BANDA ACEH – Dalam rangka memperingati Milad ke-61 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Aceh meluncurkan program Bina Desa yang dihadiri oleh berbagai tokoh penting, kader IMM, alumni, serta tamu undangan. Resepsi Milad IMM ke-61 ini diselenggarakan di Hotel Grand Langkawi, Aceh, dan menjadi momen bersejarah bagi IMM Aceh dalam memulai langkah besar untuk memajukan daerah melalui kontribusi nyata kepada desa-desa di Aceh.
Acara yang berlangsung di Hotel Grand Langkawi Banda Aceh itu turut dihadiri oleh Kepala Bappeda Aceh, Dr. Husnan, yang mewakili Pemerintah Aceh, Wakil Ketua PW Muhammadiyah Aceh, Dr. Taqwaddin, serta para kader dan alumni IMM yang telah berjasa bagi kemajuan organisasi ini, Sabtu (22/03/2025).
Launching ini dilaksanakan secara simbolis dengan Penyerahan Dana Awal Bina Desa ke Pimpinan Cabang IMM. Dalam sambutannya, Ketua Umum DPD IMM Aceh, Muhammad Dwi Cahyo, menyampaikan bahwa tema Milad kali ini, “Merawat IMM,Memajukan Aceh dan Indonesia,” akan dimulai dengan langkah kecil namun strategis, yaitu melalui pembangunan di desa.
“Sesui tema kita yaitu Memajukan Aceh, maka kita akan mulai memajukan Aceh mulai dari bagian terkecil, yaitu desa, dimana anak-anak bangsa tumbuh dan berkembang. Program Bina Desa ini akan menilai potensi desa dan berupaya mengembangkan sesuai dengan karakteristik masing-masing desa.” kata Muhammad Dwi Cahyo, Ketum DPD IMM Aceh.
Ia juga menambahkan, kegiatan tersebut merupakan ikhtiar kecil dari IMM Aceh, namun program ini tidak mungkin berjalan tanpa adanya kolaborasi dari berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pihak lainnya.
Di kesempatan lain, Dr. Husnan, yang mewakili Wakil Gubernur Aceh, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh memiliki visi untuk menjadikan Aceh sebagai Provinsi yang Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan dalam lima tahun ke depan.
“Selamat Milad IMM ke-61 dengan harapan IMM dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan visi tersebut melalui berbagai program pemberdayaan dan pengembangan keilmuan,” ucap Dr. Husnan.
“Visi Pemerintah Aceh adalah membangun Aceh yang Islami, maju, bermartabat, dan berkelanjutan. Saya berharap IMM bisa turut berkontribusi dalam mewujudkan visi tersebut,” sebut Dr. Husnan lagi.
Acara ini diakhiri dengan semangat optimisme untuk membangun Aceh dari akar rumput, dimulai dengan pemberdayaan desa melalui program Bina Desa yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Aceh secara keseluruhan. IMM Aceh berharap, kolaborasi yang terjalin akan menghasilkan kemajuan yang nyata bagi Aceh, memanfaatkan potensi desa sebagai dasar pembangunan yang berkelanjutan.











