Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

RI Desak ASEAN Bersatu Lawan Isu HAM usai Kisruh Thailand-Myanmar

Atjeh Watch by Atjeh Watch
11/07/2023
in Nasional
0
RI Desak ASEAN Bersatu Lawan Isu HAM usai Kisruh Thailand-Myanmar

Pertemuan Menlu ASEAN di Jakarta. (Dok. Kemlu RI)

Jakarta – Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, mendesak negara-negara ASEAN bersatu memerangi krisis hak asasi manusia (HAM) yang masih membayangi kawasan.

Retno berujar tahun ini sudah memasuki 75 tahun Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Oleh sebab itu, dalam pertemuan negara-negara ASEAN kali ini, ia ingin nilai-nilai yang tercantum dalam deklarasi kembali dikedepankan.

“Perbedaan kita seharusnya tidak menjadi alasan bagi kita untuk meninggalkan masalah HAM yang mendesak di wilayah kita sendiri,” kata Retno dalam pembukaan pertemuan antarmuka dengan ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR) di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (11/7).

“Terlepas dari kerumitan di lapangan, ASEAN tidak boleh goyah. Kita harus terus memelihara kerjasama berdasarkan iktikad baik dan kemauan untuk belajar dari satu sama lain,” lanjut Retno.

Retno berkata demikian usai Thailand menjadi perdebatan karena menggelar pertemuan yang mengundang menteri luar negeri ASEAN, termasuk junta Myanmar, pada Juni lalu.

Pertemuan itu dikritik karena dinilai merusak pendekatan ASEAN selama ini, yang berupaya bersatu menangani krisis Myanmar.

Pemerintah Thailand beralasan pertemuan tersebut merupakan “dialog informal” untuk mendukung upaya ASEAN mengakhiri kekerasan di Myanmar. Bangkok ingin mempercepat penyelesaian krisis, salah satunya lewat pertemuan semacam itu lantaran masalah Myanmar berdampak signifikan terhadap negaranya.

Sejak junta melancarkan kudeta berdarah pada 1 Februari 2021 lalu, negara-negara ASEAN sendiri memutuskan memboikot Myanmar.

Kendati begitu, suara ASEAN terbelah jika menyangkut isu Myanmar. Beberapa negara seperti Thailand diduga mendukung junta Myanmar agar tidak dikucilkan, sementara negara lainnya ingin langkah yang lebih tegas terhadap militer Myanmar.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Retno menerangkan bahwa krisis besar dan persaingan memperburuk tantangan hak asasi manusia secara global.

Oleh sebab itu, menurutnya, ASEAN mesti memberi contoh dan “memproyeksikan nilai-nilainya secara global dalam memprioritaskan keterlibatan yang konstruktif ketimbang saling tuding.”

“ASEAN juga mesti bersatu dalam menolak politisasi dan standar ganda sambil membuktikan kemampuan kita untuk mengatasi masalah di kawasan kita,” ucap Retno.

Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan ASEAN Foreign Ministers’ Meeting/Post Ministerial Conference (AMM/PMC) yang diselenggarakan pada 11-14 Juli di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat.

Pada hari ini, ada tiga pertemuan besar yang digelar, yakni pertemuan Komite Eksekutif Komisi Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (Southeast Asia Nuclear Weapon-Free Zone/SEANWFZ), pertemuan tatap muka dengan AICHR, dan pertemuan ke-56 AMM dalam format plenary session.

Pertemuan hari pertama ini diikuti oleh seluruh anggota ASEAN, kecuali Myanmar. Pertemuan ini juga diikuti oleh Timor Leste, pertemuan perdana negara itu sejak bergabung dengan ASEAN pada November 2022.

Sejumlah menteri luar negeri negara mitra juga hadir dalam AMM/PMC, mulai dari menlu Amerika Serikat, Rusia, China, hingga Korea Selatan.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Di Balik Maksud Erdogan Restui Swedia Gabung NATO

Next Post

Hilang Dihantam Ombak, Nelayan Aceh Jaya Ditemukan Meninggal

Next Post
Hilang Dihantam Ombak, Nelayan Aceh Jaya Ditemukan Meninggal

Hilang Dihantam Ombak, Nelayan Aceh Jaya Ditemukan Meninggal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lazismu Abdya Gelar Raker dan Pembekalan Amil, Kuatkan Tata Kelola Organisasi

Lazismu Abdya Gelar Raker dan Pembekalan Amil, Kuatkan Tata Kelola Organisasi

15/08/2026
Pemerintah Abdya Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Banjir dan Kebakaran di Babahrot

Pemerintah Abdya Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Banjir dan Kebakaran di Babahrot

15/08/2026
HUT RI ke-81, Kecamatan Jeumpa Sukseskan Berbagai Perlombaan Ceria Merdeka

HUT RI ke-81, Kecamatan Jeumpa Sukseskan Berbagai Perlombaan Ceria Merdeka

15/08/2026
Kirab Aceh 2026, Garda Damai Aceh Serukan Perdamaian sebagai Fondasi Masa Depan Aceh

Kirab Aceh 2026, Garda Damai Aceh Serukan Perdamaian sebagai Fondasi Masa Depan Aceh

15/08/2026
Proyek Rp100 Miliar di Muara Pidie Jaya: Progres, Alat, dan Target Mulai Dipertanyakan

Proyek Rp100 Miliar di Muara Pidie Jaya: Progres, Alat, dan Target Mulai Dipertanyakan

15/08/2026

Terpopuler

RI Desak ASEAN Bersatu Lawan Isu HAM usai Kisruh Thailand-Myanmar

RI Desak ASEAN Bersatu Lawan Isu HAM usai Kisruh Thailand-Myanmar

11/07/2023

KPA Sagoe Malaka Wilyah 013/Blangpidie Ikut Sukseskan Zikir dan Doa Bersama Hari Perdamaian Aceh

Nyan, Tim Gabungan Temukan Mobil Tangki 1.000 Liter Antre BBM di SPBU Aceh

Turnamen Catur Kasyful Wara Cup I Bergulir, Bentuk Pondasi Atlet Amatir menjadi Profesional

Warga Aceh Diajak Kibarkan Bendera Alam Peudeung pada 15 Agustus 2026, Kenapa?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com