Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Prancis Akui Negara Palestina Bikin Geram Israel dan AS

redaksi by redaksi
01/09/2025
in Internasional
0
Prancis Akui Negara Palestina Bikin Geram Israel dan AS

PM Israel Benjamin Netanyahu mendeklarasikan Gaza sebagai kota pertempuran usai Prancis dan beberapa negara lain mengakui negara Palestina. (AFP/Ludovic Marin)

Jakarta – Keputusan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengakui negara Palestina, yang memicu langkah serupa dari negara-negara Barat lainnya, membuat marah Israel dan sekutunya, Amerika Serikat (AS). Solusi dua negara kini digunakan lagi sebagai inti upaya diplomatik mengakhiri perang di Gaza.
Dalam surat kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pekan lalu, Macron menulis bahwa “tekad kami untuk melihat rakyat Palestina memiliki negara mereka sendiri berakar pada keyakinan kami bahwa perdamaian abadi sangat penting bagi keamanan negara Israel.”

Upaya diplomatik Prancis “bermula dari kemarahan kami atas bencana kemanusiaan yang mengerikan di Gaza, yang tidak dapat dibenarkan,” tambah Macron.

Lalu Israel pada Jumat (29/8) mendeklarasikan kota terbesar di Gaza sebagai zona pertempuran ketika jumlah korban tewas telah melampaui 63 ribu warga Palestina. Data itu didapat dari Kementerian Kesehatan Gaza terhitung sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023.

Prancis, Inggris, Kanada, Australia dan Malta telah menyatakan akan meresmikan pengakuan terhadap negara Palestina dalam pertemuan tahunan para pemimpin dunia di Majelis Umum PBB, yang dimulai pada 23 September. Beberapa negara lain, termasuk Selandia Baru, Finlandia, dan Portugal, sedang mempertimbangkan langkah serupa.

Netanyahu menolak status negara Palestina dan berencana memperluas serangan militer di Gaza.

Surat Macron itu muncul setelah Netanyahu menuduhnya “memicu” “api antisemitisme” dengan mengatakan seruannya untuk negara Palestina sebagai “keji.”

Pekan lalu, Duta Besar AS untuk Prancis, Charles Kushner, juga menulis surat yang menyatakan bahwa “isyarat pengakuan negara Palestina justru membuat ekstremis semakin berani, memicu kekerasan, dan membahayakan kehidupan Yahudi di Prancis.”

“Ada semacam perlombaan melawan waktu antara jalur diplomatik, dengan solusi dua negara kembali menjadi inti perdebatan, dan situasi di lapangan (di Gaza), yang setiap hari membuat solusi dua negara ini sedikit lebih rumit atau bahkan mustahil,” kata pakar geopolitik Pascal Boniface, direktur Institut Hubungan Internasional dan Strategis yang berbasis di Paris, diberitakan AP News.

Boniface mengatakan beberapa pendukung solusi dua negara menunjukkan kekecewaan atas keputusan para pemimpin yang menunggu hingga September untuk secara resmi mengakui negara Palestina. Pengakuan itu dikhawatirkan bakal datang saat Gaza semakin menjadi kuburan.

Desak Israel berhenti ofensif

Macron dan para pemimpin internasional lainnya telah mendesak Israel menghentikan ofensifnya di wilayah Gaza yang sudah terkepung. Sebagian besar dari lebih dari 2 juta penduduknya sudah mengungsi, permukiman hancur dan warga kelaparan.

“Pendudukan Gaza, pemindahan paksa warga Palestina, kelaparan yang mereka alami … tidak akan pernah membawa kemenangan bagi Israel,” tulis Macron dalam suratnya kepada Netanyahu.

“Sebaliknya, mereka akan memperkuat isolasi negara Anda, menyulut mereka yang mencari dalih untuk antisemitisme, dan membahayakan komunitas Yahudi di seluruh dunia,” ucap dia lagi.

Lebih dari 140 negara telah mengakui negara Palestina, tetapi sebagian besar bersifat simbolis.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Daftar Harga BBM Pertamina per 1 September 2025

Next Post

Wakil Bupati dan Kapolres Aceh Besar Imbau Aksi Berjalan Damai

Next Post
Wakil Bupati dan Kapolres Aceh Besar Imbau Aksi Berjalan Damai

Wakil Bupati dan Kapolres Aceh Besar Imbau Aksi Berjalan Damai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026
Prof Saifullah Resmi Mendaftar sebagai Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030

Prof Saifullah Resmi Mendaftar sebagai Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030

27/03/2026
Ohku, Aceh Tengah Tidak Terima Tambahan DAU Penanggulangan Bencana

Ohku, Aceh Tengah Tidak Terima Tambahan DAU Penanggulangan Bencana

27/03/2026
Ditjenpas Aceh Percepat Pemulihan Lapas Kuala Simpang Pascabencana

Ditjenpas Aceh Percepat Pemulihan Lapas Kuala Simpang Pascabencana

27/03/2026
Pergoki Maling, Dokter di Gayo Lues Tewas Dibunuh

Pergoki Maling, Dokter di Gayo Lues Tewas Dibunuh

27/03/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

Jadi Daerah Basis Mualem-Dekfadh, Anggaran Dayah untuk Aceh Utara Kalah Jauh dari Bireuen di APBA 2026

Prof Saifullah Resmi Mendaftar sebagai Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030

Prancis Akui Negara Palestina Bikin Geram Israel dan AS

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com