Singkil – Kepala Desa Teluk Nibung, Miswadi Gea diduga menebarkan informasi bohong atau hoax di WhasApp Grup Berita Aceh Singkil, pada Rabu, 29/03/2023 (malam).
Dalam pesan yang dikirimkannya, Kepala Desa Teluk Nibung, Miswadi memberi kesan memprovokasi masyarakat agar tidak setor infaq ke Baitul Mal Kabupaten Aceh Singkil.
“Jangan baitul maal jd DPR pulo atau UMKM inyo.. Kito biarkan macam tuh? Lapa ank² (anak-anak) tuh. 11 bulan rantu makan apo yg ado.. sabulan ini tdk bisa kta berbagi. Satau ambo. Dana baitul maal itu puluhan miliyar pertahun. Tp bersaing rantu dg UMKM membagi² bantuan.. ado PNS yang manarimo. Dg dalil daftar onlaine.. Gilo sadonyo.. tp indk samo ambo yo pak abi,” kata pemilik nomor WhatsApp +628227736**** Rabu, 29/03/2023 (malam) yang diketahui merupakan Kepala Desa Teluk Nibung, Miswadi dengan memakai bahasa pesisir.
“Kalau kito sepakat, mari suarakan seluaruh penerima gaji (intensif) baik dari pemkab & pemdes. Jgn mau setor dana INFAQ. Ke baitul maal.. ado media yg mau membuat berita,” lanjut di sampaikan Miswadi.
Saat dikonfirmasi oleh awak media apa alasan Kepala Desa Teluk Nibung, Miswadi mengajak orang untuk tidak setor infaq.
“Bapak mengajak kwan² karena infak itu di setor 1% dari hasil yg menerima gaji ( intensif ) ke baitul maal kabupaten masing².. tetapi perumpukan yg menurut bpk tdk sesuai kebutuhan.. karena secara bantuan usaha, sdh dinas o masing²,” jelas Kepala Desa Teluk Nibung Miswadi saat di konfirmasi, Kamis, 30/03/2023.
“Tujuan ambo agar sedekah ( infaq ) yg kami bayarkan, tepat & berguna buat anak² yg menuntut ilmu agama,” lanjut dikatakan Miswadi.
Sementara itu secara terpisah, Anggota Komisioner Baitul Mal Kabupaten Aceh Singkil, H. Syamsul Arifin menyayangkan provokasi yang keluar dari seorang Kepala Desa, dan kesan yang terkandung dalam pesan beliau di WhatsApp Grup tersebut tidak benar.
“Salah satunya beliau menyebut dana Baitul Mal Kabupaten Aceh Singkil adalah puluhan miliar, padahal itu keliru karena dana ZIS yang dikelola Baitul Mal Kabupaten Aceh Singkil sekitar Rp 7 Miliar,” kata H. Syamsul Arifin memberi penjelasan.
“Kemudian beliau (kepala desa teluk nibung) memberi kesan juga bahwa dugaan bantuan kepada individu dari Baitul Mal Aceh tahun 2022 lalu seolah-seolah ada andil dari Baitul Mal Kabupaten Aceh Singkil, padahal tidak ada sama sekali karena itu semua prosesnya onlaine ke Baitul Mal Provinsi Aceh (BMA),” terang Anggota Komisioner Baitul Mal Kabupaten Aceh Singkil, H. Syamsul Arifin.
H. Syamsul juga menyayangkan opini yang di bangun seolah-olah Baitul Mal Kabupaten (BMK) Aceh Singkil tidak menyalurkan zakat kepada anak pesantren (Fisabilillah).
“Padahal Rp 2,3 Milliar dana zakat yang diterima BMK Aceh Singkil tahun 2022 lalu itu tersalurkan Rp 1,6 Milliar kepada santri-santri Kabupaten Aceh Singkil,” terang H. Syamsul.
Dan satu lalu, kekeliruan persepsi pesan yang di sebar ke WhatsApp Grup tersebut ada, menyalahkan program mengembangkan UMKM Aceh Singkil melalui BMK Aceh Singkil, “Padahal Zakat di bagi menjadi 8 golongan penerima manfaat, infak bisa untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelas H. Syamsul Arifin.
Untuk itu agar tidak ada opini liar yang berkembang di tengah masyarakat tentang program Baitul Mal Kabupaten yang telah berjalan lancar selama ini, kami minta Kepala Desa Teluk Nibung agar menarik pernyataan tersebut dan meminta maaf secara terbuka atas provokasi yang tidak berdasar.
Reporter : Ahmad Azis










