Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Zulhas Ungkap Manfaat Kopdes: Pemuda Gak Perlu Merantau Jadi Preman

redaksi by redaksi
17/05/2025
in Nasional
0
Zulhas Ungkap Manfaat Kopdes: Pemuda Gak Perlu Merantau Jadi Preman

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan optimistis Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih bakal menciptakan lapangan pekerjaan. (CNN Indonesia/Safir Makki).

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan optimistis Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih bakal menciptakan lapangan pekerjaan.

Pria yang akrab disapa Zulhas itu menegaskan hadirnya koperasi di desa-desa akan menyerap lebih dari 2 juta tenaga kerja. Dengan begitu, harapannya ekonomi di desa bisa terbentuk.

“Sehingga pemuda-pemuda desa ini penuh harapan. Enggak perlu merantau jadi preman, kan? Atau (merantau) jadi apa gitu,” tegas Zulhas dalam Konferensi Pers di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Jumat (16/5).

“Yang paling penting itu, desa-desa ini banyak kerjaannya, ekonominya hidup, sehingga orang kan enggak ke mana-mana. Desa bisa berkembang lebih baik,” jelasnya.

Di lain sisi, Zulhas menegaskan manfaat Kopdes adalah memangkas rantai pasok yang dirasa terlalu panjang.

Ia menyinggung selama ini rantai pasok di desa meliputi produsen, distributor, grosir, warung besar, hingga warung kecil. Selain itu, ada masalah pinjaman online (pinjol), rentenir, sampai tengkulak yang bakal dipangkas pemerintah.

“Desa yang paling ujung itu dapat akses langsung ke pusat-pusat. Pusat keuangan, perbankan ketemu langsung, produsen, BUMN. Jadi, ini memberikan akses yang luas terhadap desa. Diharapkan nanti desa ini bisa tumbuh ekonominya, kabupaten, provinsi, Indonesia bisa menjadi lebih maju,” tutupnya.

Koperasi Desa Merah Putih rencananya diluncurkan pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi. Ini dilakukan setelah urusan kelembagaan serta legalitas hukumnya selesai.

Rincian prosesnya, antara lain musyawarah desa khusus (musdesus) yang harus rampung 31 Mei 2025. Dilanjutkan dengan pendaftaran legalitas di Kementerian Hukum yang dicanangkan beres seluruhnya pada 30 Juni 2025.

Kementerian Koperasi melaporkan sudah 16.740 musdesus selesai. Menkop Budi Arie menegaskan pemerintah tidak ikut campur dalam penentuan siapa ketua koperasi di masing-masing desa.

“Pembentukannya itu dari bawah, musdesus. Memang Kementerian Koperasi, kementerian lain, nyeting-nyeting ketua kopdes-nya? Enggak! Keputusan warga desa, warga desa (voting kepala/ketua kopdes),” jelas Budi Arie selepas Konferensi Pers.

“Itu mereka punya wisdom sendiri, kita enggak (ikut) campur. Ingat, untuk penunjukan ketua kopdes enggak ada kementerian/lembaga ikut campur. Sesuai mekanisme warga masyarakat. Saya tanya, demokratis enggak? Partisipatif enggak? Ini sekaligus menjawab teman-teman yang kritik, ini tidak sesuai dengan ajaran koperasi yang partisipatif dari bawah,” tuturnya.

Budi mengamini bahwa gagasan Kopdes memang top down dari pemerintah pusat. Namun, ia mengklaim pembentukan dan pelaksanaannya tetap dari bawah alias mengacu pendekatan bottom up.

Ia juga menyinggung soal peran kepala desa yang ditetapkan sebagai ex-officio ketua pengawas Kopdes Merah Putih.

Nantinya, operasional 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih akan resmi dimulai pada 28 Oktober 2025 mendatang.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Golkar Aceh Harus Dipimpin Sosok Berintegritas, Loyalitas, dan Berkapasitas

Next Post

Total 53 Ribu Warga Palestina Tewas Imbas Agresi Brutal Israel di Gaza

Next Post
Israel Gempur Gaza Palestina: 9 Tewas, Korban Dibawa ke RS Indonesia

Total 53 Ribu Warga Palestina Tewas Imbas Agresi Brutal Israel di Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Hardiknas dan HUT ke-19 Pidie Jaya, 600 Pelajar dari Wilayah Terdampak Bencana Ikuti Dialog Interaktif

Hardiknas dan HUT ke-19 Pidie Jaya, 600 Pelajar dari Wilayah Terdampak Bencana Ikuti Dialog Interaktif

11/06/2026
Pijay dari Masa ke Masa: Antara Harapan dan Kenyataan

Pijay dari Masa ke Masa: Antara Harapan dan Kenyataan

11/06/2026
Buku Muhammadiyah Abdya Diterbitkan, Dr. Safaruddin: Jadi Referensi Generasi Penerus

Buku Muhammadiyah Abdya Diterbitkan, Dr. Safaruddin: Jadi Referensi Generasi Penerus

11/06/2026
Pemkab Abdya Percantik Wajah Kota dan Dongkrak PAD Lewat Videotron

Pemkab Abdya Percantik Wajah Kota dan Dongkrak PAD Lewat Videotron

11/06/2026
Lepas Kontingen Seleksi Pra-POPNAS Ke Aceh Barat, Jhon Rolexs: Jadilah Kebanggaan Daerah

Lepas Kontingen Seleksi Pra-POPNAS Ke Aceh Barat, Jhon Rolexs: Jadilah Kebanggaan Daerah

11/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com