Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Pemerintah Aceh Diminta Dirikan Rumah Penampungan untuk Pengungsi Rohingya

redaksi by redaksi
22/05/2024
in Nanggroe
0
Pemerintah Aceh Diminta Dirikan Rumah Penampungan untuk Pengungsi Rohingya

Kepala Rudenim Medan, Sarsaralos Sivakkar saat menyampaikan laporan tentang penanganan pengungsi Rohingya, di Banda Aceh, Selasa (21/5/2024). (ANTARA/Nurul Hasanah)

Banda Aceh – Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan mengusulkan agar Pemerintah Aceh dapat mendirikan community house atau rumah komunitas untuk menampung pengungsi Rohingya seraya mempercepat proses pemindahan ke negara ketiga.

“Pendirian community house untuk pengungsi Rohingya penting, karena akan mempercepat proses resettlement atau pemindahan ke negara ketiga,” kata Kepala Rudenim Medan, Sarsaralos Sivakkar, di Banda Aceh, Rabu.

Sarsaralos menjelaskan, Indonesia bukan negara yang meratifikasi Konvensi Pengungsi 1951, sehingga tidak bisa menampung pengungsi Rohingya. Melainkan hanya dapat membantu tempat penampungan sementara.

Karena itu, para pengungsi Rohingya ini hanya bisa dikirim ke negara ketiga, sebab tidak bisa dipulangkan ke negara asalnya karena konflik. Tetapi, proses ressttlement itu tidak dapat dilakukan serta merta, ada persyaratan yang harus dilengkapi.

Kata dia, para pengungsi ini dapat diterima di negara ketiga asalkan memiliki keterampilan sesuai yang dipersyaratkan oleh negara bersangkutan.

“Itu memang bukan tanggung jawab kita, tapi IOM dan UNHCR. Namun, jika pengungsi ini berada di tempat penampungan sementara yang bukan sebagai community house akan memperlambat proses resettlement,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, kebanyakan pengungsi Rohingya tidak mengenal aksara dan baca tulis karena tidak mendapatkan pendidikan di negara asal. Untuk itu, perlu diberikan pelatihan peningkatan kapasitas agar dapat diterima di negara ketiga.

Selain itu, Sarsaralos juga mengungkapkan bahwa dampak positif dari keberadaan community house di Medan, yaitu bisa mencegah konflik kesenjangan antara pengungsi Rohingya dan masyarakat setempat.

“Di community house Medan sudah ada dapur bersama terbatas lengkap dengan alat masak. Dapur itu dikelola langsung oleh pengungsi Rohingya sehingga hal ini tidak lagi menjadi kesenjangan,” katanya.

Ia menambahkan, imbas pendirian community house ini, masyarakat setempat di Medan juga tidak merasakan kecemburuan sosial terhadap bantuan yang diterima para pengungsi dari UNHCR dan IOM.

Dirinya menambahkan, saat ini camp penampungan sementara pengungsi Rohingya di Mina Raya, Pidie, Aceh berpotensi besar untuk dijadikan community house, karena merupakan gedung rusak yang bisa dibangun kembali.

“Contohnya yang dapat dijadikan community house adalah Mina Raya, itu bekas sekolah, beberapa gedung yang rusak bisa dibangun lagi. Jadi, ada luasan sekian untuk satu keluarga,” demikian Sarsaralos.

Sumber: antara

Previous Post

28 Mei, Jamaah Haji Asal Aceh Mulai Masuk Asrama

Next Post

Pj Gubernur Aceh Ingatkan Pejabat Baru Percepat Realisasi APBA 2024

Next Post
Pj Gubernur Aceh Ingatkan Pejabat Baru Percepat Realisasi APBA 2024

Pj Gubernur Aceh Ingatkan Pejabat Baru Percepat Realisasi APBA 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ketika Kampus dan Bawaslu Bergandengan Tangan: Demokrasi Tidak Cukup Hanya Diawasi, Ia Harus Dididik

Ketika Kampus dan Bawaslu Bergandengan Tangan: Demokrasi Tidak Cukup Hanya Diawasi, Ia Harus Dididik

14/08/2026
Hasil Verifikasi Faktual DPP, 9 DPC Dukung Nurdiansyah Alasta

Hasil Verifikasi Faktual DPP, 9 DPC Dukung Nurdiansyah Alasta

14/08/2026
RI-Kamboja Bentuk Indonesia Desk, Cegah WNI Terlibat Online Scam

RI-Kamboja Bentuk Indonesia Desk, Cegah WNI Terlibat Online Scam

14/08/2026
Menhan AS ‘Dirujak’ Senator soal Kondisi Buruk Kapal USS Lincoln

Menhan AS ‘Dirujak’ Senator soal Kondisi Buruk Kapal USS Lincoln

14/08/2026
Risiko Banjir Bandang Tinggi di Musim Penghujan Masyarakat Didorong Susur dan Periksa Sungai

Risiko Banjir Bandang Tinggi di Musim Penghujan Masyarakat Didorong Susur dan Periksa Sungai

13/08/2026

Terpopuler

Pemerintah Aceh Diminta Dirikan Rumah Penampungan untuk Pengungsi Rohingya

Pemerintah Aceh Diminta Dirikan Rumah Penampungan untuk Pengungsi Rohingya

22/05/2024

Pidie Jaya Masuk Daftar Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Dua Kali Diperiksa Polda, Wabup Pidie Jaya Pilih Jalan Damai: Delapan Saksi Sudah Dipanggil

8.000 Peserta Bakal Ramaikan HUT RI Pidie Jaya, Kesiapan Pemkab Diuji

Jamaluddin Idham Didampingi DKP Serahkan Bantuan Hibah Alat Tangkap untuk Nelayan Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com