Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Membangun Ketahanan Pangan Melalui Pembiayaan Bank Aceh

Atjeh Watch by Atjeh Watch
14/09/2023
in Ekonomi
0
Membangun Ketahanan Pangan Melalui Pembiayaan Bank Aceh

Sejumlah pekerja tengah melakukan proses pengemasan produksi beras dengan merk dagang DJ yang berada di Desa Lhang, Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya.

BANDA ACEH – Aceh dikenal sebagai penghasil padi yang beragam di masing-masing daerah. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, rata-rata produktivitas padi di Aceh pada tahun 2022 mencapai 55 ton per hektar. Jumlah produksi padi di Aceh sendiri di tahun yang sama mencapai 1.5 juta ton. Produksi padi yang tumbuh subur di Aceh membuka pasar bagi usaha penggilingan padi. Dari usaha ini, profit yang didapat tidak hanya dari upah giling, namun juga dari penjualan dedak atau katul ke pihak lain.

Peluang usaha tersebut berhasil dimanfaatkan Icha Ramalisa Febriyanti (28), warga Desa Lhang, Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya. Melalui kejeliannya membaca peluang, ia sukses menjalankan usaha kilang padi UD Berkat Dilan Jaya di tanah kelahirannya. “Alhamdulillah, usaha kilang padi ini telah saya jalani selama 6 tahun. Dan insya Allah terus berkembang,” ujarnya, Jumat (08/09/2023). Dikatakan, sebelum memiliki kilang secara mandiri, iya sempat bekerjasama dengan kilang padi milik kerabatnya selama 2 tahun.

Icha mengakui di awal perjalanan bisnisnya mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan permintaan. Hal tersebut terjadi akibat minimnya modal untuk pembelian bahan baku dalam bentuk gabah. Apalagi, ketika harganya mengalami kenaikan, seperti saat ini yang berada di kisaran Rp5.000 –  6.000/kg.

“Kami tidak dapat memenuhi banyak permintaan ketika modal kerja yang ada belum mampu menyerap persediaan di lapangan. Meskipun sebenarnya potensi yang ada sangat besar untuk memenuhi kebutuhan pasar,” ujarnya. Apalagi, sumber gabah tidak hanya berasal dari wilayah yang berada di Kabupaten Abdya, tetapi juga di sejumlah kabupaten lainnya seperti Aceh Jaya, Singkil, dan Aceh Barat. Dikatakan Icha, hal tersebut kerap terjadi ketika musim panen terjadi.

Lantas, setelah memiliki pengalaman dan memahami prospek bisnis yang dijalani, Icha memberanikan diri untuk mencari alternatif sumber modal untuk memperkuat bisnisnya. Hal ini guna merealisasikan keinginannya melakukan ekspansi terhadap usaha.

“Saat itu, saya mendapatkan informasi bahwa proses pengajuan fasilitas pembiayaan di Bank Aceh cepat dan mudah. Saya langsung mengunjungi Bank Aceh terdekat,” ujarnya. Dikatakan, setelah dilakukan survei dan memenuhi persyaratan, Icha dalam waktu singkat memperoleh tambahan modal dari Bank Aceh. Ia memperoleh fasilitas Pembiayaan KUR Syariah dengan menggunakan akad Musyaraqah Mutanaqisah (MMq). 

MMq adalah salah satu bentuk skema dalam pembiayaan Syariah yang dapat dimanfaatkan untuk bisnis baik perorangan maupun perusahaan.  MMq untuk pembelian aset usaha (investasi). Selain itu, juga dapat memanfaatkan aset yang sudah dimiliki untuk memperoleh pembiayaan yang akan digunakan untuk tujuan komersil seperti pembelian bahan baku, stok, pembayaran gaji karyawan dan sebagainya.

Dengan metode angsuran, fasilitas pembiyaan dengan skema MMq memberikan benefit fleksibelitas dalam pembayaran angsuran, atau jadwal pembayaran pembiayaan modal kerja sesuai dengan kondisi keuangan usaha.

Adapun, fasilitas pembiayaan yang diperoleh Icha dipergunakan untuk penambahan modal kerja. Terutama digunakan untuk pembelian gabah atau beras dari sejumlah pemasok yang merupakan petani individu mapun kelompok yang sebahagian besar melakukan transaksi secara tunai. Dengan fasilitas pembiayaan yang diberikan, menurutnya, mampu memenuhi kebutuhan kilang padi. Selain itu, saat ini ia telah menggunakan tenaga kerja sebanyak 7 orang.

“Hal ini dapat menambah pendapatan daerah dan mengurangi tingkat pengangguran karena lapangan kerja yang tercipta semakin besar. Khususnya untuk masyarakat sekitar Kecamatan Setia, dan umumnya di Kabupaten Aceh Barat Daya sendiri,” ujarnya.

Ditambahkan Icha, saat ini pasar Kilang Padi Berkat Dilan Jaya dengan merk dagang beras DJ telah menjangkau pasar di sejumlah kabupaten kota seperti Subulussalam, Singkil, Aceh Tenggara. “Produk beras kami juga telah menjangkau hingga ke kabupaten Sidikalang, Provinsi Sumatera Utara,” ujarnya.

Setelah mendapatkan fasilitas pembiayaan, omzet kami saat ini mencapai rata-rata hingga Rp200 juta dalam sebulan. “Alhamdulillah, dengan fasilitas pembiayaan dari Bank Aceh, kami lebih fleksibel dalam menyusun strategi bisnis,” tutupnya. 

Icha berharap, selain memperoleh profit, usaha yang dijalaninya juga dapat memberikan kontribusi positif bagi ketahanan pangan baik di Aceh, maupun nasional.

Previous Post

MTsN Model Banda Aceh Raih Juara Umum Riab Fair Ke X

Next Post

Pidie Jaya Mulai Terapkan Sistem Pemerintah Berbasis Digital

Next Post
Pidie Jaya Mulai Terapkan Sistem Pemerintah Berbasis Digital

Pidie Jaya Mulai Terapkan Sistem Pemerintah Berbasis Digital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

FDK dan LP2M UIN Ar-Raniry Bekali Peserta KPM-PKM Internasional

FDK dan LP2M UIN Ar-Raniry Bekali Peserta KPM-PKM Internasional

28/06/2026
UTU Gandeng Universiti Teknologi Petronas Siapkan Ahli Migas untuk Barat Selatan Aceh

UTU Gandeng Universiti Teknologi Petronas Siapkan Ahli Migas untuk Barat Selatan Aceh

28/06/2026
Bareskrim Ungkap Jaringan Narkoba Tailand-Aceh, 325 Kg Sabu Diamankan

Bareskrim Ungkap Jaringan Narkoba Tailand-Aceh, 325 Kg Sabu Diamankan

28/06/2026
Euforia Piala Dunia 2026, Warga Kota Banda Aceh Padati CFD untuk Nonton Bareng

Euforia Piala Dunia 2026, Warga Kota Banda Aceh Padati CFD untuk Nonton Bareng

28/06/2026
Muhammad Saleh Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua FPRMI Aceh

Muhammad Saleh Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua FPRMI Aceh

28/06/2026

Terpopuler

Membangun Ketahanan Pangan Melalui Pembiayaan Bank Aceh

Membangun Ketahanan Pangan Melalui Pembiayaan Bank Aceh

14/09/2023

PP KAMMI Tegaskan Muhammad Amri Akbar Telah Resmi Dipecat

Dugaan Mark Up Arena MTQ Aceh Mengemuka, Aktivis Mahasiswa Minta APH Telusuri Aliran Anggaran

Bareskrim Ungkap Jaringan Narkoba Tailand-Aceh, 325 Kg Sabu Diamankan

Pagi Ini Jamaah Haji Abdya Tiba ke Kampung Halaman, Wabub Abdya: Alhamdulillah Semua Jamaah Sehat dan Selamat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com