Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Kabinet Perang Israel Terbelah, Netanyahu Mulai Diragukan

Admin1 by Admin1
31/10/2023
in Internasional
0
Israel Disebut Pasti Hentikan Aneksasi di Tanah Palestina

PM Israel, Benjamin Netanyahu. (ABIR SULTAN / POOL / AFP)

Jakarta – Kabinet Perang Israel yang dibentuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diklaim mulai pecah di tengah peperangan menggempur pasukan milisi Hamas.

Netanyahu dilaporkan mulai diragukan orang-orang di kabinetnya sendiri yang dia bentuk.

Salah satu yang disebut kecewa dengan Netanyahu adalah pihak militer dan intelijen Israel. Pangkal kekecewaan terhadap Netanyahu adalah ketika sang PM terkesan menyalahkan intelijen dan militer Israel sehingga Israel kebobolan dari serangan Hamas pada 7 Oktober.

Pernyataan Netanyahu sempat diunggah di akun X miliknya, namun segera ia hapus.

Netanyahu dalam cuitannya yang sudah dihapus itu meyebut kegagalan kepala intelijen dan angkatan darat Israel sehingga serangan Hamas menewaskan 1.400 warganya.

Ia sempat menyatakan bahwa terdapat penilaian yang tidakn akurat dari intelijen yang menyebut Hamas sudah bisa dijinakkan dan bersiap untuk melakukan negosiasi, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Pernyataan Netanyahu itu pun menimbulkan keresahan di dalam kabinetnya. Sejumlah pemimpin politik Israel kemudian menyerang Netanyahu memanfaatkan perang Israel dan Hamas hanya untuk manuver politiknya semata.

Kemarahan sejumlah politikus yang sempat mendukung kabinet perang membuat Netanyahu menghapus cuitannya dan meminta maaf dengan menyatakan, “saya keliru.”

Analis politik Timur Tengah dan Afrika Utara dari Chatham House Yossi Mekelberg menilai insiden itu menegaskan keretakan yang semakin menganga dalam institusi politik maupun militer di kabinet Netanyahu.

Kapasitas Netanyahu kemudian dipertanyakan untuk memimpin perang besar secara tulus tanpa meletakkan kepentingan politiknya di atas keamanan nasional.

“Untuk menyatakan dia gagal akan menjadi pernyataan yang meremehkan tahun ini,” ujar Yossi seperti dikutip dari Al Jazeera.

“Ini adalah operasi militer yang amat sulit sehingga Anda butuh perdana menteri yang bertanggung jawab dan tak ada seorang pun (dalam kabinet) yang mempercayai Netanyahu. Itu merupakan topik utama dalam kabinet ini,” ia melanjutkan penjelasannya.

Salah satu yang disebut tak lagi percaya dengan Netanyahu adalah mantan menteri pertahanan Israel Benny Gantz. Ia yang disebut-sebut mendesak Netanyahu menarik kembali pernyataannya di medsos.

Gantz juga meminta Netanyahu memberikan dukungan penuh kepada militer dan biro investigasi domestik Israel, Shin Bet.

“(Netanyahu) tidak tertarik dengan keamanan, dia tidak peduli dengan para sandera, hanya politik,” kata mantan menteri pertahanan Israel yang kini jadi oposisi Netanyahu, Avigdor Lieberman.

Kegaduhan yang sengit ini disebut menjadi tanda-tanda terbaru ketegangan dalam institusi politik Israel, bahkan termasuk di kabinet perang.

“Ini hanya puncak gunung es dari apa yang akan terjadi pada Israel setelah konflik selesai. Dia tengah mempersiapkan bahan untuk argumennya,” kata mantan direktur kementerian luar negeri israel, Alon Lien.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Putin Salahkan AS Cs soal Perang di Gaza: Solusinya Palestina Merdeka

Next Post

Densus Tangkap 40 Terduga Teroris JAD, Disebut Ingin Gagalkan Pemilu

Next Post
Densus Tangkap 40 Terduga Teroris JAD, Disebut Ingin Gagalkan Pemilu

Densus Tangkap 40 Terduga Teroris JAD, Disebut Ingin Gagalkan Pemilu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

KPPI Aceh Naik Trans Kutaraja, Serap Aspirasi Penumpang soal Layanan Gratis

KPPI Aceh Naik Trans Kutaraja, Serap Aspirasi Penumpang soal Layanan Gratis

16/08/2026
Peserta Karnaval HUT RI ke-81 di Abdya Kenakan Pakaian Wartawan, Ajak Warga Melek Informasi

Peserta Karnaval HUT RI ke-81 di Abdya Kenakan Pakaian Wartawan, Ajak Warga Melek Informasi

16/08/2026
Dorong Kampus Inklusif, Forum Bangun Aceh dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Disabilitas

Dorong Kampus Inklusif, Forum Bangun Aceh dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Disabilitas

16/08/2026
Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Sosialisasikan Ekoteologi

Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Sosialisasikan Ekoteologi

16/08/2026
Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

16/08/2026

Terpopuler

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

16/08/2026

Kabinet Perang Israel Terbelah, Netanyahu Mulai Diragukan

KPA Sagoe Malaka Wilyah 013/Blangpidie Ikut Sukseskan Zikir dan Doa Bersama Hari Perdamaian Aceh

Nyan, Tim Gabungan Temukan Mobil Tangki 1.000 Liter Antre BBM di SPBU Aceh

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com