BLANGPIDIE — Harapan masyarakat pesisir di Kemukiman Palak Kerambil untuk pembangunan kolam labuh, tambatan perahu dan prasarana pendukung lain semakin lebar.
Pasalnya pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikan (KKP) RI telah membuat program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) bagi masyarakat pesisir yang mayoritas penduduk nya nelayan.
“Masyarakat sangat bermohon kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya melalui Dinas Kelautan dan Perikanan agar kedepannya Kemukiman Palak Kerambil bisa di usulkan dalam program pembangunan kampung nelayan merah putih (KNMP),” kata Ridwan Saputra, SE, salah seorang tokoh Pemuda Susoh, Rabu (29/04/2026).
Ia menuturkan, sejarah kemukiman palak kerambil, pada Abad 18 s/d 19, Kedai Susoh dan Palak Kerambil pernah menjadi pusat perdagangan internasional melalui expor lada dan hasil rempah-rempah lain nya, setelah kemerdekaan Indonesia di sepanjang pesisir Kedai Susoh.
“Panjang Baru, Kedai Palak Kerambil sampai ke Gampong Ladang mulai tumbuh perekonomian masyarakat melalui sektor perikanan seperti adanya pusat perkumpulan pukat darat atau pukat tarik, robin sampan dan motor perahu nelayan lainnya yang menjadikan daerah tersebut pusat perdagangan ikan,” katanya.
Ridwan menggukapkan, dulu banyak sumber daya alam beragam yang dijual belikan di sana. Mulai ikan basah, ikan teri, udang kering dan garam. Banyak juga masyarat sekitar berjualan dari subuh sampai sore memenuhi kebutuhan para nelayan.
“Saat itu daerah Kemukiman Palak Kerambil sangat maju dan berkembang dan pertumbuhan ekonomi sangat meningkat,” ujarnya.
Dari sejarah dan pengalaman yang panjang itu, masyarakat berharap kepada bapak Bupati Dr. Safaruddin, S.Sos MSP bisa mengusulkan daerah Kemukiman Palak Kerambil dalam program pembangunan kampung nelayan merah putih (KNMP).
“Ini agar sejarah kemakmuran Palak Kerambil dan sekitar bisa terulang kembali, hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir saat ini meningkat dan membaik,” pungkasnya.











