Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sosok

Nikmatul Sholikah; ‘Sang Guru’ Wakili Jatim di PON Aceh-Sumut

redaksi by redaksi
18/06/2024
in Sosok
0
Nikmatul Sholikah; ‘Sang Guru’ Wakili Jatim di PON Aceh-Sumut

Berlatih keras di antara dua tugas rutin memang melelahkan. Meskipun demikian, wanita ini menepis rasa ingin menyerah. Memotivasi diri bahwa kesempatan berlaga di PON tidak datang dua kali.

Nama lengkapnya Nikmatul Sholikah. Seringnya dipanggil Nikma. Perempuan 26 tahun ini adalah salah satu dari tiga atlet wushu Kediri yang akan berlaga di PON XXI Aceh-Sumatra Utara (Sumut) tahun ini. Mewakili Jawa Timur di kelas 48 kilogram.

Menariknya, sosok Nikma tak hanya dikenal sebagai atlet. Perempuan ini juga seorang guru. Mengajar anak-anak kelas satu dan dua sekolah dasar (SD). Tepatnya di SD Islam Al Huda Kota Kediri.

Menjalani tugas ganda tentu bukan perkara mudah. “Tentu saja capek,” ujarnya setengah bercanda.

Keluhan itu bukan tanpa dasar. Setiap pagi Nikma harus latihan fisik secara mandiri. Menerapkan program yang disusun pelatihnya. Lari, push-up, sit up, dan lainnya. Kemudian melaporkannya entah dalam wujud foto atau video.

“Tetap dipantau,” kata perempuan lulusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Nusantara PGRI Kediri.

Setelah menuntaskan tugas dari pelatih, Nikma melanjutkan harinya dengan tugas wajib. Mengajar di dua kelas. Yang berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, jam kerjanya baru berakhir pukul 15.00 WIB. Nah, jeda waktu yang dimilikinya biasanya dia gunakan untuk beristirahat sejenak. Sebelum berlatih wusuh pada pukul 15.30.

“Kalau sore latihan di aula (SMAN 5 Taruna Brawijaya). Lebih ke teknik, terus ke partner. Pokoknya simulasi pertandingan,” jelas sulung dari dua bersaudara ini.

Jadwal padat, dengan dua tugas harus dijalankan sekaligus, membuat tekanannya juga ganda. Saat pagidia tetap harus semangat mengajar. Ceria dan tersenyum saat di kelas. Sementara, saat berlatih, harus menjaga motivasi supaya tetap fokus.

Untungnya, selama ini, Nikma mampu bersikap professional. “Kalau saya masalah sekolah ya diselesaikan di sekolah. Jadi jarang kecampur (antara masalah pribadi dengan pekerjaan),” akunya.

Apa yang dilakukan Nikma memang berat. Sampai-sampai dia sempat ingin menyerah. Melepas kesempatannya berlaga di PON XXI. Pasalnya, selain tugas utamanya sebagai atlet dan guru, dia juga tetap mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Mulai dari menyapu, mencuci baju, dan sebagainya. Sehingga, Nikma merasa lelah, baik secara mental ataupun fisik. Namun, di sisi lain, dia juga sadar kesempatan tidak datang dua kali.

“Motivasinya dari diri sendiri. Gini, kurang saitik, ayok,” ucapnya menyemangati dirinya sendiri sembari menyebut PON XXI akan menjadi kompetisi terakhirnya sebagai atlet wushu.

Sumber: radarkediri.jawapos.com

Previous Post

Kapolresta Banda Aceh Sumbang Hewan Kurban Untuk Warga Ladong

Next Post

Blang Me Sembelih 25 Hewan Qurban

Next Post
Blang Me Sembelih 25 Hewan Qurban

Blang Me Sembelih 25 Hewan Qurban

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Warga Aceh Diajak Kibarkan Bendera Alam Peudeung pada 15 Agustus 2026, Kenapa?

Warga Aceh Diajak Kibarkan Bendera Alam Peudeung pada 15 Agustus 2026, Kenapa?

14/08/2026
Tak Sekadar Tuntaskan KKN, Kelompok 11 Raih Apresiasi DPL Berkat Dedikasi di Masyarakat

Tak Sekadar Tuntaskan KKN, Kelompok 11 Raih Apresiasi DPL Berkat Dedikasi di Masyarakat

14/08/2026
21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh

21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh

14/08/2026
TP PKK dan Dinkes Abdya Ajak Masyarakat Menerapkan Pola Hidup Sehat dengan Strategi CERDIK

TP PKK dan Dinkes Abdya Ajak Masyarakat Menerapkan Pola Hidup Sehat dengan Strategi CERDIK

14/08/2026
RSUD-TP Abdya Dipercaya sebagai RSJP untuk Mendukung Pelaksanaan PPDS Urologi Fakultas Kedokteran USK

RSUD-TP Abdya Dipercaya sebagai RSJP untuk Mendukung Pelaksanaan PPDS Urologi Fakultas Kedokteran USK

14/08/2026

Terpopuler

Nikmatul Sholikah; ‘Sang Guru’ Wakili Jatim di PON Aceh-Sumut

Nikmatul Sholikah; ‘Sang Guru’ Wakili Jatim di PON Aceh-Sumut

18/06/2024

Pidie Jaya Masuk Daftar Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Risiko Banjir Bandang Tinggi di Musim Penghujan Masyarakat Didorong Susur dan Periksa Sungai

Jamaluddin Idham Didampingi DKP Serahkan Bantuan Hibah Alat Tangkap untuk Nelayan Abdya

Forkopimda Aceh Minta Tambang Emas Rakyat Ditutup, Syahril: Jangan Binasakan Rakyat di Kaki Bumi Sendiri

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com