JANTH0 – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Daerah Aceh (PDA) Kabupaten Aceh Besar, Teungku Mufaddhal Zakaria, berharap Pj Bupati Aceh Besar adalah sosok yang mampu mengayomi semua kalangan.
“Kalau bisa yang mampu mengayomi semua kalangan. Jangan yang menyimpan dendam,” ujar Teungku Mufaddhal.
“Jangan mengelola anggaran seperti warisan.”
“Teman yang baik itu yang saling mengingatkan. Bukan yang mampu dibawa kemana saja. Tentu ini dalam hal yang positif,” ujar Teungku Mufaddhal.
Menurutnya, dalam pemberitaan media, Pj bupati dengan DPRK Aceh Besar digambarkan kurang harmonis.
“Sebenarnya bukan kurang harmonis. Tapi memang tugas DPRK untuk mengingatkan,” kata Teungku Mufaddhal.
“Kita berharap pola komunikasinya diubah. Mampu merangkul semua kalangan.”
“Anggaran bek keu galak galak. Mampu membayar utang-utang tahun lalu. Itu, utang dalam APBK Perubahan 2022 harus diselesaikan. Kan ada kontrak semua. Birokrasi dibenahi. Ada Perbup yang menyentuh persoalan subtansial,” ujarnya lagi.
Menerutnya, selama ini roda pemerintahan Pemkab Aceh Besar terkesan stagnan.
“Pj sibuk dengan seremonial. Pemberian hadiah. Bukan tidak boleh. Pemberian hadiah biar jadi tugas jabatan yang dibawahnya. Kalau tidak, apa kerja camat dan lainnya,” ujar Teungku Mufaddhal.










