Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Saleuem

Saat Tenaga Kontrak Dianggap Beban

redaksi by redaksi
12/04/2025
in Saleuem
0
Ohku, Bupati Mirwan Minta SKPK Kurangi Gaji Tenaga Kontrak Sebesar 70 Persen

PRILAKU sejumlah bupati di Aceh yang memangkas anggaran tenaga kontrak dengan alasan efisiensi bikin geleng-geleng kepala. Alih-alih melakukan penghematan dibidang lain untuk masyarakat, mereka justru memangkas gaji tenaga kontrak.

Di Aceh Selatan, sang bupati meminta kepala SKPK mengurangi 70 persen gaji para tenaga kontrak. Kebijakan ini tentu akan berujung dengan pemutusan kerja sejumlah tenaga kontrak dan honorer di sana. Atau minimal, para tenaga kontrak hanya mendapat alokasi honor yang sangat kecil selama 2025.

Sementara di Aceh Besar, sejumlah personil Damkar juga dirumahkan dengan alasan yang sama.

Kebijakan ini dinilai sangat menzholimi para tenaga kontrak dan honorer yang selama ini merupakan tulang punggung pemerintah.

Alih-alih memberi perhatian khusus kepada tenaga kontrak dan honorer dengan membantu mereka diangkat PPPK atas pengabdian selama ini, tapi pemimpin baru justru ‘merusak’ harapan hidup para tenaga kontrak ini.

Dari ribuan mata anggaran di APBK 2025, mata para pemimpin ini justru tertuju pada poin honor tenaga kontrak. Padahal, ada banyak mata anggaran lain yang bisa dipangkas dengan alasan efisiensi.

Mata anggaran belanja pegawai, anggaran rumah tangga bupati dan wakil bupati serta pimpinan SKPK seharusnya lebih bisa dipotong jika Pemkab hendak melakukan efisiensi. Jumlah anggaran dari sejumlah poin tadi jauh lebih besar dari mata anggaran honor tenaga kontrak.

Harusnya ‘diet’ efisiensi dimulai dari bupati, wakil bupati dan pimpinan daerah. Namun dalam prakteknya justru sang pemimpin memaksa tenaga kontrak yang harus menahan lapar.

Sementara di sisi lain, bupati ini juga mengangkat para staff ahli yang gajinya juga akan dibebankan pada APBK yang sedang berjalan.

Hal inilah yang bikin geleng geleng kepala.

Mereka telah lolos jadi pejabat negara tapi belum bisa menjadi ‘pemimpin’ daerah.

Previous Post

Kejati Aceh Cekal Dua Tersangka Korupsi Badan Guru Penggerak

Next Post

500 Siswa Siap Adu Prestasi di GENSA SMP N 1 Banda Aceh

Next Post
500 Siswa Siap Adu Prestasi di GENSA SMP N 1 Banda Aceh

500 Siswa Siap Adu Prestasi di GENSA SMP N 1 Banda Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Koplo Comunity Gelar Working Abroad Series: Mengupas Jalan Menuju Karier Global dari MIT hingga Amazon

Koplo Comunity Gelar Working Abroad Series: Mengupas Jalan Menuju Karier Global dari MIT hingga Amazon

20/06/2026
Menko PMK Minta Percepatan Implementasi Rehab Rekon Pascabencana di Aceh

Menko PMK Minta Percepatan Implementasi Rehab Rekon Pascabencana di Aceh

20/06/2026
Pemkab Aceh Besar Siapkan Enam Usulan WBTb untuk Penetapan 2027

Pemkab Aceh Besar Siapkan Enam Usulan WBTb untuk Penetapan 2027

20/06/2026
NasDem Siap Kawal Keberlanjutan Otsus Aceh Melalui UUPA

NasDem Siap Kawal Keberlanjutan Otsus Aceh Melalui UUPA

20/06/2026
Drama Penalti di Tengah Hujan, Satreskrim Polres Pidie Rebut Gelar Juara Trofeo PM ke-80

Drama Penalti di Tengah Hujan, Satreskrim Polres Pidie Rebut Gelar Juara Trofeo PM ke-80

20/06/2026

Terpopuler

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

19/06/2026

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Haji Kamaruddin Terpilih sebagai Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi ABAS

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Rian Firmansyah Dorong Seniman Aceh Jadikan Budaya sebagai Kekuatan Ekonomi Kreatif

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com