Jakarta – Rabi Yahudi di Sulawesi Utara Yaakov Baruch menggelar doa bersama lintas agama untuk perdamaian di Gaza dan korban sipil imbas perang Israel dan milisi di Palestina, Hamas.
“Kami lebih tertarik untuk melakukan acara Doa Lintas Agama untuk Perdamaian di Israel dan Gaza saat ini,” kata Yaakov kepada CNNIndonesia.com, Selasa (7/11).
Ia kemudian berujar, “Dengan maksud mendoakan para korban sipil dari kedua belah pihak.”
Doa lintas agama ini berlangsung pada 3 November pukul 15.00 di Shaar HaShamayim Synagogue.
Mereka yang hadir di antaranya dosen IAIN, Ketua Gus Durian Manado, Ahmadiyah, Kristen Anglikan, Kristen Orthodox, Yahudi, Bahai, Budha, Agama Lokal Malesung, dan sejumlah tamu dari Belanda.
Yaakov menegaskan perang pasukan Israel dan Hamas bukan antara Yahudi dan Muslim. Dia juga enggan menyampaikan kecaman ke kedua pihak.
“Perang yang terjadi ini bukan antara Yahudi dan Muslim sehingga kami tidak ingin terlibat dalam dukung-mendukung atau kutuk-mengutuk pihak manapun,” ujar dia.
Lebih lanjut, Yaakov mengungkapkan dia berharap perang Israel dan Palestina bisa segera berakhir.
Israel melancarkan agresi ke Palestina pada 7 Oktober. Mereka juga berperang dengan Hamas.
Imbas pertempuran itu, sekitar 11.000 orang dari Israel dan Palestina meninggal.
Komunitas dan organisasi internasional menyerukan gencatan senjata, tetapi Israel dan sekutu dekatnya menolak seruan tersebut.
Sementara itu, situasi di Gaza kian krisis dan beberapa mewanti-wanti bencana kemanusiaan.










