Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Kenapa Kopassus Pernah Ditakuti Militer Negara-negara di Dunia?

redaksi by redaksi
11/10/2024
in Nasional
0
Kenapa Kopassus Pernah Ditakuti Militer Negara-negara di Dunia?

Kenapa Kopassus pernah ditakuti militer sejumlah negara di dunia? (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta – Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merupakan pasukan elite yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat.

Awalnya, pasukan elite ini bernama Kesatuan Komando Angkatan Darat (KKAD). Kemudian, namanya berubah menjadi Kopassus pada 1985.

Nama Kopassus sebetulnya sempat naik daun ketika mereka dinobatkan sebagai pasukan khusus terbaik ke-3 di dunia oleh Discovery Military Channel pada 2008 silam.

Dilansir laman resmi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI), saat itu, Kopassus menjadi pasukan elite terbaik ke-3 setelah Special Air Force (SAS) dari Inggris dan Mossad dari Israel.

Selain itu, Kopassus juga pernah menjadi salah satu pasukan elite yang paling ditakuti di dunia.

Lantas, apa yang pernah ditakuti dunia dari Kopassus?

Kerap melakukan operasi tersulit

Kopassus dahulu dikenal sebagai pasukan khusus yang kerap melakukan operasi tersulit dan paling ekstrem. Banyak kelompok kriminal yang habis dibabat oleh pasukan elite di bawah TNI AD ini.

Pada 1950, misalnya, Kopassus yang saat itu masih bernama Kesatuan Komando Angkatan Darat, pernah terlibat dalam operasi pemberangusan Republik Maluku Selatan (RMS). Dilansir laman resmi Kopassus, operasi ini berhasil menumpas gerakan RMS. Operasi ini juga menyebabkan banyak korban berjatuhan dari pihak mereka.

Selain itu, Kopassus juga pernah terlibat dalam operasi pemberangusan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1965 dan operasi pemberantasan kelompok pemberontak di Timor Timur pada 1975 dan 1983, seperti dikutip The Economist.

Menurut Human Right Watch, operasi pemberangusan kelompok pemberontak Timor-Timur pada 1983 ini konon dipimpin oleh presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto, saat masih menjabat sebagai komandan jenderal. Operasi tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 300 orang Timor-Timur.

Kopassus saat ini masuk dalam daftar pasukan elite dengan latihan terberat di dunia. Dilansir detik, Kopassus masuk dalam daftar ini karena latihan yang dilakukan para pasukannya terbilang ekstrem dan berbahaya.

Pasukan ini dikenal dengan latihan Dropper. Dalam latihan ini, para prajurit Kopassus diharuskan untuk merangkak di lumpur sambil menghindari peluru sungguhan yang ditembakkan langsung kepada mereka.

Selain latihan Dropper, prajurit Kopassus juga harus melakukan latihan tempur di dalam hutan serta latihan terjun payung dari pesawat dengan ketinggian ribuan kaki, dikutip dari Detik.

Punya ‘kekebalan hukum’ dalam operasi khusus

The Economist menyebut Kopassus bertindak sebagai “Hukum bagi dirinya sendiri”. Hal ini lantaran Kopassus punya kekuatan hukum yang membuat mereka bisa melakukan operasi tanpa terjerat kasus hukum apa pun. Dalam ilmu militer, hal ini disebut dengan legitimate use of force.

Meski punya ‘kekebalan hukum’, Kopassus menegaskan bahwa semua prajuritnya tidak boleh melakukan kekerasan secara sengaja tanpa tujuan yang jelas. Kopassus menegaskan bahwa setiap personel berhak dihukum atas kesalahan dan kekerasan yang mereka lakukan.

Hal ini sempat terjadi pada 2013. Saat itu, sebanyak 11 prajurit Kopassus ditangkap polisi karena menjadi tersangka pembobolan penjara. Bukan hanya membobol, mereka juga dilaporkan telah membunuh empat narapidana yang ada di penjara tersebut.

Hal ini terjadi karena keempat warga binaan tersebut dilaporkan pernah membunuh rekan kerja mereka di sebuah bar. Kasus ini pernah viral dan menjadi berita nasional di Indonesia. Imbas kasus ini, 11 prajurit Kopassus yang menjadi tersangka harus dihukum dan ditahan oleh polisi.

Punya serangan yang kuat dan cepat

Hal selanjutnya yang membuat Kopassus pernah ditakuti dunia adalah personelnya yang sedikit, tetapi punya serangan yang kuat dan cepat.

Menurut riset berjudul The Kopassus Dilemma: Should Australia Re-engage?, Kopassus menekankan aspek ini agar mereka bisa melakukan operasi berisiko secara optimal.

Sebab, jumlah personel yang lebih sedikit membuat mereka bakal jauh lebih leluasa untuk membuat strategi.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

AS Jawab Tuduhan Israel Diam-diam Negosiasi dengan Iran

Next Post

Jokowi Resmikan Istana Negara dan Garuda di IKN Hari Ini

Next Post
Jokowi Resmikan Istana Negara dan Garuda di IKN Hari Ini

Jokowi Resmikan Istana Negara dan Garuda di IKN Hari Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Apel Tahunan Khutbatul ‘Arsy Al Zahrah: Menanamkan Panca Jiwa dan Mempersiapkan Mental Society 5.0

Apel Tahunan Khutbatul ‘Arsy Al Zahrah: Menanamkan Panca Jiwa dan Mempersiapkan Mental Society 5.0

31/07/2026
Kendaraan Pelangsir BBM Kabur saat Tim Gabungan Sidak SPBU di Banda Aceh

Kendaraan Pelangsir BBM Kabur saat Tim Gabungan Sidak SPBU di Banda Aceh

31/07/2026
Tim Gabungan Padamkan Kebakaran 10 Hektare Lahan di Blang Bintang

Tim Gabungan Padamkan Kebakaran 10 Hektare Lahan di Blang Bintang

31/07/2026
Bulan Kemerdekaan, Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Masyarakat Perbanyak Zikir dan Doa untuk Indonesia

Bulan Kemerdekaan, Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Masyarakat Perbanyak Zikir dan Doa untuk Indonesia

31/07/2026
Pemko Banda Aceh Cari Lokasi Baru Sekolah yang Lahannya Dipakai untuk SPPG

Pemko Banda Aceh Cari Lokasi Baru Sekolah yang Lahannya Dipakai untuk SPPG

31/07/2026

Terpopuler

Wabup Pijay Didesak Mundur di Tengah Sorotan Proses Hukum

Wabup Pijay Didesak Mundur di Tengah Sorotan Proses Hukum

30/07/2026

Dari Mimbar Aksi ke Kursi Terdakwa: Dua Mahasiswa Unigha Dituntut 2 Bulan Penjara

Putra Pidie Irwansyah Dipromosikan Jadi Koordinator pada JAM Pidum Kejaksaan Agung

4 Tersangka Kasus Korupsi Beasiswa Mahasiswa Aceh Rp21 Miliar Ditahan

Pidie Jaya Bangun Kekuatan Logistik Desa, Armada Fuso Disiapkan Jadi Motor Baru Ekonomi Koperasi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com