Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Sawah Seluas 1.716 Hektare di Aceh Alami Kekeringan

Atjeh Watch by Atjeh Watch
26/07/2023
in Nanggroe
0
Sawah Seluas 1.716 Hektare di Aceh Alami Kekeringan

Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

BANDA ACEH-Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh mencatat sebanyak 1.716 hektare lahan sawah mengalami kekeringan selama semester I 2023. Sawah yang mengalami kekeringan tersebar di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.

“Dan yang puso akibat kekeringan ini seluas 514 hektare. Tapi tidak begitu parah dibanding puso akibat banjir yang mencapai ribuan hektare,” kata Kepala UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Distanbun Aceh Zulfadli di Banda Aceh, Selasa (25/7/2023).

Adapun daerah yang mengalami kekeringan pada periode Januari-Juli 2023 yaitu Kabupaten Aceh Utara dengan luas lahan 897 hektare dan 65 hektare di antaranya puso. Kemudian Bireuen seluas 293 hektare dan keseluruhannya puso, Pidie seluas 49 hektare dan 11 hektare di antaranya puso.

Selanjutnya, di Kabupaten Aceh Besar lahan seluas 185 hektare mengalami kekeringan dan 135 hektare di antaranya puso. Selanjutnya, Nagan Raya seluas 150 hektare dan 35 hektare di antaranya puso.

Sedangkan puluhan hektare lahan sawah lainnya juga mengalami kekeringan namun tidak terjadi puso. Antara lain di Kabupaten Aceh Selatan seluas 94 hektare, Aceh Timur 30 hektare, Lhokseumawe 15 hektare, Aceh Barat Daya empat hektare dan Banda Aceh satu hektare.

“Dari 1.716 hektar yang terkena kekeringan, 539 hektare yang gagal panen atau puso, selain itu pulih kembali,” ujarnya.

Setiap tahun, ia menjelaskan, daerah-daerah di Aceh memang ada yang mengalami kekeringan. Namun, tahun ini hal tersebut juga diperkuat dengan dampak dari dua fenomena perubahan iklim yaitu El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD).

Sehingga, lanjut dia, ada daerah-daerah yang sebelumnya tidak pernah mengalami kekeringan, akan tetapi pada tahun ini terjadi kekeringan seperti Kabupaten Nagan Raya. “Di Aceh memang ada dampak El Nino api tidak begitu parah. Berbeda dengan di daerah Jawa. Tahun ini ada daerah kita yang tidak pernah kekeringan sebelumnya, tapi mengalami kekeringan seperti Nagan Raya,” ujarnya.

Sebab itu, kata Zulfadli, dalam menghadapi potensi dampak kekeringan akibat El Nino dan IOD, Distanbun Aceh juga telah menyiagakan alat pompa air di daerah-daerah. Sehingga dapat digunakan oleh petani untuk membantu mengairi sawah.

“Kalau ada sumber air, pompa itu bisa dipinjam pakai untuk mengairi lahan. Kalau ada sumber air tanah juga bisa kita bantu dengan cara sumur suntik, dengan kedalaman 20 meter,” ujarnya.

Sejauh ini, Distanbun Aceh menyiapkan sebanyak 60 unit pompa air. Di antaranya 24 unit di UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Banda Aceh, Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Banda Aceh delapan unit, LPHP Pidie sembilan unit, LPHP Aceh Timur 10 unit dan LPHP Nagan Raya sembilan unit.

Sumber: antara

Previous Post

Kunker ke Aceh Tenggara, Syech Fadhil: Keharmonisan Disini Harus Jadi Contoh Bagi Daerah Lain

Next Post

Kanwil Kemenag Resmikan Dua Kampung Moderasi di Aceh Tenggara

Next Post
Kanwil Kemenag Resmikan Dua Kampung Moderasi di Aceh Tenggara

Kanwil Kemenag Resmikan Dua Kampung Moderasi di Aceh Tenggara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lazismu Abdya Gelar Raker dan Pembekalan Amil, Kuatkan Tata Kelola Organisasi

Lazismu Abdya Gelar Raker dan Pembekalan Amil, Kuatkan Tata Kelola Organisasi

15/08/2026
Pemerintah Abdya Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Banjir dan Kebakaran di Babahrot

Pemerintah Abdya Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Banjir dan Kebakaran di Babahrot

15/08/2026
HUT RI ke-81, Kecamatan Jeumpa Sukseskan Berbagai Perlombaan Ceria Merdeka

HUT RI ke-81, Kecamatan Jeumpa Sukseskan Berbagai Perlombaan Ceria Merdeka

15/08/2026
Kirab Aceh 2026, Garda Damai Aceh Serukan Perdamaian sebagai Fondasi Masa Depan Aceh

Kirab Aceh 2026, Garda Damai Aceh Serukan Perdamaian sebagai Fondasi Masa Depan Aceh

15/08/2026
Proyek Rp100 Miliar di Muara Pidie Jaya: Progres, Alat, dan Target Mulai Dipertanyakan

Proyek Rp100 Miliar di Muara Pidie Jaya: Progres, Alat, dan Target Mulai Dipertanyakan

15/08/2026

Terpopuler

Sawah Seluas 1.716 Hektare di Aceh Alami Kekeringan

Sawah Seluas 1.716 Hektare di Aceh Alami Kekeringan

26/07/2023

KPA Sagoe Malaka Wilyah 013/Blangpidie Ikut Sukseskan Zikir dan Doa Bersama Hari Perdamaian Aceh

Nyan, Tim Gabungan Temukan Mobil Tangki 1.000 Liter Antre BBM di SPBU Aceh

Warga Aceh Diajak Kibarkan Bendera Alam Peudeung pada 15 Agustus 2026, Kenapa?

Turnamen Catur Kasyful Wara Cup I Bergulir, Bentuk Pondasi Atlet Amatir menjadi Profesional

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com