang berobat ke rumah sakit luar daerah,” tuturnya.

Akan tetapi, sambung Syukri, bantuan pendampingan pasien dari Baitul Mal Abdya tersebut jumlahnya Rp 2 juta juga belum cukup untuk menalangi semua kebutuhan ketika nantinya berangkat ke Jakarta dan keperluan lainnya untuk kesembuhan anak mereka disana.

Nasrudin dan Syukri Hidayanti adalah sepasang keluarga miskin di Gampong Muka Blang Kecamatan Kuala Batee Abdya, hidup dengan kondisi serba kekurangan.

Mereka dianugerahi empat orang anak, diantaranya anak sulung Reza Pria Pratama (20) sudah putus sekolah, saat ini ia bekerja sebagai buruh angkutan sawit.

Adiknya Reza, yaitu Khalis Aditya masih duduk kelas 3 SMA, sementara anaknya yang nomor 3 Taufik Arrahman kelas 5 MIN, dan yang terakhir anak bungsunya Nuri Hidayatun Nissa yang kini masih berusia 1 tahun dan sedang mengalami penyakit bocor jantung.

Bagi para dermawan yang terketuk hatinya ingin membantu meringankan biaya operasi Nuri Hidayatun Nissa nantinya di rumah sakit Harapan Kita di Jakarta, untuk open donasi dapat menghubungi langsung nomor HP 0853-6017-2780 atas nama ibu kandungnya, Syukri Hidayanti. [Rusman]

Previous Post

Hadiri Haul Abon Aziz, Syech Fadhil: Beliau Itu Panutan Kita…

Next Post

Kemenag Aceh Barat Beri Bantuan Sembako untuk Panti Asuhan

Next Post
Kemenag Aceh Barat Beri Bantuan Sembako untuk Panti Asuhan

Kemenag Aceh Barat Beri Bantuan Sembako untuk Panti Asuhan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Roni Guswandi Bacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia HUT RI ke-81 di Abdya

Roni Guswandi Bacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia HUT RI ke-81 di Abdya

17/08/2026
Siswa SMAN 9 Takengon Tampilkan Teater pada HUT Kemerdekaan RI ke-81

Siswa SMAN 9 Takengon Tampilkan Teater pada HUT Kemerdekaan RI ke-81

17/08/2026
Ombudsman Diminta Turun ke MAA Pidie, Korwil LIN Soroti Proses PAW

Ombudsman Diminta Turun ke MAA Pidie, Korwil LIN Soroti Proses PAW

17/08/2026
SMAN 9 Takengon Raih Penghargaan Sekolah Terbersih dan Penataan Lingkungan

SMAN 9 Takengon Raih Penghargaan Sekolah Terbersih dan Penataan Lingkungan

17/08/2026
Camat Salamuddin Inspektur Upacara HUT Ke-81 RI di Peukan Bada

Camat Salamuddin Inspektur Upacara HUT Ke-81 RI di Peukan Bada

17/08/2026

Terpopuler

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

16/08/2026

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

Dekan Serahkan SK kepada 44 Ketua Departemen, Sekretaris, dan Ketua Program Studi di Lingkup FKIP USK

Nyan, Tim Gabungan Temukan Mobil Tangki 1.000 Liter Antre BBM di SPBU Aceh

Balita Bocor Jantung di Abdya Butuh Uluran Tangan Dermawan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com