Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kolom

Para Lelaki Bercelana Pendek di Banda Aceh

redaksi by redaksi
30/06/2024
in Kolom
0
Para Lelaki Bercelana Pendek di Banda Aceh

Ilustrasi pria bercelana pendek

Banda Aceh sepertinya sudah kehilangan identitasnya sebagai ibukota Serambi Mekkah. Provinsi yang menerapkan pemberlakuan Syariat Islam di Indonesia. Ketika pemerintah meningkatkan implementasi Syariah Islam ke bidang mualamah di Aceh, tapi pengawasan bidang busana justru mengalami kelonggaran. Paling tidak ini yang saya rasakan dalam 5 tahun terakhir di Banda Aceh.

Perkenalkan, nama saya Darlia, seorang ibu muda yang menetap di Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Tulisan ini mungkin lebih ke soal kegelisahan saya terkait maraknya para lelaki yang berjalan-jalan di Banda Aceh dengan celana pendek. Padahal kita tahu bahwa aurat lelaki itu dari pusat hingga di bawah lutut.

Selama 5 tahun terakhir, saya merasakan benar bahwa pengawasan syariat Islam, terutama busana, mengalami kemunduran di Banda Aceh. Dulu yang sering dipersoalkan adalah busana Wanita, tapi selama 5 tahun terakhir, saya merasakan justru kebalikannya.

Mendapati pria muda yang memakai celana pendek di Banda Aceh seperti hal yang sudah lazim. Mereka dengan mudah ditemui di cafe-cafe yang ada di Banda Aceh dan pusat pembelanjaan. Apalagi jika akhir pekan.

Para pria yang bercelana pendek ini rata-rata remaja usia kuliah.

Menurut saya yang awam ini, para remaja ini tidak memperoleh pengetahuan yang benar tentang pelaksanaan syariat Islam di Aceh, terutama di Banda Aceh. Karena kendornya pengawasan syariat di Banda Aceh selama 5 tahun terakhir, mengakibatkan kebiasaan mereka di daerah asal terbawa ke Banda Aceh. Tradisi buruk tersebut kemudian menjadi hal yang biasa di Banda Aceh.

Saya khawatir keadaan yang salah ini terus berlanjut di Banda Aceh.

Krisis identitas dan kesalahan yang ‘dimanfaatkan’ tersebut justru menjadi hal yang biasa di Banda Aceh.

Saya berharap kegelisahan saya ini tersampaikan ke pihak-pihak terkait.

Penulis adalah Dahlia, warga Banda Aceh. Alamat penulis ada di redaksi.

 

Previous Post

4 Anggota Militer Bolivia Ditangkap, Diduga Terlibat Upaya Kudeta

Next Post

Aceh dan KFU Kazan Tandatangan Nota Kesepahaman Kerjasama

Next Post
Aceh dan KFU Kazan Tandatangan Nota Kesepahaman Kerjasama

Aceh dan KFU Kazan Tandatangan Nota Kesepahaman Kerjasama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kuah Pliek hingga Tebak Gerakan, HT Ibrahim dan PDRI Aceh Bikin HUT Demokrat Jadi Pesta Rakyat

Kuah Pliek hingga Tebak Gerakan, HT Ibrahim dan PDRI Aceh Bikin HUT Demokrat Jadi Pesta Rakyat

05/09/2026
Al- Farlaky Galakkan Gerakan Guru Tanam 10.000 Pohon

Al- Farlaky Galakkan Gerakan Guru Tanam 10.000 Pohon

05/09/2026
Kemenhaj Dorong Sinergi Wakaf dan Ekonomi Haji untuk Perkuat Potensi Lokal Aceh

Kemenhaj Dorong Sinergi Wakaf dan Ekonomi Haji untuk Perkuat Potensi Lokal Aceh

05/09/2026
Wamen Komdigi Apresiasi SIPGAM Banda Aceh: Contoh Nyata Inovasi Talenta Digital Daerah

Wamen Komdigi Apresiasi SIPGAM Banda Aceh: Contoh Nyata Inovasi Talenta Digital Daerah

05/09/2026
Terkait Permasalahan Huntap di Aceh Tengah, Bupati Haili Yoga Temui Kementerian PKP

Terkait Permasalahan Huntap di Aceh Tengah, Bupati Haili Yoga Temui Kementerian PKP

05/09/2026

Terpopuler

Para Lelaki Bercelana Pendek di Banda Aceh

Para Lelaki Bercelana Pendek di Banda Aceh

30/06/2024

Sekda, Para Kadis hingga Camat mulai Ramai jadi Orang Tua Asuh Anak Yatim di Abdya

Pelatihan Kader Penggerak Nanggroe Japakeh 2026 Dibuka

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com