BANDA ACEH – Pulau Simeulue adalah pulau yang karismatik dan sangat unik. Pulau itu dijuluki nama Simeulue Ate Fulawan. Sesuai julukannya, kata Ate Fulawan mengabarkan kekayaan alam Simeulue baik darat maupun lautan, meskipun daerah tersebut merupakan pulau terluar di Indonesia.
Sesuai julukanya, tak heran jika pulau Simelue mempunyai beragam biota laut nabati dan hewani, salah satunya ialah gurita.
Oleh sebab itu, Sate Gurita merupakan salah satu aikon yang dimiliki Kabupaten Simeulue, saat ini sate tersebut sedang dipamerkan pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 di Banda Aceh.
Siang itu, tanpa perencanaan dan kami hanya mengelilingi saja anjungan-anjungan peserta PKA dari berbagai kabupaten/kota yang berada di taman Sri Ratu Safiatuddin tempat digelarnya pekan kebudayaan, Minggu (05/11/2023).
Kami masuk anjungan Simelue dengan sabutan hanggat para panitia. Tibalah dimana tempat dipamernya makanan khas Simeulue, dari gulai Lobster, Teripang hingga Gurita dan lain-lainnya.
Saat itu pandangan kami terfokus pada daging-daging tusukan yang berwarna kecokelatan, karena terbawa aromanya nan terasa menarik hati hingga lidah kami ikut bergoyang. Buk, ini apa kok harumannya terasa sangat enak. Tanya kami.
Sambil tersenyum ramah, salah seorang penjaga anjungan yang namanya belakangan diketahui adalah ibu Aknes Indrilia. Ia menjawab, “Ini Sate Gurita pak”. Sempat membuat kami ragu, namun spontan saja panitia menyuruh kami mencicipinya.
Tak pikir panjang, satu tusukan daging gurita kami cicipi. Wah… Nikmatnya tak tertandingi, dengan racikan bumbu yang biasa-biasa saja mampum menguncangkan menstimulasi imunitas tubuh dan merangsang keinginan makan.
Aknes Indrilia didampingi Rozkia menjelaskan, jika hidangan sate gurita sangat gampang. Hanya membutuhkan ½ kg daging gurita yang telah di kukus,
“Bahan-bahan, potong kecil Gurita Rebus,Tusuk Sate
1 siung bawang putih
2 buah cabe rawit, 2 buah cabe merah, 3 sdm kecap manis, ½ buah lemon kecil, peras airnya, 1 sdm mentega, lelehkan (tungdu dingin), tinggal santap,” papar Aknes.
Setelah makan sate gurita, Aknes Indrilia merekomendasikan kami untuk minum Limau Fawang yang dibuat dari jeruk kasturi dan cengek. Katanya minuman tersebut dapat menetralisir pencernaan.
“Setelah makan daging gurita, kami menyarankan untuk dapat meminum jus jeruk Limau Fawang yang dapat menetralkan lemak dari daging gurita,” kata Aknes Indrilia. (Rusman)









