Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sosok

Iwan Gayo, Penulis Legendaris Asal Aceh Tutup Usia

redaksi by redaksi
31/12/2024
in Sosok
0
Iwan Gayo, Penulis Legendaris Asal Aceh Tutup Usia

Buku pintar karya Iwan Gayo yang banyak dijual di toko online. (Screenshot e-commerce)

Jakarta – Kabar duka mengenai kepergian Iwan Gayo, salah satu penulis legendaris asal Aceh ini memberikan kesedihan yang mendalam. Almarhun meninggal dunia pada Sabtu (28/12/2024) di Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Kabar duka mengenai meninggalnya Iwan Gayo disampaikan melalui media sosial Facebook oleh Syukurfi M, seorang pegiat sosial asal Aceh. Informasi tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Muchlis Gayo, saudaranya, yang menyatakan, “Benar, abang saya telah berpulang di Ciputat Timur, Tangerang Selatan,” ungkapnya.

Lantas, seperti apakah sosok Iwan Gayo ini? Berikut profil singkatnya yang telah dirangkum dari beberapa sumber.

Profil Iwan Gayo

H. Iwan Abu Bakar, yang lebih dikenal sebagai Iwan Gayo, lahir pada 7 November 1951 di Tekongan, Aceh Tengah. Ia merupakan anak dari pasangan Abu Bakar Bintang dan Hj. Mariamah Bona.

Iwan Gayo dikenal sebagai wartawan, editor, sekaligus penulis yang memperkenalkan istilah “Buku Pintar”. Dari istilah itu, ia melahirkan serangkaian karya populer yang menjadi rujukan utama dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, termasuk ensiklopedia.

Perjalanan hidup Iwan Gayo penuh tantangan. Ia dilahirkan setelah sebelas bulan dalam kandungan, sebuah kondisi yang dianggap unik pada masa itu. Sebelum mencapai ketenaran, ia menghadapi berbagai ujian hidup hingga beberapa kali berganti nama dengan tujuan “menolak bala”.

Kariernya dimulai pada tahun 1971 sebagai korektor di sebuah surat kabar. Dua tahun kemudian, ia menjadi wartawan di DPR RI sebelum beralih menjadi pemandu di Batemuri Tour pada tahun 1975. Namun, kecintaannya pada dunia jurnalistik membuatnya terus berkembang hingga ia meraih penghargaan Adinegoro pada tahun 1981.

Nama Iwan Gayo mulai dikenal luas pada tahun 1982 lewat karyanya, Buku Pintar Junior. Kesuksesan ini diikuti oleh karya-karya lainnya, seperti Buku Pintar Senior (1986), Buku Pintar Nusantara (1987), Booklet 10 Dosa Besar Suharto (1998), English Liberty Statue (2000), Buku Pintar Haji dan Umrah (2001), Atlas Indonesia Baru (2002), Alamak Negara, Direktori SDA dan SDM Indonesia (2005), serta Ensiklopedia Islam Internasional (2013).

Tak hanya produktif di dunia literasi, Iwan Gayo juga aktif melakukan riset ke berbagai negara, seperti Arab Saudi, Mesir, Suriah, dan Yordania, untuk memperdalam pemahamannya tentang agama Islam.

Dari karya-karyanya, ia telah menyumbangkan banyak wawasan dan ilmu yang bermanfaat bagi berbagai kalangan, sekaligus menjadi inspirasi bagi penerbit dan penulis lainnya.

Nama Iwan Gayo akan selalu dikenang melalui karya-karyanya yang tak lekang oleh waktu. Ia telah meninggalkan warisan tak ternilai bagi dunia literasi, menjadikan pengetahuannya sebagai kontribusi besar yang terus hidup di hati banyak orang.

Sumber: antara

Previous Post

Pj Bupati Aceh Besar Terima Audiensi Dosen UIN Ar-Raniry

Next Post

Korban Meninggal Lakalantas Aceh di 2024 Didominasi Pelajar dan Mahasiswa

Next Post
Takut Organisasi Digiring ke Politik Praktis, Hipelmabdya Lakukan Mubes

Korban Meninggal Lakalantas Aceh di 2024 Didominasi Pelajar dan Mahasiswa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mutu Pelayanan RSUD-TP Abdya Ditingkatkan, Komunikasi Efektif Diutamakan

Mutu Pelayanan RSUD-TP Abdya Ditingkatkan, Komunikasi Efektif Diutamakan

10/07/2026
Total Aset Perbankan di Aceh Capai Rp65,99 Triliun

Total Aset Perbankan di Aceh Capai Rp65,99 Triliun

10/07/2026
Kanwil Kemenag Aceh Lakukan Verifikasi Pesantren di Bener Meriah

Kanwil Kemenag Aceh Lakukan Verifikasi Pesantren di Bener Meriah

10/07/2026
Mahasiswa KKN USK Disambut Hangat di Gampong Cut Langgien

Mahasiswa KKN USK Disambut Hangat di Gampong Cut Langgien

10/07/2026
Dorong Ekspansi UMKM, Wali Kota Banda Aceh Tinjau Langsung Produksi Capli

Dorong Ekspansi UMKM, Wali Kota Banda Aceh Tinjau Langsung Produksi Capli

10/07/2026

Terpopuler

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

09/07/2026

Malam Ini, Rektor, Walikota, dan Tokoh publik Baca Puisi di Kedai Kopi

MTC Juara Umum Kelas Festival & Pemula, Rahih 78 Medali di Student Champhionship

Iwan Gayo, Penulis Legendaris Asal Aceh Tutup Usia

Mutu Pelayanan RSUD-TP Abdya Ditingkatkan, Komunikasi Efektif Diutamakan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com