Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Pengangguran di Aceh Berkurang 4.760 Orang dalam Setahun Terakhir

redaksi by redaksi
07/05/2024
in Ekonomi
0
Pengangguran di Aceh Berkurang 4.760 Orang dalam Setahun Terakhir

Arsip Foto - Pencari kerja antre memasuki aula pameran Job Fair 2019 yang digelar Pemerintah Kota Banda Aceh di Gedung Amel Convention Banda Aceh, Aceh, Rabu (25/9/2019). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut angka pengangguran di Provinsi Aceh berkurang sebanyak 4.760 orang pada periode Februari 2023 – Februari 2024, sehingga saat ini angka pengangguran di Aceh sebanyak 145 ribu orang.

“Terjadi penyerapan tenaga kerja sebanyak 5.431 orang sepanjang periode Februari 2023 – Februari 2024,” kata Kepala BPS Aceh Ahmadriswa Nasution di Banda Aceh, Senin.

Ia menjelaskan penduduk usia kerja di Aceh per Februari 2024 sebanyak 4,05 juta orang, atau mengalami kenaikan sebanyak 61 ribu orang dibanding Februari 2023. Sebagai besar mereka merupakan angkatan kerja yaitu 2,60 juta dan 1,45 juta orang bukan angkatan kerja.

“Komposisi angkatan kerja pada Februari 2024, sebanyak 2,45 juta orang penduduk yang bekerja dan 145 ribu orang yang menganggur,” ujarnya.

Penurunan pengangguran selama selama setahun terakhir juga sejalan dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang turun menjadi 5,56 persen pada Februari 2024, atau turun 0,19 persen dibanding Februari 2023 sebesar 5,74 persen.

Sementara untuk tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) di Aceh terjadi penurunan menjadi 64,15 persen pada Februari 2024 dibanding Februari 2023 yang mencapai 65,12 persen.

Kata dia, TPAK kelompok laki-laki jauh lebih besar daripada TPAK kelompok perempuan, di antaranya kelompok laki-laki sebesar 81,33 persen dan perempuan 47,05 persen.

“Selama setahun terakhir, penurunan TPAK lebih tinggi pada perempuan daripada laki-laki,” ujarnya.

Ia menambahkan, sektor pertanian masih menjadi lapangan usaha yang paling besar menyerap tenaga kerja di Aceh, yakni sebesar 38,07 persen dan sektor perdagangan sebesar 16,19 persen. Namun belum menjadi lapangan usaha yang terbesar menyerap tenaga kerja dalam setahun terakhir.

“Penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian, seirama degan share sektor pertanian terhadap pertumbuhan (ekonomi) Aceh. Sektor pertanian ini menjadi solusi dalam penyerapan tenaga kerja di Aceh,” ujarnya.

Sementara untuk periode Februari 2023 – Februari 2024 atau setahun terakhir, lapangan usaha yang paling besar terjadi peningkatan tenaga kerja yakni sektor pendidikan 1,47 persen, administrasi pemerintahan 1,20 persen serta akomodasi dan makan minum sebesar 0,71 persen.

“Sektor sektor pertanian sebesar 0,60 persen dan perdagangan 0,30 persen,” ujarnya.

Jika dilihat dari status pekerjaan utama, maka mayoritas warga Tanah Rencong itu bekerja sebagai buruh, karyawan atau pekerja dibayar sebesar 31,80 persen, dan kemudian berusaha sendiri sebesar 23,86 persen.

Adapun untuk proporsi pekerja formal yakni mereka yang berusaha dibantu buruh tetap dan buruh, pegawai atau karyawan sebesar 36,81 persen. Sedangkan pekerja informal yakni mereka yang berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap, pekerja bebas atau pekerja tidak dibayar sebesar 63,19 persen.

“Proporsi penduduk yang bekerja pada kegiatan formal mengalami peningkatan selama Februari 2023 – Februari 2024, utamanya didorong oleh meningkatnya pekerja dengan status buruh, karyawan atau pegawai,” ujarnya.

Sumber: antara

Previous Post

Tiga Beruang Liar Rusak Puluhan Sarang Madu di Aceh Besar

Next Post

Bea Cukai dan Satgas BAIS Gagalkan Impor Ilegal di Tamiang

Next Post
Bea Cukai dan Satgas BAIS Gagalkan Impor Ilegal di Tamiang

Bea Cukai dan Satgas BAIS Gagalkan Impor Ilegal di Tamiang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Raih Dua Rekor MURI Sekaligus, FJA Abdya Apresiasi Bupati Safaruddin

Raih Dua Rekor MURI Sekaligus, FJA Abdya Apresiasi Bupati Safaruddin

25/04/2026
BPC HIPMI Sambut Kehadiran Pengusaha Ternama di Jakarta dan Eropa Asal Abdya pada Ajang HUT Abdya ke-24

BPC HIPMI Sambut Kehadiran Pengusaha Ternama di Jakarta dan Eropa Asal Abdya pada Ajang HUT Abdya ke-24

25/04/2026
Pertamina Layani 14 Penerbangan Haji Via Bandara SIM Blang Bintang

Pertamina Layani 14 Penerbangan Haji Via Bandara SIM Blang Bintang

25/04/2026
Kepala SDN 1 Percontohan Karang Baru Kembali Nakhodai PGRI Aceh Tamiang

Kepala SDN 1 Percontohan Karang Baru Kembali Nakhodai PGRI Aceh Tamiang

25/04/2026
Banda Aceh Raih National Governance Award 2026

Banda Aceh Raih National Governance Award 2026

25/04/2026

Terpopuler

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

22/04/2026

Pecahkan Sejarah! Abdya Raih 2 Rekor MURI Sekaligus: Bakar Lemang dan Sajian Tapai Terbanyak

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

Jawa Tengah dan Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp1,06 Triliun

Mukim di Abdya Siap Sukseskan Meusuraya “Teut Lumang”

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com