Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Pemprov Imbau Karet Mentah Aceh Tak Dijual Keluar Daerah

redaksi by redaksi
07/08/2025
in Nanggroe
0
Pemprov Imbau Karet Mentah Aceh Tak Dijual Keluar Daerah

Ilustrasi - Pekerja mengumpulkan getah karet sebelum dimuat ke dalam truk pengangkut di salah satu tempat penampungan getah karet, Desa Paya Lumpat, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (3/5/2025). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk tidak menjual produksi karet mentah Aceh keluar daerah agar manfaatnya lebih optimal secara ekonomi untuk wilayah itu.

“Produksi karet Aceh terutama dari wilayah barat dan selatan tidak boleh lagi dijual dalam bentuk bahan mentah ke luar daerah. Kita harus mengolahnya di sini, agar manfaatnya langsung dirasakan oleh warga Aceh,” kata Kepala Distanbun Aceh, Cut Huzaimah di Banda Aceh, Rabu.

Imbauan larangan tersebut seiring dengan kehadiran pabrik pengolahan karet di Aceh Barat yang telah siap mengelola bahan baku karet untuk kepentingan ekonomi rakyat Aceh.

Sebelumnya, Direktur Utama Arsari Group yang juga adik kandung Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf, dan Bupati Aceh Barat, Tarmizi telah meresmikan pabrik karet remah milik PT Potensi Bumi Sakti (PBS) di Aceh Barat, Selasa (8/7).

Pabrik karet ini berdiri di atas lahan seluas 25 hektare dan mampu mengolah hingga 2.500 ton karet kering per bulan. Pembangunan pabrik itu memakan waktu hampir 12 tahun.

Adapun kapasitas mesin yang saat ini terpasang di pabrik tersebut, dapat mengolah 10 ton karet basah per jam atau lima ton karet kering per hari.

Cut Huzaimah mengatakan, kebijakan menahan bahan baku karet agar tidak keluar dari Aceh adalah langkah strategis untuk mendukung hilirisasi industri, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat di sekitar sentra produksi karet.

“Kita sudah punya pabrik karet di Aceh Barat, kenapa bahan bakunya harus dijual ke luar? Ini kesempatan kita untuk membangun ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja dan memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh rakyat Aceh,” ujarnya.

Cut menambahkan, kehadiran pabrik karet ini merupakan tonggak penting bagi Aceh dalam membangun industri berbasis komoditas lokal.

Selain menciptakan lapangan kerja bagi ribuan masyarakat sekitar, pabrik tersebut juga menjadi model percepatan hilirisasi di sektor-sektor lain.

Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung keberlanjutan pabrik ini. Keamanan dan stabilitas harus dijaga agar iklim investasi di Aceh tetap kondusif.

“Jika bahan baku terus dibiarkan keluar, maka Aceh hanya akan menjadi penyedia bahan mentah tanpa menikmati nilai tambah industrinya,” katanya.

Ia menambahkan, imbauan tersebut sejalan dengan visi nasional tentang hilirisasi industri yang menekankan pentingnya mengolah hasil bumi di daerah asal, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena, praktik ekspor bahan mentah yang selama ini terjadi dinilai merugikan daerah penghasil dan membuat Aceh kehilangan potensi pendapatan yang besar.

Distanbun Aceh, lanjut dia, segera menyusun strategi untuk mengintegrasikan rantai pasok industri karet di Aceh agar lebih efisien dan kompetitif.

Kemudian, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan lintas sektor dan mendorong adanya regulasi pendukung supaya seluruh rantai produksi karet di Aceh berjalan terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Kita harus pastikan agar kebijakan ini berjalan dan seluruh ekosistem industri karet di Aceh bisa tumbuh optimal untuk kesejahteraan rakyat,” katanya.

Sebelumnya, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur mencatat produksi karet di kabupaten itu pada 2024 mencapai 15,895 ribu ton dengan luas tanaman karet mencapai 23.545 hektare.

“Produksi karet pada mencapai 15,895 ribu ton dengan lahan seluas 23.545 hektare,” kata Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur Murdhani pada akhir Januari 2025.

Ia mengatakan dari luas lahan tanaman karet 23.545 hektare, 3.386 hektare di antaranya belum menghasilkan. Sedangkan 17.383 hektare telah menghasilkan dan 2.276 hektare lainnya dengan tanaman karet rusak.

“Untuk jumlah petani kebun karet sendiri mencapai 12.702 orang. Dan kebunnya tersebar di sejumlah kecamatan di Aceh Timur, antaranya Rantau Pereulak, Indra Makmur, Peunarun, dan lainnya,” katanya.

Sumber: antara

Previous Post

Sekolah Rakyat Subulussalam Siap Beroperasi September 2025

Next Post

Wabup Syukri Buka Turnamen Bola Kaki di Piyeung

Next Post
Wabup Syukri Buka Turnamen Bola Kaki di Piyeung

Wabup Syukri Buka Turnamen Bola Kaki di Piyeung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar

ASDP Buka Suara soal Mesin Kapal Aceh Hebat Meledak,15 Korban Terluka

13/06/2026
Pemko Banda Aceh Terima Dividen Perumdam Tirta Daroy

Pemko Banda Aceh Terima Dividen Perumdam Tirta Daroy

13/06/2026
Siswa SMAN 1 Tapaktuan Borong Juara Satu di Ajang O2SN 2026

Siswa SMAN 1 Tapaktuan Borong Juara Satu di Ajang O2SN 2026

13/06/2026
Gubernur Aceh dan Sejumlah Pejabat Publik Terima Penghargaan JMSI Aceh

Gubernur Aceh dan Sejumlah Pejabat Publik Terima Penghargaan JMSI Aceh

13/06/2026
Harga 3 Jenis Emas di Pegadaian Kompak Naik Sabtu Pagi

Harga 3 Jenis Emas di Pegadaian Kompak Naik Sabtu Pagi

13/06/2026

Terpopuler

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

12/06/2026

Pemprov Imbau Karet Mentah Aceh Tak Dijual Keluar Daerah

Di Balik WTP, BPK Bongkar Dana BOSP Rp312 Juta Bermasalah di Pidie Jaya

Ohku, Wabup Pidie Jaya Absen di Paripurna HUT ke-19, Ada Apa Dibalik Ketidakhadirannya?

Urwatil Wusqa: Mahasiswi Berprestasi UIN Ar-Raniry dengan IPK 3,94 dan Lulus 3,5 Tahun

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com