Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Grup Band Metalcore Asal Aceh Tampil Wakili Indonesia di Jerman

redaksi by redaksi
22/06/2024
in Nanggroe
0
Grup Band Metalcore Asal Aceh Tampil Wakili Indonesia di Jerman

Arsip - Killa the Phia, grup band metalcore asal Aceh, saat memenangkan kompetesi Wacken Metal Battle Indonesia 2024 di Bandung, Minggu (16/6/2024) (ANTARA/HO)

Banda Aceh – Grup band metalcore asal Aceh, Killa The Phia akan tampil di Wacken Open Air Festival pada 31 Juli hingga 3 Agustus 2024 di Jerman mewakili Indonesia.

“Kita terpilih dari 10 grup band lainnya saat kompetisi di Bandung untuk mewakili Indonesia main di Jerman,” kata Vokalis Killa The Phia, Rizki Rahmadhani alias Madon di Banda Aceh, Jumat.

Madon mengatakan grup bandnya berhasil melenggang ke Jerman setelah merebut juara pertama dalam kompetisi Wacken Metal Battle Indonesia 2024 yang diselenggarakan pada Minggu (16/5), di Bandung.

Di sana, kata dia, nantinya mereka tampil di atas panggung festival metal terbesar di dunia itu selama 20 menit. Ada tiga lagu yang bakal dibawakan, yakni Revange of The Hypocrite, Like Fire burn, dan TDOM.

Tiga lagu metal tersebut akan dipadu-padankan dengan aransemen musik etnik Aceh. Nantinya, Killa The Phia juga menyelingi beberapa bagian lagu mereka yang bergenre metalcore dengan aransemen musik etnik Aceh, yaitu rapa’i.

Alat musik pukul itu akan dimainkan secara langsung di hadapan penonton Wacken Open Air yang jumlahnya diperkirakan mencapai 85 ribu orang.

“Karena posisi kita sudah jauh di Jerman, kita tidak hanya menampilkan karakter musik yang biasa kita bawakan, tetapi juga mengenalkan musik etnik Aceh, konsepnya 80 persen metal dan 20 persen etnik,” ujarnya.

Madon menuturkan grup band yang terbentuk pada 2008 ini tidak sekadar manggung menampilkan karyanya di Jerman. Di sana, Killa The Phia kembali berkompetisi memperebutkan juara pertama dengan 30 negara di dunia.

Kehadiran Killa The Phia dalam gelaran Wacken Open Air Festival menambah daftar panjang band metal Indonesia yang pernah tampil dalam ajang serupa, di antaranya Burgerkil (Bandung) dan Beside (Bandung), Jasad (Bandung), Down For Life (Solo), Taring (Bandung), Voice of Baceprot (Garut), dan Ludicia (Bali).

Adapun personel Killa The Phia, yakni Madon (vokal), Reza dan Aan (gitar), Sinjo (bass), dan Aloel (drum). Grup band ini dibentuk semasa mereka duduk di bangku SMA, karena menemukan minat yang sama terhadap musik metal.

Nama Killa The Phia terinspirasi dari salah satu nama kota terbesar di negara Pennsylvania, Amerika Serikat, yaitu Philadelphia.

“Namanya kita plesetin dari nama kota itu. Tidak ada yang istimewa dari segi makna,” kata Madon.

Sejak dibentuk tahun 2008 atau selama 16 tahun eksis, Killa The Phia telah mengeluarkan satu album dan banyak single. Diperkirakan ada 15 lagu yang diciptakan dan dirilis.

Sebagai informasi, meski Aceh sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, Aceh tidak membatasi karya atau jenis musik. Hanya saja, mengatur proses manggungnya tidak boleh melanggar ketentuan yang berlaku.

Sumber: antara

Previous Post

MIN 36 Aceh Besar Raih Juara 2 Nasional Kantin Sehat

Next Post

Gempa M4,7 Guncang Sabang  Malam Ini

Next Post
Belum Ada Laporan Kerusakan Imbas Gempa di Daerah Padang Pariaman

Gempa M4,7 Guncang Sabang  Malam Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Empat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Emas di PKM IV PTKIN Se-Sumatera

Empat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Emas di PKM IV PTKIN Se-Sumatera

02/10/2026
Komnas HAM Perkuat Kapasitas Advokat IKADIN Aceh dalam Penanganan Perkara HAM

Komnas HAM Perkuat Kapasitas Advokat IKADIN Aceh dalam Penanganan Perkara HAM

02/10/2026
Pemerintah Bangun Sekolah Rusak Akibat Banjir Bandang di Pedalaman Aceh Barat

Pemerintah Bangun Sekolah Rusak Akibat Banjir Bandang di Pedalaman Aceh Barat

02/10/2026
Alue Deah Teungoh Jadi Kampung Zakat Pertama di Banda Aceh

Alue Deah Teungoh Jadi Kampung Zakat Pertama di Banda Aceh

02/10/2026
Merindu Doa

Merindu Doa

02/10/2026

Terpopuler

Grup Band Metalcore Asal Aceh Tampil Wakili Indonesia di Jerman

Grup Band Metalcore Asal Aceh Tampil Wakili Indonesia di Jerman

22/06/2024

Forkorda: Aceh Usulkan 6 CDOB Baru, Seluruh Syarat Administrasi Lengkap

Demo Tuntut PT CA, Polres Abdya: Kami Dukung Langkah Masyarakat, Tapi Tetap Dalam Koridor Hukum

Empat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Emas di PKM IV PTKIN Se-Sumatera

IMM Lakukan Aksi Dorong Motor, Buntut Kelangkaan BBM di Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com