Singkil — Kecemasan melanda masyarakat di Desa Asantola Kecamatan Pulau Banyak Barat setelah jembatan penghubung utama ke tiga sekolah nyaris ambruk. Jembatan yang menjadi akses vital bagi ratusan siswa, guru, dan warga ini mengalami kerusakan parah dan diperkirakan dapat roboh kapan saja.
Jembatan yang terletak di desa kepulauan ini telah menunjukkan tanda-tanda kerusakan sejak beberapa bulan lalu. Namun, kondisi terbaru lebih mengkhawatirkan, dengan beberapa bagian jembatan yang sudah mulai retak dan besi lantainya mulai patah.
“Kami sangat khawatir karena jembatan ini nyaris roboh. Sedangkan jembatan ini adalah jalan yang sering dilalui anak-anak untuk pergi ke sekolah,” ujar Ketua Pemuda Desa Asantola, Mufdar, S. Pd dengan nada cemas, Jum’at, 23/8/2024.
Situasi semakin genting ketika kondisi jembatan sudah mulai merunduk dan besi penyangga jembatan terlihat banyak patah.
Pantauan Atjehwatch.com, perahu nelayan beserta keluarganya yang melintas tampak sangat waspada saat melintas. Bahkan beberapa anak yang di atas perahu terlihat takut akan bahaya yang mengintai.
“Ini sifatnya emergensi, selain akses anak-anak sekolah jembatan ini juga akses utama yang dilalui para Nelayan di Desa Asantola,” ungkap Mufdar, S. Pd, Jum’at, 23/8/2024.
Menanggapi situasi ini, Pj. Bupati Aceh Singkil, Azmi, memberikan respons akan melakukan tindakan darurat sembari menunggu penanganan di tahun depan.
“Terima kasih infonya, segera kami teruskan ke dinas teknis PUPR, dan sudah saya perintahkan Kepala Dinas PUPR untuk menangani secara darurat sembari menunggu penanganan lebih lanjut pada tahun 2025,” kata Pj. Bupati Aceh Singkil, Azmi memberi konfirmasi, Jum’at, 23/8/2024.
Tanggapan ini memberikan harapan kepada masyarakat bahwa pemerintah daerah akan segera mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kondisi jembatan yang mengkhawatirkan ini.
Seperti diketahui sebelumnya, bahwa masyarakat berharap ada tindakan cepat dari Pemerintah Daerah Aceh Singkil dan dinas untuk mengevaluasi kondisi jembatan, agar tidak menelan korban jiwa. “Ini masalah serius yang menyangkut keselamatan anak-anak sekolah dan masyarakat. Kami berharap tindakan serius dari pihak terkait,” tegas Ketua Pemuda Desa Asantola, Mufdar, S. Pd.
“Kami tidak ingin menunggu sampai ada korban jiwa, baru ada respon,” pungkas Mufdar, S. Pd.
Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Asantola dan anak-anak sekolah sangat waspada saat melintasi jembatan tersebut.
Untuk diketahui bahwa jembatan yang nyaris roboh tersebut diperkirakan usianya hampir 20 tahun tanpa ada perbaikan. Dan selama ini menjadi akses ke 3 sekolah yakni SD Negeri Asantola, SMP Negeri 1 Pulau Banyak Barat dan SMA Negeri 1 Pulau Banyak Barat.
Reporter: Ahmad Azis











Pembangunan nya juga perlu perlakuan khusus dari ahli, tidak hanya punya modal tapi juga mengerti tentang ilmu struktur.