Abdya– Bertani sudah jadi lifestyle atau gaya hidup bagi hendriyadi, kegiatan sehari-hari bekerja kantoran namun sepulang dari berdinas ia mengolah tanah menjadi pundi rupiah,sesibuk apapun di dinas tempat ia mengabdi, namun jiwa bertani nya meronta-ronta. pria gempal berkulit sawo matang ini terus berinovasi dengan segudang prestasi.

Nama Hendri sudah tidak asing lagi ditengah masyarakat dan warga abdya,sepak terjang nya didunia pertanian tidak perlu diragukan lagi apalagi ia juga bekerja salah satu intansi pemerintahan di dinas pertanian aceh barat daya,pekerjaan nya dikantor selesai tepat waktu dan bertani pun ia tuai sukses,pria hitam manis ini memang sangat ulet,rajin dan gigih dalam dunia tani dan bisnis, kelihaian nya memang patut diacungi jempol,kenapa tidak,bapak tiga orang anak ini berhasil menyulap lahan yang tidak terpakai disekitaran rumah warga menjadi tempat penghasil pundi rupiah.
Ia tidak bisa melihat lahan-lahan telantar dibiarkan tumbuh semak belukar dan tidak digarap,daripada menjadi sarang hewan buas lebih baik kita manfaatkan untuk bertani,”ungkap hendri.

Memberdayakan warga dan anak muda di kecamatan susoh,kabupaten aceh barat daya, hendri berhasil mengolah lahan yang tidak produktik menjadi lahan pertanian yang subur dan menjanjikan.
Contohnya hari ini ia memanfaatkan lahan warga yang sudah lama tidak digarap dengan menanam cabai sistem tumpang sari, berbagai macam sayuran organik hingga mendapatkan hasil sangat memuaskan. saat ini Hendri sudah memanen cabai yang ke 13 kali nya,dengan panjang buah 10-15 cm dengan 4 macam varietas seperti king chili, akar, perintis dan lokal, namun pertumbuhan nya tetap sama karena ia menggunakan 80% pupuk organik bahkan ia menggunakan pupuk jamur akar abadi ( jakaba ) yang ia buat sendiri.


Perlakuan inovasi dengan pembibitan jengkol untuk pengusir hama juga ia terapkan,pola perlakuan dan penggunaan pupuk sintetis 20% organik 80% ia kombinasikan antara pupuk organik dan kimia (semi organik), jumlah tanaman disalahsatu lokasi yang ia tanam berjumlah 1000 batang, satu bedengan kita dapat panen 5 kg,” Jelasnya.
Sosok pria berjiwa pebisnis dengan berbagai jenis dan bidang usaha. Saat ini Memiliki seorang berkemampuan dalam bertani, berbisnis,berjiwa sosial tinggi sangat jarang ditemukan ditengah masyarakat. Salah satunya Hendriyadi. memiliki berbagai macam bisnis dan aktif di beberapa organisasi juga aktivitas sosial baik menjadi aktivis mesjid di kampung tempat ia tinggal maupun ditempat lain.

“Setiap manusia selalu ingin berubah dan ingin berbuat lebih untuk dirinya,keluarga dan masyarakat, adapun bisnis yang ia geluti antara lain adalah mengepul hasil bumi dari petani seperti kacang tanah,padi,bawang,cabai dan banyak hasil tani yang ia tampung dan dijual lagi keluar daerah,” Hendri.
Walaupun kesibukan nya dikantor ia terus berinovasi dan punya kreativitas segudang dalam menggerakan ekonomi warga terutama pemuda yang ada diwilayah tempat ia tinggal,tidak malu harus berlumpur,bermandi peluh ia jalani dengan sukacita apalagi bertani dan bisnis adalah hobi nya sejak kecil dan tidak berpangku tangan. Walaupun ia dan sang istri keduanya pegawai negeri sipil (pns) hendri tetap mencari uang sampingan tanpa harus minder dan malu,apapun ia lakukan agar kreativitasnya tidak mati hanya dengan menjadi pegawai pemerintahan.
Hendri,terus berupaya semaksimal mungkin mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif dan bermanfaat,ia menjadi contoh sekaligus motivator bagi warga sekitar dan anak-anak muda agar terus bergerak kearah yang lebih baik dan maju apalagi ia memang bekerja didinas pertanian,dedikasinya terhadap pertanian benar-benar full ia lakukan tanpa harus mengahabiskan waktu dimeja kantor dan warung kopi,ia memanfaatkan waktu luang sepulang kerja untuk menggarap lahan telantar, hendri memang sangat lihai dalam menjemput bola dengan cara mengajak petani terus inovatif dan berkarya.

Hendri mengajak pemuda aceh barat daya agar tidak banyak menghabiskan waktu diwarung kopi,jangan pernah gengsi apalagi malu jadi seorang petani,jadi petani itu bermartabat daripada menghabiskan waktu sia-sia terbuang dan tidak bermanfaat.
Pada masa sulit seperti ini pemuda harus kuat,mandiri dan cerdas juga harus mampu mempersiapkan diri dalam menghadapi krisis pangan global, jika kita sudah siap maka semua krisis global terutama krisis pangan tetap bisa kita atasi,pamuda harus kuat dibidang pangan dan ekonomi,” tutup Hendri.








