Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Survei KPPII: Ada Intimidasi Aparat di Proyek Mandalika

Atjeh Watch by Atjeh Watch
12/04/2023
in Nasional
0
Survei KPPII: Ada Intimidasi Aparat di Proyek Mandalika

Survei Koalisi Pemantau Pembangunan Infrastruktur Indonesia menunjukkan ada intimidasi aparat pada warga sekitar di Proyek Mandalika. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta – Koalisi Pemantau Pembangunan Infrastruktur Indonesia (KPPII) menyebut ada intimidasi yang dilakukan aparat terhadap warga sekitar di Proyek Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Peneliti KPPII Sayyidatiihayaa Afra mengatakan temuan itu didapati usai pihaknya melakukan survei yang melibatkan 105 masyarakat terdampak proyek. Survei dilaksanakan pada Desember 2022 hingga Januari 2023.

“Survei terhadap responden yang sama menemukan pola intimidasi sistematis yang dilakukan aparat keamanan Indonesia dan aktor negara di Mandalika,” kata Sayyidatiihayaa dalam keterangan resmi, Selasa (11/4).

Ia memaparkan 70 persen responden merasa dipaksa selama proses pembebasan lahan. Kemudian 84 persen responden terkena dampak dari pengerahan aparat keamanan Indonesia yang berlebihan sepanjang balap motor internasional di sirkuit Mandalika.

“Termasuk pembatasan gerak yang ketat, penahanan orang-orang yang mengkritik kekerasan militer, dan memaksa masuk ke rumah-rumah warga untuk menyerahkan tanah mereka,” ujarnya.

Berdasarkan data kuantitatif maupun kesaksian, kata Sayyidatiihayaa, masyarakat terdampak proyek terus bergumul dengan dampak sosial ekonomi yang parah dari proyek pembangunan yang dipaksakan berjalan tanpa persetujuan mereka.

Survei yang sama juga menunjukkan 79 persen responden mengaku pernah mengalami kesulitan keuangan akibat proyek Mandalika.

“Hilangnya tanah, akses ke laut, dan sumber daya alam telah menyebabkan orang-orang yang terkena dampak proyek terjebak dalam jerat utang demi memberi makan keluarga dan anak-anak mereka yang putus sekolah. Dampak berlapis pun secara khusus dialami perempuan,” jelasnya.

Komisioner Komnas HAM Prabianto Mukti Prabowo menyatakan lembaganya mengakui sejak awal ada dugaan pelanggaran HAM dalam pembangunan proyek Mandalika.

“Kami sejak awal sudah menduga ada pelanggaran HAM dalam kasus mandalika ini,” tuturnya.

Ia menyatakan Komnas HAM telah mengeluarkan rekomendasi guna menanggapi kasus tersebut pada 2020 lalu. Saat itu, Komnas HAM mendapat aduan yang berisi permintaan untuk memberikan perlindungan hukum atas berbagai intimidasi yang terjadi.

“Maka ketika itu, Komnas mengeluarkan rekomendasi salah satunya meminta pemerintah dan ITDC menjamin adanya solusi alternatif yang sesuai bagi warga yang telah/akan kehilangan lahannya, serta menghormati hak-hak warga dan menghindari adanya penggunaan/pelibatan aparat keamanan,” kata Prabianto.

Menurutnya, pengerahan aparat sempat berkurang saat itu, namun belakangan eskalasinya kembali meningka terutama menjelang gelaran internasional seperti Moto GP dan WSBK.

“Memang terus terang ini salah satu kelemahan kami, rekomendasi komnas HAM tidak memiliki daya paksa,” ujarnya.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Komisi III DPR Dorong Bentuk Pansus Transaksi Janggal Rp349 Triliun

Next Post

Tim Gabungan Musnahkan 40 Ha Ladang Ganja di Nagan

Next Post
Tim Gabungan Musnahkan 40 Ha Ladang Ganja di Nagan

Tim Gabungan Musnahkan 40 Ha Ladang Ganja di Nagan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Puting Beliung dan Hujan Deras Landa Dua Kecamatan di Bener Meriah

Puting Beliung dan Hujan Deras Landa Dua Kecamatan di Bener Meriah

26/06/2026
Sejumlah Objek Wisata Terdampak Bencana di Aceh Timur Mulai Pulih

Sejumlah Objek Wisata Terdampak Bencana di Aceh Timur Mulai Pulih

26/06/2026
Pemkab Aceh Timur Sampaikan Terimakasih kepada Pemko Padang atas Bantuan Pascabencana

Pemkab Aceh Timur Sampaikan Terimakasih kepada Pemko Padang atas Bantuan Pascabencana

26/06/2026
PGRI dan Bunda Guru Dilantik, Bupati Al- Farlaky Targetkan Sekolah Cetak SDM Unggul di Aceh Timur

PGRI dan Bunda Guru Dilantik, Bupati Al- Farlaky Targetkan Sekolah Cetak SDM Unggul di Aceh Timur

26/06/2026
Taruna yang Meninggal Akibat Ledakan Kapal Aceh Hebat Kini Jadi Dua

Taruna yang Meninggal Akibat Ledakan Kapal Aceh Hebat Kini Jadi Dua

26/06/2026

Terpopuler

Survei KPPII: Ada Intimidasi Aparat di Proyek Mandalika

Survei KPPII: Ada Intimidasi Aparat di Proyek Mandalika

12/04/2023

Bupati Abdya Isi Materi di Pengajian Rutin Pemuda Pancasila

Dugaan Mark Up Arena MTQ Aceh Mengemuka, Aktivis Mahasiswa Minta APH Telusuri Aliran Anggaran

34 Tim akan Meriahkan Lomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar

Tabligh Akbar Peringati 1 Muharram di Abdya, Ucay Roasting Pejabat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com