Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Hasil Evakuasi BPKP Mutu Pendidikan Aceh Belum Optimal, Kadisdik Marthunis Apakah Paham Kelola Pendidikan?

redaksi by redaksi
27/09/2024
in Nanggroe
0
Hasil Evakuasi BPKP Mutu Pendidikan Aceh Belum Optimal, Kadisdik Marthunis Apakah Paham Kelola Pendidikan?

BANDA ACEH – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh tahun 2024 mengaudit akuntabilitas peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Aceh yang belum optimal.

Hal itu berdasarkan evaluasi atas peningkatan kualitas pendidikan di Aceh dengan uraian hasilnya, terdapat kesenjangan dalam penerapan kurikulum di berbagai wilayah pada jenjang pendidikan menengah belum seluruhnya pada satuan pendidikan jenjang SMA mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

Menurut Pemerhati Kebijakan Publik, Dr Usman Lamreung MSi, kepada media ini, Jum’at (27/9/2024) merasa prihatin dengan kondisi kualitas pendidikan di Aceh yang dikeluarkan oleh BKPP Aceh.

Kata Usman, data yang dikeluarkan oleh BPKP Aceh, dari 542 satuan pendidikan jenjang SMA hanya 146 (26,98%) sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka secara penuh.

Selanjutnya pada satuan pendidikan jenjang SMK sebagian besar sudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka yaitu sebanyak 209 (94,14%) dari 222 jumlah satuan pendidikan jenjang SMK.

“Pemerintah Aceh telah menyusun intervensi atas penerapan Kurikulum Merdeka pada satuan pendidikan berupa pelaksanaan workshop pengembangan kurikulum pada satuan pendidikan SMA dan SMK terkait implementasi Kurikulum Merdeka,” ujar Usman.

Disampaikannya, seharusnya Permendikbud Nonor 12 Tahun 2024 tentang kurikulum jenjang PAUD, jenjang Pendidikan Dasar dan jenjang Pendidikan Menengah dalam pasal 26 dinyatkan bahwa, Pemerintah Daerah mendukung dan bertanggungjawab dalam implementasi Kurikulum Merdeka.

Usman menuturkan, banyak poin-poin yang di evaluasi oleh BPKP Aceh diantaranya, Pemerintah Aceh belum optimal dalam mengimplementasi upaya pemenuhan kualifikasi dan sertifikasi guru.

Kemeudian intervensi Pemerintah Aceh belum optimal dalam mendukung pemenuhan ketersediaan dan kebutuhan guru.

Selanjutnya papar Usman, intervensi Pemerintah Aceh belum optimal dalam mendukung pemerataan distribusi guru, dan analisis atas efektivitas intervensi Pemerintah Daerah, hasil evaluasi pada Provinsi Aceh menunjukkan belum sepenuhnya efektif dalam mengatasi isu kewilayahan bidang pendidikan.

“Hal ini ditunjukkan dengan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pendidikan Pemerintah Aceh Tahun 2023 belum mencapai target yang ditetapkan, yaitu indikator rata-rata kompetensi Literasi SMK berdasarkan Asemen Nasional sebesar 83,57%,” sebut Usman.

Ditambahkannya, capaian implementasi intervensi pemerintah daerah dalam mengatasi isu kewilayahan tahun 2024, terdapat 22 kegiatan dengan realisasi anggaran sebesar Rp.282.263.609.185 yang tidak diimplementasikan secara tepat untuk mendukung penyelesaian isu kewilayahan di Aceh.

Dari data BPKP Aceh tersebut, Usman menyimpulkan, belum efektifnya intervensi pemeritah daerah dalam mengatasi isu kewilayahan bidang pendidikan disebakan masih rendahnya kemampuan belajar siswa.

Seterusnya masih ada kompetensi guru yang kurang serta belum optimalnya peran dari sekolah dalam upaya peningkatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik. Hal tersebut mengakibatkan kualitas menjadi rendah.

“Pertanyaan sekarang, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis apakah paham mengelola bidang pendidikan agar kualitas pendidikan di provinsi yang kita cintai ini semakin bermutu dan berkualitas,” pungkas Usman.

Previous Post

Partai Aceh Laporkan KIP Aceh ke Panwaslih Aceh

Next Post

Dinas Pendidikan Aceh Singkil Luncurkan Dua Program Peduli dan Empati Bagi Siswa

Next Post
Dinas Pendidikan Aceh Singkil Luncurkan Dua Program Peduli dan Empati Bagi Siswa

Dinas Pendidikan Aceh Singkil Luncurkan Dua Program Peduli dan Empati Bagi Siswa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

PSMS Yakin Rebut Kemenangan Ketiga dari Persiraja Banda Aceh

PSMS Yakin Rebut Kemenangan Ketiga dari Persiraja Banda Aceh

02/05/2026
BWS Sumatera I dan Kabinda Tekan Risiko Bencana Hidrometeorologi di Aceh

BWS Sumatera I dan Kabinda Tekan Risiko Bencana Hidrometeorologi di Aceh

02/05/2026
Musiarifsyah Putra, Peneliti UIN Ar-Raniry Hadir dalam Agenda Pelantikan PERTI Aceh Jaya

Musiarifsyah Putra, Peneliti UIN Ar-Raniry Hadir dalam Agenda Pelantikan PERTI Aceh Jaya

02/05/2026
58 Warga di Aceh Barat Terjaring Razia Busana

58 Warga di Aceh Barat Terjaring Razia Busana

02/05/2026
Eks Dubes Labeli ‘Terorisme Yahudi’ Usai Warga Israel Serang Biarawati

Eks Dubes Labeli ‘Terorisme Yahudi’ Usai Warga Israel Serang Biarawati

02/05/2026

Terpopuler

Rencana KNMP di Susoh Jadi Harapan Baru bagi Masyarakat Nelayan Palak Kerambil

Rencana KNMP di Susoh Jadi Harapan Baru bagi Masyarakat Nelayan Palak Kerambil

30/04/2026

Abi Roni Terpilih secara Aklamasi di Musprov FPTI Aceh 2026 – 2030

PC IMM Abdya Periode 2025-2026 Resmi Dilantik, Berikut Susunan Pengurus

Ribuan Warga di Banda Aceh Ubah Data Pekerjaan dari Wiraswasta ke Buruh Harian Lepas, Ada Apa?

Bupati Abdya Dr. Safaruddin Tunjuk Mulya Arfan Jadi Plt Kepala Disdukcapil

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com