Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Zimbabwe Bakal Bantai 200 Gajah di Tengah Krisis Pangan

redaksi by redaksi
14/09/2024
in Internasional
0
Zimbabwe Bakal Bantai 200 Gajah di Tengah Krisis Pangan

Zimbabwe akan memusnahkan 200 ekor gajah karena menghadapi kekeringan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang telah menyebabkan kekurangan pangan. Ilustrasi. (AFP/ZINYANGE AUNTONY).

Jakarta – Zimbabwe akan memusnahkan 200 ekor gajah karena menghadapi kekeringan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang telah menyebabkan kekurangan pangan.

Dilansir AFP, Kamis (14/9), otoritas satwa liar Zimbabwe juga menerangkan langkah itu sekaligus mengatasi populasi hewan yang membengkak.

Di depan parlemen pada Rabu lalu, Menteri Lingkungan Zimbabwe Nqobizitha Mangaliso Ndlovu menilai negaranya memiliki lebih banyak gajah daripada yang dibutuhkan. Ia menambahkan pemerintah telah menginstruksikan Otoritas Taman dan Satwa Liar Zimbabwe (ZimParks) untuk memulai proses pemusnahan.

Langkah serupa terakhir kali dilakukan Pemerintah Zimbabwe pada 1988.

Direktur Jenderal ZimParks Fulton Mangwanya Ratusan mengungkapkan ratusan gajah itu akan diburu di daerah tempat mereka bentrok dengan manusia, termasuk Hwange, rumah bagi cagar alam terbesar di Zimbabwe.

Zimbabwe adalah rumah bagi sekitar 100 ribu ekor gajah dan memiliki populasi gajah terbesar kedua di dunia setelah Botswana.

Berkat upaya konservasi, Hwange menjadi rumah bagi 65 ribu ekor gajah, lebih dari empat kali lipat kapasitasnya.

Negara tetangga Namibia sebelumnya juga membunuh 160 gajah dalam pemusnahan lebih dari 700 gajah untuk mengatasi kekeringan terburuk dalam beberapa dekade.

Zimbabwe dan Namibia termasuk di antara sejumlah negara di Afrika bagian selatan yang telah mengumumkan keadaan darurat karena kekeringan. Namun, tindakan memburu hewan untuk makanan tidak disambut baik secara umum.

“Pemerintah harus memiliki metode yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk mengatasi kekeringan tanpa memengaruhi pariwisata. Mereka berisiko menolak wisatawan dengan alasan etika. Gajah lebih menguntungkan jika hidup daripada mati,” ujar Direktur lembaga nirlaba Centre for Natural Resource Governance Farai Maguwu.

“Kami telah menunjukkan bahwa kami adalah penjaga sumber daya alam yang buruk dan nafsu kami terhadap kekayaan yang diperoleh secara tidak sah tidak mengenal batas, jadi ini harus dihentikan karena tidak etis,” katanya.

Namun, Chris Brown, seorang konservasionis dan CEO Kamar Lingkungan Namibia, mengatakan bahwa “gajah memiliki dampak yang menghancurkan pada habitat jika dibiarkan terus bertambah secara eksponensial”. Padahal, spesies lain jua sama pentingnya dengan gajah.

“Gajah benar-benar merusak ekosistem dan habitat, dan berdampak besar pada spesies lain yang kurang ikonik dan karenanya kurang penting di mata orang-orang konservasi yang berpusat di Eropa dan berdiam diri di kota,” katanya.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Apa Itu ‘Drone Naga’ Ukraina yang Bakar Hangus Alat Militer Rusia?

Next Post

Kakanwil Kemenag Aceh Tinjau Progres Pembangunan Balai Nikah dan Manasik Haji

Next Post
Kakanwil Kemenag Aceh Tinjau Progres Pembangunan Balai Nikah dan Manasik Haji

Kakanwil Kemenag Aceh Tinjau Progres Pembangunan Balai Nikah dan Manasik Haji

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kemendagri Sebut Pembangunan Aceh Harus Tumbuh Bersama Alam

Kemendagri Sebut Pembangunan Aceh Harus Tumbuh Bersama Alam

11/05/2026
314 Peserta Siap Bersaing dalam ASAC 2026 Se-Aceh di Pesantren Al Zahrah Bireuen

314 Peserta Siap Bersaing dalam ASAC 2026 Se-Aceh di Pesantren Al Zahrah Bireuen

11/05/2026
Polisi Amankan 10 Unit Sepeda Motor Balap Liar di Ulee Lhee

Polisi Amankan 10 Unit Sepeda Motor Balap Liar di Ulee Lhee

11/05/2026
Banjir Bandang, Jalan Kutacane-Medan Sempat Lumpuh

Banjir Bandang, Jalan Kutacane-Medan Sempat Lumpuh

11/05/2026
Kak Na Ajak Kader Aktif Jalankan 10 Program Pokok PKK

Kak Na Ajak Kader Aktif Jalankan 10 Program Pokok PKK

11/05/2026

Terpopuler

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

06/05/2026

Tabligh Akbar Muhammadiyah Abdya, Dr. Safaruddin Titip Beberapa Pesan Keumatan

Di Ikuti Dua Kemukiman, Sekda Abdya Buka MTQ Tingkat Kecamatan Jeumpa

Krak, Pasangan Asal Aceh Tempuh Perjalanan Darat dari Indonesia hingga Mekkah

Zimbabwe Bakal Bantai 200 Gajah di Tengah Krisis Pangan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com