Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Diterpa Badai, Harga Ikan di Aceh Melambung Tinggi

redaksi by redaksi
21/07/2025
in Nanggroe
0
Harga Ikan Tongkol di Aceh Anjlok dari Rp20 Ribu Jadi Rp3.000 per Kg

Harga ikan tongkol di Aceh turun dari Rp20 ribu menjadi Rp3.000 buntut melimpahnya hasil tangkapan nelayan. (Istockphoto/Lina Moiseienko).

SIGLI – Akibat cuaca buruk seperti angin kencang dan gelombang tinggi, harga ikan segar di kawasan Provinsi Aceh sebulan terakhir naik luar biasa. Pasalnya ribuan nelayan tradisional yang biasanya beraktivitas mencari ikan di perairan laut Selat Malaka, sekarang libur melaut.

Penelusuran Media Indonesia, Sabtu (19/7), lokasi dengan kenaikan harga paling parah terjadi di Kota Banda Aceh Ibu kota Provinsi Aceh. Lalu di Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Kota Lhokseumawe.

Di Pusat Pasar Ikan Pante Teungoh, Kota Sigli, Kabupaten Pidie misalnya, harga ikan dencis dari biasanya Rp25.000 per kg (kilogram), sekarang naik menjadi Rp45.000 per kg. Lalu ikan kembung, dari biasanya Rp20.000 per kg, sekarang naik menjadi Rp40.000 per kg. Berikutnya harga ikan tongkol dari Rp20.000 per kg, naik menjadi Rp35.000 per kg, dan ikan bandeng dari harga Rp25.000 epr kg, sekarang menjadi Rp35.000 per kg.

“Bukan saja kenaikan harga, pasokan ikan dari nelayan juga sangat kurang. Banyak di antara mereka takut berlayar karena angin kencang dan gelombang besar, ” tutur Abdul Muthalib, pedagang ikan di Kota Sigli, Ibu kota Kabupaten Pidie.

Dikatakan Abdul, para nelayan perahu kecil dan perahu kayu banyak yang memilih libur melaut. Mereka takut digulung ombak besar atau terhempas angin kencang ke laut lepas. Apalagi sering nelayan tradisional Aceh hanyut ke India, Thailand dan Myanmar.

Lebih parah lagi, akibat tidak bisa turun ke laut itu sangat memengaruhi pendapatan warga pesisir yang berprofesi sebagai nelayan, pedagang penampung, dan penjual ikan eceran. Itu karena perputaran uang dari hasil produksi ikan segar sepi.

Sumber: mediaindonesia.com

Previous Post

Ibunda Bupati Aceh Timur Meninggal Dunia

Next Post

Komnas HAM dan HRWG Sosialisasikan Mekanisme Perlindungan bagi Jurnalis di Aceh

Next Post
Komnas HAM dan HRWG Sosialisasikan Mekanisme Perlindungan bagi Jurnalis di Aceh

Komnas HAM dan HRWG Sosialisasikan Mekanisme Perlindungan bagi Jurnalis di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

08/06/2026
Panas dan Angin Kencang Berpotensi Perluas Karhutla di Aceh

Januari hingga 6 Juni 2026, Aceh Alami Kerugian Rp34,7 Miliar Akibat Karhutla

08/06/2026
Terbukti Tilep Rp1,1 Miliar, Eks Bendahara DPMG-PKB Bireuen Divonis 6 Tahun Penjara

Terbukti Tilep Rp1,1 Miliar, Eks Bendahara DPMG-PKB Bireuen Divonis 6 Tahun Penjara

08/06/2026
Pesantren Modern Al Zahrah Tingkatkan Kompetensi Guru Asuh melalui Program Penguatan Tahsin

Pesantren Modern Al Zahrah Tingkatkan Kompetensi Guru Asuh melalui Program Penguatan Tahsin

08/06/2026
Jendela Masjid Al-Muttaqin Bener Meriah Rusak Usai Gempa 4,2 Magnitudo

Jendela Masjid Al-Muttaqin Bener Meriah Rusak Usai Gempa 4,2 Magnitudo

08/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Pesantren Modern Al Zahrah Tingkatkan Kompetensi Guru Asuh melalui Program Penguatan Tahsin

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com