Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Alcatraz, Penjara Paling Kejam yang Mau Dihidupkan Trump Lagi

redaksi by redaksi
06/05/2025
in Internasional
0
Alcatraz, Penjara Paling Kejam yang Mau Dihidupkan Trump Lagi

Alcatraz, penjara paling kejam di AS yang mau dibuka kembali oleh Donald Trump. (REUTERS/Robert Galbraith)

Jakarta – Presiden Donald Trump berniat mengoperasikan kembali penjara Pulau Alcatraz yang terkenal angker di Amerika Serikat.

Alcatraz merupakan pulau di Teluk San Francisco yang pernah dijadikan penjara paling ketat untuk mengurung para pelaku kriminal paling kejam di AS.

Penjara itu pernah menampung bos mafia Al Capone. Namun, Alcatraz ditutup pada 1963.

Apa itu Alcatraz?

Dilansir dari laman Biro Pemasyarakatan Federal Amerika Serikat (BOP), Alcatraz pertama kali ditemukan oleh penjelajah Spanyol bernama Juan Manuel de Ayala pada 1775.

Alcatraz berasal dari bahasa Spanyol “Alcatraces” yang artinya masih diperdebatkan, namun biasanya didefinisikan sebagai “pelikan” atau “burung aneh”.

Pada 1850, presiden AS memerintahkan agar Alcatraz dijadikan sebagai salah satu fasilitas militer.

Pasca peristiwa The California Gold Rush atau masa ketika ratusan ribu orang berbondong-bondong ke California untuk mencari emas, pemerintah AS merasa perlu untuk melindungi Teluk San Fransisco dan akhirnya membangun benteng di Pulau Alcatraz.

Seiring dengan itu, militer AS memasang lebih dari 100 meriam di Alcatraz. Hal itu menjadikan Alcatraz sebagai situs militer paling dibentengi di Pantai Barat.

Angkatan Darat AS menggunakan Pulau Alcatraz sebagai situs militer hingga 1933. Setelahnya, pulau itu diserahkan ke Departemen Kehakiman AS untuk digunakan oleh BOP.

Pemerintah Federal AS memutuskan untuk menjadikan Pulau Alcatraz sebagai penjara dengan keamanan maksimum guna menangani narapidana yang paling jahat di AS. Keputusan ini juga untuk menunjukkan kepada publik bahwa pemerintah federal serius berupaya menghentikan kejahatan yang merajalela selama tahun 1920-an hingga 1930-an.

Kehidupan penjara

Alcatraz dijadikan sebagai penjara untuk menahan penjahat yang sulit ditangani di penjara lainnya di AS.

Beberapa penjahat terkenal yang dibui di sana yaitu Al Capone, George “Machine-Gun” Kelly, Alvin Karpis (Public Enemy #1), dan Arthur “Doc” Barker.

Namun, sebagian besar narapidana di Alcatraz bukan gangster terkenal, melainkan mereka yang menolak patuh terhadap aturan di penjara federal.

Jika seseorang tak patuh pada aturan, ia akan dikirim ke Alcatraz untuk menjalani masa-masa tahanan dengan rutinitas harian monoton. Para narapidana akan diajarkan untuk mengikuti dan patuh pada aturan penjara.

Para tahanan di Alcatraz memiliki empat hak, yakni makanan, pakaian, tempat tinggal, dan perawatan medis. Tahanan juga bisa memiliki hak istimewa yang terdiri dari bekerja, menerima kunjungan keluarga, mengakses perpustakaan, hingga melakukan kegiatan rekreasi seperti melukis dan bermusik.

Tahanan yang dianggap tak lagi menimbulkan ancaman, biasanya yang sudah ditahan lima tahun, dapat dipindahkan kembali ke penjara Federal untuk menyelesaikan hukuman dan dibebaskan.

Selama 29 tahun beroperasi, penjara Alcatraz pernah beberapa kali menghadapi narapidana yang mencoba kabur. Ada 36 tahanan pria yang pernah mencoba melarikan diri dari Alcatraz dalam 14 percobaan terpisah.

Dari jumlah itu, 23 tahanan tertangkap, 6 tahanan ditembak dan tewas selama pelarian, dan 2 lainnya tenggelam.

Tak ada tahanan yang pernah benar-benar berhasil melarikan diri dari Alcatraz.

Meski begitu, menurut BOP, ada lima tahanan yang tercatat “hilang”. Namun, mereka diduga kuat tenggelam.

Alcatraz selama ini dikenal sebagai penjara angker. Salah satu mitos yang terkenal yaitu ada hiu yang berkeliaran di sekitar Alcatraz sehingga tak mungkin ada tahanan yang selamat jika berenang ke seberang daratan.

Faktanya, tak ada hiu pemakan manusia di Teluk San Fransisco. Hanya ada hiu kecil yang berkeliaran di dasar laut.

Kalaupun ada hal yang menyulitkan tahanan kabur via laut, yaitu faktor suhu dingin laut, arus yang kuat, serta jarak ke pantai yang cukup jauh.

Penutupan Alcatraz

Pada 21 Maret 1963, Alcatraz ditutup setelah 29 tahun beroperasi. Alasannya, karena biaya operasional penjara terlalu mahal.

Butuh sekitar 3-5 juta dolar hanya untuk restorasi dan pemeliharaan fasilitas tersebut. Angka ini belum termasuk biaya operasional harian yang berkisar 10 dolar, nyaris tiga kali lipat dibandingkan biaya harian penjara federal lainnya yang sekitar 3 dolar.

Mahalnya operasional Alcatraz disebabkan karena lokasinya yang terisolasi, sehingga segala keperluan penjara mesti dibawa dengan perahu. Tak ada pula saluran air tawar jadi nyaris satu juta galon air harus dibawa ke pulau itu setiap pekan.

Jadi destinasi wisata

Pada 1972, Kongres menetapkan Area Rekreasi Nasional Golden Gate dan memasukkan Pulau Alcatraz sebagai bagian dari Unit Layanan Taman Nasional.

Pulau ini kemudian dibuka untuk umum pada musim gugur 1973 dan menjadi salah satu destinasi wisata paling populer dengan lebih dari satu juga pengunjung tiap tahun.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Perkuat Riset, FST UIN Ar-Raniry dan FK USK Teken Perjanjian Kerjasama

Next Post

Daftar 21 Bank Bangkrut dari 2024 hingga 2025, Satu dari Aceh

Next Post
Daftar 21 Bank Bangkrut dari 2024 hingga 2025, Satu dari Aceh

Daftar 21 Bank Bangkrut dari 2024 hingga 2025, Satu dari Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ketua DPRK Buka Turnamen Futsal AFK Cup

Ketua DPRK Buka Turnamen Futsal AFK Cup

08/05/2026
Lapas Kota Bakti Deklarasi “Zero Handphone, Narkoba dan Penipuan”, Pegawai Diancam Sanksi Pidana

Lapas Kota Bakti Deklarasi “Zero Handphone, Narkoba dan Penipuan”, Pegawai Diancam Sanksi Pidana

08/05/2026
Ditbinmas Polda Aceh Laksanakan Sinergisitas 3 Pilar di FDK UIN Ar-Raniry

Ditbinmas Polda Aceh Laksanakan Sinergisitas 3 Pilar di FDK UIN Ar-Raniry

08/05/2026
UIN Ar-Raniry Perkuat Kompetensi 87 Pengelola Perpustakaan Sekolah di Aceh Utara

UIN Ar-Raniry Perkuat Kompetensi 87 Pengelola Perpustakaan Sekolah di Aceh Utara

08/05/2026
Cabang Lomba Baca Puisi FLS3N, Siswi SMAN 2 Sinabang Lolos ke Provinsi

Cabang Lomba Baca Puisi FLS3N, Siswi SMAN 2 Sinabang Lolos ke Provinsi

08/05/2026

Terpopuler

JKA; Diluncurkan Masa Irwandi, Ditiru Nasional, Serta ‘Dipangkas’ Era Mualem

Cara Safar dan Tarmizi ‘Mendidik’ Mualem Pimpin Aceh

08/05/2026

[Opini] JKA dan Martabat Keistimewaan Aceh

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

Menyangkut Kemanusian, Dr. Safaruddin Instruksikan Rumah Sakit Korea Layani Semua Desil

DPMG Aceh Tetapkan Peserta Lolos 6 Besar Lomba Teknologi Tepat Guna 2026

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com