PRIA muda ini bernama lengkap Muhammad Syuhada S.IP MIP. Ia baru saja dilantik sebagai anggota DPRK Aceh Timur untuk periode 2024-2029 pada Senin 2 September 2024 lalu.
Syuhada, demikian ia akrab disapa, merupakan salah satu anggota termuda di DPRK Aceh Timur. Ia terpilih dari Dapil 3 Aceh Timur dengan perolehan suara 1.310 melalui Partai Kebangkitan Bangsa.
Untuk Dapil 3 Aceh Timur sendiri meliputi daerah pemilihan Birem Bayeun, Serbajadi, Rantau Selamat, Simpang Jernih dan Peunaron.
Usai dilantik, Syuhada mengaku akan mencoba menjalankan amanah yang dititip padanya dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, pasca pelantikan di DPRK Aceh Timur, merupakan fase baru bagi dirinya untuk bersuara lebih lantang terkait persoalan masyarakat.
“Bagi saya, ini hanya peralihan saya. Dulu bersama kawan kawan turun ke jalan saat masih berstatus mahasiswa. Dulu parlemen jalanan, dan kini berada di jalan. Tapi tujuannya, tetap sama,” kata ayah satu anak ini lagi.
Ya, lelaki kelahiran Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, pada 17 Juli 1995 ini, merupakan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala periode 2016-2017.
Syuhada juga Magister Ilmu Politik di Universitas Indonesia.
Saat masih berstatus mahasiswa, ia kerap bersuara lantang terkait berbagai persoalan di masyarakat.
Meski masih tergolong muda, Syuhada memiliki jaringan yang luas. Ia pernah tercatat sebagai Tenaga Ahli (TA) Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc MAg atau akrab disapa Syech Fadhil, dari 2019 hingga 2023 lalu.
Selain itu, ia juga aktif dibidang sosial kemasyarakatan. Di bawah Ormas Sahabat Rakyat Aceh (Sahara), Syuhada aktif membantu sejumlah rumah ibadah di Aceh Timur.
“Selagi masih bermanfaat bagi umat, saya akan bekerja keras. Saya ingat kata Ustadz Fadhil, bahwa jangan berharap orang lain datang untuk membangun daerah kita. Maka selagi bisa, bekerja keraslah hingga menjadi penggerak bagi yang lain,” ujar Syuhada.
“Dukung saya jika benar, dan kritik saya jika salah,” kata Syuhada lagi.










