Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

BP3MI Aceh Sebut Kasus TPPO Terus Meningkat Tiap Tahun

redaksi by redaksi
23/05/2025
in Nanggroe
0
BP3MI Aceh Sebut Kasus TPPO Terus Meningkat Tiap Tahun

Tim BP3MI Aceh saat menjemput perempuan korban TPPO di Malaysia, Sabtu (4/1/2025). (ANTARA/HO)

Banda Aceh – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh menyebut kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang melibatkan warga Aceh mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir.

Kepala BP3MI Aceh Siti Rolijah, di Banda Aceh, Kamis, mengungkapkan bahwa sejak Januari-Mei tercatat sudah ada 19 kasus pengaduan dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) Aceh dengan enam korban terindikasi TPPO. Ditambah satu kasus tambahan korban asal Banda Aceh bernama Safran (23) yang terungkap melalui media sosial.

“Sehingga tahun ini jumlahnya ada tujuh korban terindikasi TPPO, lima orang di antaranya sudah berhasil dipulangkan,” katanya.

Rolijah menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dimiliki, jumlah kasus tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2023, dari 20 pengaduan yang diterima, terdapat tiga orang yang terindikasi sebagai korban TPPO. Sementara pada 2024, dari 29 pengaduan, jumlah korban terindikasi TPPO meningkat menjadi 9 orang.

“Mayoritas korban umurnya rata-rata sekitar 20-30 tahun. Usia-usia pencari kerja,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa korban TPPO ini umumnya tergiur oleh modus penipuan kerja ke luar negeri dengan tawaran pekerjaan yang disebarkan melalui media sosial dan jaringan pertemanan, termasuk dari sesama warga Aceh yang sudah berada di luar negeri.

“Modusnya paling umum adalah tawaran bekerja ke luar negeri, tetapi ketika sampai di sana, para korban justru dieksploitasi dan ditahan, bahkan tanpa dokumen resmi bekerja,” katanya.

Menurut Rolijah, peningkatan kasus TPPO di Aceh terjadi karena banyak pencari kerja yang tergiur dengan pekerjaan dengan gaji besar yang minim persyaratan.

Selain itu, dia berpendapat peningkatan laporan juga dipengaruhi oleh semakin aktifnya masyarakat dalam menggunakan kanal pengaduan, seperti media sosial dan call center 24 jam milik BP3MI Aceh.

“Kita terus gencar melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai prosedur migrasi yang legal dan aman. Ini yang mungkin turut mendorong warga untuk melapor, apalagi kita punya pusat pelayanan dan pengaduan di Aceh Tamiang dan Aceh Singkil,” katanya.

Rolijah menambahkan bahwa untuk mencegah korban TPPO, pihaknya telah meningkatkan pengawasan di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) bekerja sama dengan petugas keimigrasian.

“Tahun ini sudah sekitar 20 orang yang kami tunda keberangkatannya karena kita temukan dokumen keberangkatannya belum lengkap dan kami bantu lengkapi agar tidak nantinya menjadi korban TPPO,” katanya.

Dalam kesempatan ini, dia pun mengimbau masyarakat Aceh untuk tidak tergiur dengan tawaran kerja ke luar negeri tanpa melalui prosedur resmi dan memastikan bahwa dokumen serta persyaratan telah dipenuhi sebelum keberangkatan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat Aceh agar tidak tergiur dengan pekerjaan yang gajinya besar tetapi minim persyaratan, pastikan bekerja melalui jalur resmi,” katanya.

Sumber: antara

Previous Post

Disdik Keluarkan Edaran Larangan Pungutan Penerimaan Siswa Baru

Next Post

Kloter 5 Tiba di Jeddah, Kloter 6 Sore Ini Berangkat

Next Post
Kloter 3 Mendarat, 1.178 Jemaah Haji Aceh Tiba di Arab Saudi

Kloter 5 Tiba di Jeddah, Kloter 6 Sore Ini Berangkat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

‎Ziarah Makam Raja Pedir, Kapolres Pidie Bersama Forkopimda Kenang Sejarah di Hari Jadi Pidie ke-515

‎Ziarah Makam Raja Pedir, Kapolres Pidie Bersama Forkopimda Kenang Sejarah di Hari Jadi Pidie ke-515

18/09/2026
Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM MAN 4 Aceh Selatan Berlangsung Demokratis

Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM MAN 4 Aceh Selatan Berlangsung Demokratis

18/09/2026
Bank Aceh Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Kelembagaan dengan Polda Aceh

Bank Aceh Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Kelembagaan dengan Polda Aceh

18/09/2026
PT PEMA Teken MoU Bersama 16 CEO Internasional pada Langkawi International Agriculture & Aquaculture Conference 2026

PT PEMA Teken MoU Bersama 16 CEO Internasional pada Langkawi International Agriculture & Aquaculture Conference 2026

18/09/2026
Dalam Sepekan 5 WN Malaysia Dibekuk Imbas Selundupkan Narkoba ke RI

Ohku, Perwira Polisi di Aceh Timur Dipukul saat Pergoki Pencuri Kabel Tower

18/09/2026

Terpopuler

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

15/09/2026

BP3MI Aceh Sebut Kasus TPPO Terus Meningkat Tiap Tahun

Jalan Nasional Alue Mangota Blangpidie Terendam Banjir, Masyarakat di Imbau Waspada

Mengukir Sejarah Kepemimpinan Perempuan: Refleksi atas Pelantikan Keuchik Rauzatul Jannah di Indra Jaya

Aksi Solidaritas Kemanusiaan, SMA/SMK/SLB Se-Aceh Barat Daya Bantu Penanganan Pascabanjir di SMAN 4 Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com