Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Netanyahu Bakal Setop Serang Rafah, Alihkan Pasukan ke Lebanon

redaksi by redaksi
24/06/2024
in Internasional
0
Kronologi Menteri-Militer Israel Cekcok Saling Teriak di Rapat Kabinet

Sejumlah menteri-pejabat militer Israel saling adu mulut hingga berteriak di rapat kabinet hingga PM Benjamin Netanyahu harus mengakhiri pertemuan. (AFP/OHAD ZWIGENBERG)

Jakarta – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan serangan pasukan militer ke Rafah, wilayah ujung selatan Jalur Gaza sekaligus tempat jutaan warga Palestina mengungsi, akan segera dihentikan.

Selanjutnya, pasukan militer akan dikerahkan ke utara Israel, perbatasan dengan Lebanon selatan.

Dalam wawancara pertamanya dengan jaringan Israel sejak agresi meletus 7 Oktober lalu, Netanyahu mengatakan pasukan pertahanan Zionis akan dikerahkan ke perbatasan utara untuk “tujuan pertahanan.”

“Fase intens pertempuran melawan Hamas akan segera berakhir,” kata Netanyahu dalam wawancara dengan Channel 14, Minggu (23/6).

“Bukan berarti perang (secara keseluruhan) akan segera berakhir. Namun perang dalam fase intens di Rafah akan berakhir,” lanjut Netanyahu, seperti dikutip dari AFP.

Dia berujar setelah serangan di Rafah berhenti, ia akan memindahkan sejumlah pasukan ke utara untuk tujuan pertahanan serta untuk membawa kembali penduduk.

“Setelah akhir fase intens, kami akan memindahkan beberapa pasukan ke utara. Kami akan melakukan itu, khususnya untuk tujuan defensif serta untuk membawa penduduk (pengungsi) kembali ke rumah,” kata Netanyahu.

Puluhan ribu warga Israel telah mengungsi dari Israel utara sejak Oktober lantaran pasukan militer bersitegang dengan milisi Lebanon Hizbullah di kawasan tersebut. Hizbullah menyerang Israel di perbatasan Lebanon sebagai bentuk solidaritas terhadap milisi Hamas di Gaza.

Ketegangan antara Israel dan Hizbullah pun semakin panas setelah salah satu komandan Hizbullah, Taleb Abdallah, tewas imbas serangan Israel di Kota Joya, Lebanon selatan, 11 Juni lalu.

Kematian Abdallah memantik amarah kelompok itu karena ia merupakan “orang paling penting di Hizbullah yang tewas dibunuh sejak dimulainya perang” antara Israel dan Hamas.

Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, menegaskan negaranya akan segera mengambil keputusan untuk perang habis-habisan dengan Hizbullah setelah lebih dari delapan bulan perbatasan kedua negara menegang.

Ia juga menyatakan militer Israel telah menyetujui “rencana operasi serangan ofensif di Lebanon.”

Menanggapi hal itu, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah mengancam akan menyerang Siprus jika Israel benar-benar menyerang pihaknya.

Nasrallah menuding Siprus telah membantu Israel dengan mengizinkan Negeri Zionis menggunakan bandara dan pangkalannya untuk latihan militer.

Dia juga menegaskan Hizbullah tak takut untuk berperang dengan Israel dan sebaliknya mereka akan berperang “tanpa aturan” dan “tanpa batasan” jika itu terjadi.

Potensi perang kedua negara ini pun membuat was-was sejumlah negara termasuk Amerika Serikat. Washington menyatakan bakal mendukung penuh Israel bila terjadi perang besar-besaran dengan Hizbullah.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Negara-negara Arab Disebut Ogah Kirim Pasukan ke Gaza, Kenapa?

Next Post

Rupiah Dibuka Melemah ke Posisi Rp16.451 Pagi Ini

Next Post
Rupiah Dibuka Melemah ke Posisi Rp16.451 Pagi Ini

Rupiah Dibuka Melemah ke Posisi Rp16.451 Pagi Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tiga Desa di Aceh Barat Mulai Terendam Banjir Luapan

BPBD Siagakan Personel Hadapi Banjir Luapan di Aceh Barat

15/06/2026
Peneliti USK Gandeng Prof. Edward Aspinall Teliti Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

Peneliti USK Gandeng Prof. Edward Aspinall Teliti Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

15/06/2026
Pendaftar Naik, Al Zahrah Bireuen Seleksi 113 Calon Santri Baru 2026/2027

Pendaftar Naik, Al Zahrah Bireuen Seleksi 113 Calon Santri Baru 2026/2027

15/06/2026
BPJN Pacu Pelebaran Ruas Jalan Calang-Nagan Raya

BPJN Pacu Pelebaran Ruas Jalan Calang-Nagan Raya

15/06/2026
Gempa Dangkal di Bener Meriah Dipicu Sesar Aktif

Gempa Magnitudo 3,9 Guncang Abdya

15/06/2026

Terpopuler

Kronologi Menteri-Militer Israel Cekcok Saling Teriak di Rapat Kabinet

Netanyahu Bakal Setop Serang Rafah, Alihkan Pasukan ke Lebanon

24/06/2024

Di Balik WTP, BPK Bongkar Dana BOSP Rp312 Juta Bermasalah di Pidie Jaya

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

Rp800 Juta untuk HUT Pidie Jaya: Sederhana Bagi Pemkab, Bagaimana Menurut Rakyat?

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com