Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Bank Indonesia dan USK Kaji Perikanan Tangkap di Aceh

Atjeh Watch by Atjeh Watch
08/02/2023
in Kampus
0

BANDA ACEH – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh bekerjasama dengan Pusat Riset Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (PRKP USK), lewat sebuah kajian telah mengidentifikasi bidang-bidang utama untuk perbaikan di sektor perikanan tangkap di Aceh.

Laporan kajian ini merekomendasikan sektor-sektor perikanan tangkap apa saja yang memiliki kelayakan bisnis yang baik, sehingga feasible untuk ditawarkan kepada investor. Hasil kajian ini dipaparkan pada acara Lokakarya Pra-Diseminasi Kajian Kelautan dan Perikanan Aceh: Potensi, Optimalisasi, dan Peluang Investasi, Selasa-Rabu, 7-8 Februari 2023 di Auditorium Teuku Umar, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Banda Aceh.

Kajian tersebut dinilai penting untuk mendorong perkembangan industri perikanan dan dampaknya pada pengurangan laju inflasi. Studi ini dilakukan oleh tim ahli dari PRKP USK yang terdiri dari dosen serta peneliti pada Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USK.

“Dengan menangani bidang-bidang utama ini, kami percaya bahwa kami dapat menciptakan industri perikanan yang lebih efisien dan berkelanjutan yang menguntungkan semua pemangku kepentingan. Harapannya hasil kajian ini dapat dijadikan referensi bagi investor untuk melakukan investasi di Aceh,” kata Ketua Tim Peneliti USK, Haekal A. Haridhi.

Dalam hasil kajian tersebut, ditemukan masalah serta didiskusikan solusinya pada industri perikanan tangkap di Aceh, termasuk praktik penangkapan ikan, penyimpanan dan distribusi, serta aspek pemasarannya dengan menghadirkan peserta yang terdiri dari pengambil kebijakan, akademisi, pelaku usaha perikanan, serta Lembaga Adat Panglima Laot.

“Studi ini menemukan bahwa memodernisasi teknik penangkapan ikan, meningkatkan fasilitas penyimpanan dan distribusi, serta memperluas pemasaran dan distribusi produk ikan, merupakan kunci untuk mendorong industri dan mengurangi inflasi,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Rony Widijarto P menyampaikan, studi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi untuk mengembangkan industri perikanan.

“Studi ini memberikan peta jalan yang jelas bagi pemerintah Aceh dan industri perikanan untuk bekerja sama baik dari komponen regulator, akademisi dan praktisi, dalam merevitalisasi aspek yang perlu ditingkatkan pada Industri perikanan tangkap,” sebutnya.

Ia memjabarkan, studi tersebut menganalisa gap yang ada, serta solusi yang diidentifikasi untuk mengisi gap tersebut. Responden terdiri dari regulator terutama Bappeda dan Dinas Kelautan perikanan, pengelola pelabuhan perikanan serta para pelaku industri di masing-masing kabupaten/kota. Studi ini juga dilengkapi dengan feasibility study untuk jenis usaha yang dianggap fseaibel seperti usaha docking, cold storage, pengangkutan berpendingin dan lain-lain.

“Temuan studi ini akan digunakan untuk memandu kebijakan pemerintah dan investasi industri, dengan tujuan menciptakan sektor perikanan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan,” beber Rony.

Previous Post

Sejumlah Desa di Aceh Tengah Belum Miliki Sinyal Telekomunikasi

Next Post

Disperindagkop Pijay Sukses Gelar Pasar Murah

Next Post

Disperindagkop Pijay Sukses Gelar Pasar Murah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Brgijen Ruddi Setiawan Diangkat Jadi Kapolda Aceh

Brgijen Ruddi Setiawan Diangkat Jadi Kapolda Aceh

26/06/2026
Prodi KPI UIN Madura dan STAIN Meulaboh Sorot Komunikasi Publik Pemerintah Melalui Webinar Kolaborasi

Prodi KPI UIN Madura dan STAIN Meulaboh Sorot Komunikasi Publik Pemerintah Melalui Webinar Kolaborasi

26/06/2026
Kejari Banda Aceh Tahan Dua Tersangka Pelanggaran Syariat Islam

Kejari Banda Aceh Tahan Dua Tersangka Pelanggaran Syariat Islam

26/06/2026
Tertibkan Aktivitas Tambang, Pemkab Aceh Jaya Ajukan Penetapan WPR ke Pemerintah Aceh

Tertibkan Aktivitas Tambang, Pemkab Aceh Jaya Ajukan Penetapan WPR ke Pemerintah Aceh

26/06/2026
Aceh Tengah Kembali Terima Alkes Bantuan Kemenkes Untuk Daerah Terdampak Bencana

Aceh Tengah Kembali Terima Alkes Bantuan Kemenkes Untuk Daerah Terdampak Bencana

26/06/2026

Terpopuler

Bank Indonesia dan USK Kaji Perikanan Tangkap di Aceh

08/02/2023

Bupati Abdya Isi Materi di Pengajian Rutin Pemuda Pancasila

Dugaan Mark Up Arena MTQ Aceh Mengemuka, Aktivis Mahasiswa Minta APH Telusuri Aliran Anggaran

34 Tim akan Meriahkan Lomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar

Tabligh Akbar Peringati 1 Muharram di Abdya, Ucay Roasting Pejabat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com