Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

20 Ribu Guru Korsel Demo Minta Dilindungi dari ‘Bully’ Orang Tua Murid

Admin1 by Admin1
17/09/2023
in Internasional
0
20 Ribu Guru Korsel Demo Minta Dilindungi dari ‘Bully’ Orang Tua Murid

Puluhan ribu guru dan staf sekolah berdemonstrasi di Ibu Kota Seoul, Korsel, demi menuntut perlindungan hukum atas perilaku bullying orang tua murid. (AFP/JUNG YEON-JE)

Jakarta – Puluhan ribu guru dan staf sekolah berdemonstrasi di Ibu Kota Seoul, Korea Selatan, pada Sabtu (16/9) demi menuntut perlindungan hukum atas perilaku perundungan (bullying) yang tak jarang dilakukan oleh orang tua/wali murid.

Tak hanya bagi para siswa, dunia pendidikan di Korsel memang terkenal sangat kompetitif hingga tingkat depresi hingga bunuh diri terbilang tinggi di Negeri Ginseng.

Demo pada Sabtu dipicu oleh kematian seorang guru di sebuah sekolah dasar di Seoul pada Juli lalu. Guru itu dilaporkan bunuh diri setelah sempat menunjukkan tanda-tanda depresi dan tekanan emosional akibat keluhan dari para orang tua murid yang diduga kerap merundung sang guru.

Melansir Associated Press (AP), kepolisian Seoul melaporkan sekitar 20 ribu guru dan staf sekolah hadir dalam demo pada Sabtu.

Dengan mengenakan pakaian serba hitam, ribuan guru dan staf sekolah memenuhi jalan dekat Majelis Nasional (parlemen Korsel), meneriakkan slogan-slogan dan mengangkat poster bertuliskan: “Berikan kekebalan kepada guru dari klaim pelecehan emosional terhadap anak.”

Para pengunjuk rasa mengatakan lebih dari 9.000 guru telah dilaporkan oleh orang tua murid mereka karena dituduh melakukan pelecehan terhadap anak dalam delapan tahun terakhir.

“Saya berharap RUU yang sedang dibahas sekarang (oleh anggota parlemen) akan disahkan sesegera mungkin untuk menjamin hak hidup guru dan memberdayakan guru untuk memberikan pendidikan yang baik,” kata Ahn Ji Hye, seorang guru dan salah satu penyelenggara protes.

Demonstrasi guru ini sudah berlangsung selama beberapa pekan terakhir, namun terus meluas akhir pekan ini.

Para guru menganggap undang-undang saat ini mempersulit pengajar mengontrol kelas.

Kondisi ini dianggap para guru menyebabkan mereka berada di bawah kontrol orang tua murid yang tak jarang arogan, sombong, dan dengan mudah menuduh mereka melakukan pelecehan emosional terhadap anak-anaknya.

Akibat protes ini, parlemen Korsel tengah memperdebatkan rancangan undang-undang untuk memenuhi beberapa tuntutan para guru soal perlindungan dari tuduhan pelecehan terhadap murid.

Kementerian Pendidikan dan Kehakiman dalam siaran pers bersama mereka bahkan menuduh pemerintah pusat yang kini menerapkan kebijakan yang “terlalu menekankan hak asasi manusia anak-anak,” yang menurut mereka menyebabkan peningkatan “laporan pelecehan anak yang tidak berdasar.”

Namun, beberapa ahli memprotes RUU itu lantaran dapat semakin melemahkan perlindungan bagi anak-anak yang telah bekerja keras belajar selama bertahun-tahun di lingkungan yang sangat kompetitif.

Di Korsel, lulus dari universitas elite, terutama di Ibu Kota Seoul, dipandang penting menentukan prospek karier dan pernikahan di masa depan.

Akibat lingkungan yang kompetitif seperti ini, tak sedikit orang tua murid yang rela melakukan apa saja bagi anak mereka agar bisa masuk sekolah-sekolah elite di Seoul.

Persaingan ketat ini pun memicu tingkat depresi hingga bunuh diri tinggi di Korsel, terutama Seoul. Menurut Kementerian Pendidikan dan Layanan Asuransi kesehatan Nasional, lebih dari 820 siswa SD, SMP, dan SMA meninggal dunia karena bunuh diri antara 2018-2022.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Rusia Klaim Lumpuhkan 7 Drone Ukraina di Moskow dan Crimea

Next Post

Gempa M 4,3 Guncang Kutacane di Minggu Pagi

Next Post
Belum Ada Laporan Kerusakan Imbas Gempa di Daerah Padang Pariaman

Gempa M 4,3 Guncang Kutacane di Minggu Pagi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Banjir Genangi Tiga Desa di Lawe Alas Aceh Tenggara

Banjir Genangi Tiga Desa di Lawe Alas Aceh Tenggara

23/10/2026
Pemkab Aceh Tamiang Tampung Aspirasi Pimpinan Dayah, Dorong Penguatan Pendidikan Islam

Pemkab Aceh Tamiang Tampung Aspirasi Pimpinan Dayah, Dorong Penguatan Pendidikan Islam

23/10/2026
Pascapencurian Kabel, Dua Pompa Underpass Beurawe Kembali Dipasang

Pascapencurian Kabel, Dua Pompa Underpass Beurawe Kembali Dipasang

23/10/2026
Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani

Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani

23/10/2026
Hari Santri Diminta Jadi Momen Memperkuat Ilmu

Hari Santri Diminta Jadi Momen Memperkuat Ilmu

23/10/2026

Terpopuler

Pabrik Sabu Digerebek di Pidie, HMI Sigli: Jangan Cuma Tangkap yang di Lapangan, Bongkar Otaknya!

Pabrik Sabu Digerebek di Pidie, HMI Sigli: Jangan Cuma Tangkap yang di Lapangan, Bongkar Otaknya!

22/10/2026

PB 2M Cup-II Masuki Delapan Besar, Semifinal Sabtu dan Final Minggu

Wakili Abdya, Penggerak HAM Suak Nibong Ikuti Rakor Nasional Desa Sadar HAM

Dishub Aceh dan BMKG Perkuat Koordinasi Informasi Cuaca untuk Keselamatan Transportasi

Magister Kesehatan Masyarakat FK-USK Kunjungi PT PIM, Perkuat Sinergi Kampus dan Industri

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com