Banda Aceh – Massa mengibarkan bendera bulan bintang hingga berujung kerusuhan saat kegiatan zikir akbar dan doa tolak bala di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Polisi sedang menyelidiki kasus itu.
“Terkait kejadian kemarin, Polda Aceh sedang melakukan penyelidikan,” kata Kapolda Aceh Irjen Ruddi Setiawan kepada wartawan, Senin (17/8/2026).
Ruddi menjelaskan, kondisi Aceh saat ini sudah kondusif kembali pasca kejadian yang terjadi Sabtu 15 Agustus lalu. Dia berterimakasih ke warga yang telah menjaga perdamaian.
“Pada saat Hari Damai, Alhamdulillah walau ada hal yang tidak kita inginkan, namun terima kasih, itu tidak lama, langsung kondusif,” jelas Ruddi.
“Saya sebagai Kapolda Aceh mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas dukungan seluruh masyarakat dan tokoh agama dan seluruh stakeholder dan TNI, kita bisa mengamankan wilayah Aceh. Semoga Aceh selalu damai dan maju,” lanjutnya.
Sebelumnya, kerusuhan di depan kawasan Masjid Raya dipicu penurunan bendera merah putih di tiang yang terletak di pekarangan. Massa memanjat tiang untuk mengibarkan bendera berlatar merah dengan garis hitam tersebut.
Aparat TNI dan polisi melepaskan tembakan dan gas air mata untuk membubarkan massa. Lima orang sempat diamankan namun telah dilepas kembali.
Sementara di Pendopo Gubernur, massa mayoritas berusia di bawah 30-an mencopot lambang burung Garuda dan menginjak-injaknya. Mereka juga menurunkan bendera merah putih dan menggantikannya dengan bendera bulan bintang.







