Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

Langkah Sunyi Abu Sarjani

redaksi by redaksi
29/05/2024
in Opini
0
Langkah Sunyi Abu Sarjani

Oleh Amar Sumatrani Anwar (Amar Bulek).

Tgk. H. Sarjani Abdullah, yang kerap dikenal dengan nama Awan adalah sosok yang menginspirasi para politisi dan masyarakat di wilayah Pidie dengan sikapnya yang tegas,cerdas, dan inspiratif. Tgk. H. Sarjani Abdullah biasa disapa dengan sebutan Abu Sarjani menjadi simbol kesederhanaan dan berwibawa yang selalu bersikap adil terhadap kepemimpinannya.

Abu Sarjani merupakan salah satu Tokoh Pejuang Gerakan Aceh Merdeka sabagai Panglima Wilayah Pidie pada tahun 2003 sampai 2005 silam. Dalam Perjuangan Gerakan Aceh Merdeka banyak kepercayaan yang didapat oleh Abu Sarjani dalam memimpin kombatan-kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Mengenal jejak Abu Sarjani sangat pantas menjadi panutan bagi seluruh mantan kombatan GAM dan Masyarakat Pidie yang mengandung makna bahwa sebuah perjuangan tidak hanya dilakukan sekali akan tetapi sikap perjuangan harus selalu tertanam dalam pribadi yang berdarah bangsa Aceh.

Abu Sarjani merupakan sosok yang sangat mengutamakan kepentingan bersama, “Meusaboh” atau Bersatu adalah ideologi beliau yang begitu kental dan patut dicontoh dalam meraih keberhasilan dalam berjuang.

Abu Sarjani mantan panglima kombatan GAM telah menjadi contoh yang begitu besar terhadap ex kombatan diwilayah pidie dengan keberanian dan jiwa kesatrianya, dengan panggilan “Abu” merupakan sebuah bentuk perhargaan kepada beliau sebagai orang yang bernilai tinggi selayaknya sebuah mahkota yang gunakan oleh seorang raja. tidak hanya itu beliau juga memiliki perilaku yang sportif, mudah mendengar dan lebih memaksimalkan tindakan daripada apa yang dikatakan. Dalam masa perjuangan Abu Sarjani selalu mengupayakan kemampuannya untuk memperjuangkan cita-cita Wali Nanggroe. Dengan cita-cita mulia yaitu menjadikan Bangsa Aceh yang makmur dan sejahtera baik dari bidang pendidikan, ekonomi, agama, maupun sosial dan budaya.

Panglima dan komando

Sebelum terjun ke dunia politik, Abu Sarjani memiliki latar belakang sebagai mantan panglima dan staff komando Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Selama masa militansi di GAM, Abu Sarjani dipercaya untuk menangani berbagai posisi penting, termasuk Staf Komando Pusat Tiro Perjuangan GAM dari tahun 1990 hingga 1998 dan Komando Operasi GAM di wilayah Pidie pada periode 2003-2005.

Setelah tercapainya perdamaian, Abu Sarjani kemudian menjabat sebagai Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pidie dari tahun 2005 hingga 2008. Selanjutnya, sejak tahun 2008 hingga saat ini, Abu Sarjani telah menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Pidie.

Oleh karena itu, peran kepemimpinannya terus berlanjut dalam kesempatan menjabat sebagai Bupati Pidie terpilih pada Periode 2012-2017 yang didampingi oleh wakilnya M. Iriawan S.E., dan membawa program unggulannya yang berhasil dijalankan oleh pasangan kepala daerah ini seperti salah satunya gerakan satu hari satu ayat adalah sebuah bentuk upaya pengabdian beliau dalam mengemban amanah semasa dalam perjuangan Aceh Merdeka demi menghidupkan generasi Aceh yang cemerlang dan memiliki semangat yang tinggi.

Pilkada 2012

Waktu yang begitu cepat berlalu, pada masa pemilihan kepala daerah periode 2012-2017 silam, Abu Sarjani menunjukkan taringnya untuk ikut bertarung sebagai calon Bupati Pidie dan Wakilnya M. Iriawan, dengan harapan dan cita-cita untuk Pidie lebih maju dan bermartabat.

Pada masa Abu Sarjani mencalonkan diri sebagai Bupati Pidie ditahun 2012 banyak sekali antusias dan dukungan dari masyarakat yang memberikan kepercayaan kepada Abu Sarjani sebagai pemimpin yang bertanggung jawab, maka pada masa pemilihan tersebut Abu Sarjani mampu menunjukkan kelayakan dan kemenangan dalam perolehan suara terbanyak diantara lawan politiknya.

Begitu juga dengan program yang diharapkan dapat dilaksanakan dengan maksimal sebagaimana yang pernah dialunkan dalam kampanye. Setelah mencapai kemenangan sebagai “Pidie 1” salah satu program yang pernah dirasakan oleh masyarakat program yang berfokus dalam bidang pendidikan terutama lembaga sekolah dengan nuansa agama, program tersebut yakni satu hari satu ayat, gerakan ini mendapat penilaian sangat positif oleh masyarakat Pidie dan berharap program lainnya juga dapat Abu Sarjani laksanakan masa berikutnya, seperti pembangunan masjid centre di pusat kota kabupaten Pidie dengan harapan masyarakat masih berlanjut hingga sekarang meskipun Abu Sarjani gagal menjemput kembali kemenangan pada Pilkada periode selanjutnya, akan tetapi dengan keberhasilan yang beliau raih telah menarik keinginan kabupaten lain untuk mencoba mengadopsi program yang pernah Abu Sarjani jalankan.

Dengan kepeduliannya yang peduli terhadap semua kalangan masyarakat karena semasa Abu Sarjani menjabat sebagai Bupati tentu program yang dijalankan dinilai menyentuh masyarakat walaupun sentuhan yang tidak kekal dalam waktu yang lama.

Tetapi tekad dan niat baik sosok pemimpin yang dikenal berkumis tebal dengan sapaan “Abu Sarjani” bukan lah seseorang yang asing diwilayah Pidie apalagi disaat perbincangan masalah pembangunan, masyarakat Pidie tidak sedikit yang sangat merindukan sosok Abu Sarjani sebagai tokoh dianggap mampu memberi kepuasan terhadap harapan masyarakat Pidie berdasarkan apa yang pernah dirasakan semasa Abu Sarjani menjabat sebaagai orang nomor 1 di Kabupaten Pidie. Seperti kata pepatah “Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang” Begitu juga kehidupan manusia disaat peran berganti maka dikenanglah apa yang ditinggalkan kesan yang baik maupun buruk.

Di saat Bupati berganti program Abu sarjani menjadi jasa dan perjuangan yang begitu bermanfaat meskipun sudah terasa hambar untuk dirasakan oleh masyarakat Pidie. Tetapi pengharapan jasa dan kinerja Abu sarjani masih tetap tertanam dalam ambangan cita-cita masyarakat Pidie untuk tetap kembali maju sebagai calon Bupati Pidie dalam Periode yang akan datang.

Dalam masa jabatan sebagai Bupati Abu Sarjani pernah meraih penghargaan Anugerah Tokoh Harian Waspada di tahun 2016 silam, Abu Sarjani memperoleh penghargaan tersebut dengan penuh kebijaksanaan dan kesederhanaan yang ikut mengharumkan nama masyarakat Pidie kala itu.

“Anugerah ini merupakan penghargaan kepada seluruh masyarakat Pidie, terima kasih kepada Harian Waspada atas penghargaannya, dan terima kasih juga kepada masyarakat Pidie atas kebersamaan selama ini dalam membangun Pidie,” ujar Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah. (Dikutip dari : https://humas.acehprov.go.id/ )

Dalam tanggapan tersebut Abu Sarjani juga memberikan semangat kepada Pemerintah Pidie untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Pidie. Siapa yang tidak mengharapkan seorang pemimpin yang penuh wibawa dan kepedulian terhadap masyarakatnya? Untuk tetap melanjutkan kepemimpinannya di masa-masa yang akan datang. Namun dalam pertarungan untuk melanjutkan program-programnya Abu Sarjani tidak lagi mendapatkan perolehan suara terbanyak pada Pilkada 2017 lalu.

Setelah jadi bupati

Begitu banyak kesan dan jasa yang telah diberikan kepada masyarakat Pidie oleh Abu Sarjani yang patut terus dilanjutkan akan tetapi nahkoda dalam kapal sudah berganti, jasa dan perjuangan Abu Sarjani tidak pernah berhenti untuk beliau melanjutkan pengharapan masyarakat Pidie maupun mantan Kombatan-kombatan GAM.

Abu Sarjani tetap memliki wadah untuk menyalurkan kepeduliannya terhadap masyarakat Pidie melalui Partai Aceh sebagai simbol kebanggaan masyarakat Aceh, Abu Sarjani sudah menjadi Pimpinan Partai Aceh (PA) Wilayah Pidie dari Tahun 2008 hingga saat ini.

Abu Sarjani juga terpilih menjadi Ketua Harian Partai Aceh (PA) 2018-2023 dan Anggota Majelis Tuha Peut Partai Aceh (PA) 2013-2023, yang selalu mengabdi atas kepentingan bersama dan selalu memberi ajakan dalam menjaga perdamaian serta menjadi simbol dalam pemersatu atau “Meusaboh” seluruh Ex Kombatan GAM.

Dalam mengemban amanah dan kepercayaan tersebut, Abu Sarjani tidak pernah merasa putus asa dan menyerah dalam menghadapi apapun dengan jiwa kesatriaan yang tertanam dalam kepribadian beliau selalu berusaha untuk tetap tekun menerima keputusan dan perintah yang harus dijalankan sebagai amanah Wali Nanggroe.

Dukungan dalam Pilkada 2024

Beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 13 Mei 2024 ratusan kader Partai Aceh Wilayah Pidie, simpatisan dan beberapa tokoh lainnya yang ikut serta dalam mengantar Abu Sarjani untuk mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Pidie dalam pemilukada (Pilkada) periode 2024 ini. Antusias tersebut merupakan simbol bahwa Abu Sarjani masih memegang kepercayaan dan dukungan seperti yang sebelumnya, untuk menjadikan dirinya sebagai tokoh utama dalam menahkodai Pidie kembali.

Dengan penuh harapan dan dukungan berupa antusias masyarakat Pidie telah menemukan harapan baru untuk calon pemimpin diperiode yang akan datang dengan melanjutkan program-program yang dinilai positif dan menyentuh masyarakat yang sempat terhentikan pada periode sebelumnya.

Oleh karena itu, restu dari DPP PA yang dikomandoi H. Muzakkir Manaf menurut pandangan penulis sangat tepat untuk diberikan kepada Abu Sarjani sebagai bakal calon Bupati Pidie ke depan. Dengan harapan untuk dapat kembali melanjutkan program-program Abu Sarjani dalam 100 hari kerja jika berhasil terpilih nantinya sebagai Bupati Pidie dalam Pilkada periode 2024-2029 mendatang untuk Pidie yang lebik baik.

 

Previous Post

Gempa Sinabang Terasa hingga ke 6 Daerah di Aceh

Next Post

Sengketa Dugaan Penggelembungan Suara di Aceh Timur Masih Berlanjut di Mahkamah Konstitusi

Next Post
Sengketa Dugaan Penggelembungan Suara di Aceh Timur Masih Berlanjut di Mahkamah Konstitusi

Sengketa Dugaan Penggelembungan Suara di Aceh Timur Masih Berlanjut di Mahkamah Konstitusi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

KNPI dan IMM Abdya Soroti Pemanggilan Wartawan oleh Polda Aceh

KNPI dan IMM Abdya Soroti Pemanggilan Wartawan oleh Polda Aceh

01/04/2026
Kepala Daerah Diminta Aktifkan Posko untuk Percepatan Data Huntap

Kepala Daerah Diminta Aktifkan Posko untuk Percepatan Data Huntap

01/04/2026
Nyan, 4 Santri Al Zahrah Lulus SNBP 2026, Satu di Fakultas Teknik Pertanian USK

Nyan, 4 Santri Al Zahrah Lulus SNBP 2026, Satu di Fakultas Teknik Pertanian USK

01/04/2026
Krak, 7 Murid SMAN 1 Blangjerango Gayo Lues Lulus SNBP 2026 di Unimed dan USK

Krak, 7 Murid SMAN 1 Blangjerango Gayo Lues Lulus SNBP 2026 di Unimed dan USK

01/04/2026
Wali Nanggroe: Semua Pihak Harus Dukung Langkah BNN Berantas Narkoba

Wali Nanggroe: Semua Pihak Harus Dukung Langkah BNN Berantas Narkoba

01/04/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

KPA Pase Mulai ‘Gerah’ dengan Kepemimpinan Abang Samalanga di DPR Aceh

67 Murid SMAN 1 Peureulak Lulus SNBP 2026, 5 Diantaranya di Fakultas Kedokteran

Kapolda Aceh Diminta Tinjau Ulang Pemanggilan Jurnalis Bithe.co, FJA Abdya Ingatkan MoU Polri dengan Dewan Pers

STAI Tgk. Chik Pante Kulu Banda Aceh Jalin Sinergi Strategis dengan IKADIN dan YARA

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com